icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent

Bab 6 

Jumlah Kata:749    |    Dirilis Pada: 15/12/2025

cen

g, membelah hutan seperti

dak cukup keras untuk menutupi keheningan m

a h

ak *Mind-Link* itu

tapi konstan, menenangkan seperti detak jantung kedua. Sekarang, yang tersisa hanyalah luban

-pelan! Kau mau

rdengar seperti gesekan paku di papan

ke kiri, nyaris men

ring, mencakar tanah

ah ingin meremukkan kulit kemudi itu menjadi debu. Urat-urat di punggung

tatanan rambutnya yang berantakan. "Pack sedang kacau balau! Para Tetua terus mendesa

sekilas. Tatapa

mahal yang menyengat dan keringat asam ketakut

bersanding denganku. Sekarang, kebe

utmu," ger

t udara di dalam kabin mobil seketika menjadi berat d

pucat pasi, tubuhnya menyusut di ku

s. H

ngan itu, pikiran t

ermana, rej

kepalaku, berputar seperti man

mega lemah tak berguna itu memi

tidak berhenti melolong dalam kesakitan. Dia berguling-guling dalam kesed

gan alkohol. Dengan tumpukan

ak ada yan

Alpha. Musik berdentum, makanan melimpah ruah, ta

ak sadar menunggu sosok kecil dengan gaun lusuh yang

tida

-telah hilang sepenuhnya dari mansion. Terhapus, diga

sabel membuyarkan lamunanku di pest

tu terasa

angannya. Kas

tuh aku," d

langan itu bermutasi menjadi kepanikan fisik. Dadaku sesak,

butu

konyol seperti cinta-tapi karena dia adalah

poros dun

aroma menghantam

tertiup angin, tapi instingk

lebih kuat. Listrik. Seperti ozo

i berbeda. Lebih mat

sebelum otakku

iiii

jak rem se

ak hutan yang sunyi, membuat tubuh kami terle

" pekik Isabel, mata

u, hidungku kembang kempis, berusa

t sini," bisikku

di depan dengan nyalang. Tat

kku. Aku tidak peduli dia membaka

Alpha selalu mendapatkan kemba

ada diriku sendiri, sebuah janji g

abel. Ketakutannya sesaat terlupakan oleh rasa

perlahan. Gerakanku

a Isabel seketika menahan na

tiap suku katanya meneteskan racun mematikan, "aku akan m

utnya rapat-rapat,

di depan. *Inner Wolf*-ku meng

ini belu

uan ini baru

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent
Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent
“Ayahku menjualku kepada Alpha Vincent sebagai "Kontrak Disiplin", menjadikan aku bukan sebagai Mate yang dihormati, melainkan tawanan yang disembunyikan di gudang berdebu. Namun, neraka yang sesungguhnya dimulai saat Isabel, wanita licik yang ia puja, datang menginvasi hidupku. Isabel memalsukan penyerangan dan menuduhku sebagai pelakunya. Tanpa mendengar penjelasanku, Vincent menyeretku ke penjara bawah tanah dan merantaiku dengan perak murni-racun paling mematikan bagi kaum kami. Saat kulitku melepuh dan mendesis terbakar oleh lilitan rantai, Vincent justru melakukan hal yang paling kejam. Dia melelang kalung peninggalan almarhum ibuku tepat di depan mataku. "Vincent, belikan itu untukku," rengek Isabel manja. "Anjingku butuh kalung baru." Tanpa menatapku, Vincent memberikannya. "Terjual untuk Isabel." Hancur. Bukan hanya tubuhku, tapi juga jiwaku. Mereka menertawakanku, menyebutku jalang yang tidak berguna, sementara aku menahan rasa sakit dari *Silver* yang menggerogoti tulangku. Vincent tidak tahu satu hal. Darah yang ia tumpahkan malam ini bukanlah darah Omega lemah. Itu adalah darah *White Wolf*, serigala paling langka dan suci yang memiliki kekuatan penyembuh mutlak. Di ambang kematian, aku mendongak, menatap mata pria yang dulu kucintai itu dengan tatapan kosong. "Saya, Sofia Permana..." Vincent tertegun, matanya membelalak melihat aura putih menyilaukan yang tiba-tiba meledak dari tubuhku, melelehkan rantai besi itu. "...menolakmu, Vincent Dirgantara, sebagai Mate-ku." Malam itu, saat dia meraung kesakitan karena putusnya ikatan jiwa kami, aku bangkit dari abu, membakar penjara itu, dan berlari menuju takdirku sebagai Luna di Pack lain yang jauh lebih kuat.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 18