icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent

Bab 3 

Jumlah Kata:1025    |    Dirilis Pada: 15/12/2025

ia

n itu su

sannya sudah kuremas menjadi bola kertas tak berbentuk dan kulemparkan ke dalam

pan cermin retak di kam

rhana-benda yang pernah Vincent tempa dengan tangannya sendiri untukku saat dia masih remaja. Itu te

h janji abadi. Sekarang, aku tahu

mparkan cincin itu ke dalam lida

merah, melepuh, lalu menghit

dah selesai," bisikku pada bayangan

ama mengering untuk pria yang bahkan tidak

. Aku menghafal nama-nama tetua, memetakan jalur perdagangan, dan meresapi sejarah mereka. Aku memper

k membiarkanku pe

a-tiba bergema, menghantam tengkorakku dan memaksak

Aku tidak punya pilihan selain menyer

an jas hitamnya. Di lengannya, Isabel menggelayut manja, mengenakan g

a kilatan aneh di matanya-mungkin rasa bersalah yang terpendam, atau m

itu hancur

untuk berada di sini-tiba-tiba membuat keributan. Dia mene

enepis tangannya kasa

dariku, tiba-tiba menjerit his

n dramatis dan anggun, seolah

arah. Dia buta. Dia tidak melihatku yang sedang dikepung

ahnya menggelegar pada para pengawal

an itu terjadi saat se

at. Itu adalah *Moon Amulet*, peninggalan satu-satunya da

uaraku parau menahan tangis. "Aku

enting gelas pecah. "Oh, kalung jelek itu? Vincent,

t mengangkat tangannya.

runtuh s

i depan wajahku dengan senyum mengejek. "Lihat, ba

lan

ledakan nuklir d

ah lahar panas yang meledak dar

ner Wolf*-ku melolong, bukan lolongan kesedi

njang, menembus kulit uju

pi untuk mengambil kemba

saat aku merebut kalung itu. Dar

gila!" jerit Isabel,

a Vincent menggeleg

i palu godam tak kasat mata, memaksak

r di kegelapan pe

taiku dengan

un mematikan

itu menyentuh. Rasa sakitnya membakar, menjalar hingga ke su

i dingin yang lembap,

erkarat, sayup-sayup aku men

Alpha Vincent menerima tugas 'mendidik'

m pertemuan mereka dulu sebagai bu

membeku

Mate kami... itu semua hanya senjata poli

muntah. Perutku

ali lipat lebih parah. Perak itu tidak hanya melukai kulitk

yang selama ini ter

terlihat lelah, ada keraguan yang melintas d

suaranya te

eluk pinggangnya posesif, menatapku den

ku

n sisa-sisa tenaga terakhir dari

ada apa-apanya dibandingkan

i perak itu mendesis semakin keras, memb

ta yang dulu kucintai setengah mati. Sekara

n bergema dengan kekuatan aneh yang mem

ofia Per

menyadari apa yang akan

ncent Dirgantara,

RA

benang baja yang p

sa. Vincent terhuyung ke belakang, memegangi d

tu diikuti oleh gelombang

an. Rantai perak itu meleleh seperti lilin. Pintu se

berl

aku lewat. Biarkan semuanya hangus. B

ah oleh api amarahku. Dan aku berlari kencang menuju kegel

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent
Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent
“Ayahku menjualku kepada Alpha Vincent sebagai "Kontrak Disiplin", menjadikan aku bukan sebagai Mate yang dihormati, melainkan tawanan yang disembunyikan di gudang berdebu. Namun, neraka yang sesungguhnya dimulai saat Isabel, wanita licik yang ia puja, datang menginvasi hidupku. Isabel memalsukan penyerangan dan menuduhku sebagai pelakunya. Tanpa mendengar penjelasanku, Vincent menyeretku ke penjara bawah tanah dan merantaiku dengan perak murni-racun paling mematikan bagi kaum kami. Saat kulitku melepuh dan mendesis terbakar oleh lilitan rantai, Vincent justru melakukan hal yang paling kejam. Dia melelang kalung peninggalan almarhum ibuku tepat di depan mataku. "Vincent, belikan itu untukku," rengek Isabel manja. "Anjingku butuh kalung baru." Tanpa menatapku, Vincent memberikannya. "Terjual untuk Isabel." Hancur. Bukan hanya tubuhku, tapi juga jiwaku. Mereka menertawakanku, menyebutku jalang yang tidak berguna, sementara aku menahan rasa sakit dari *Silver* yang menggerogoti tulangku. Vincent tidak tahu satu hal. Darah yang ia tumpahkan malam ini bukanlah darah Omega lemah. Itu adalah darah *White Wolf*, serigala paling langka dan suci yang memiliki kekuatan penyembuh mutlak. Di ambang kematian, aku mendongak, menatap mata pria yang dulu kucintai itu dengan tatapan kosong. "Saya, Sofia Permana..." Vincent tertegun, matanya membelalak melihat aura putih menyilaukan yang tiba-tiba meledak dari tubuhku, melelehkan rantai besi itu. "...menolakmu, Vincent Dirgantara, sebagai Mate-ku." Malam itu, saat dia meraung kesakitan karena putusnya ikatan jiwa kami, aku bangkit dari abu, membakar penjara itu, dan berlari menuju takdirku sebagai Luna di Pack lain yang jauh lebih kuat.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 18