icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent

Bab 4 

Jumlah Kata:908    |    Dirilis Pada: 15/12/2025

ia

h adalah siks

. Luka bakar akibat perak di pergelangan tangan dan kakiku bukan lagi sekadar berde

n, tapi itu masih jauh lebih baik daripad

parah akibat pemutusan ikatan *Mate* yang brutal, namun darah *White Wolf* yang baru ba

an. Aku tidak pu

as keras ke tanah berlumpur. Napasku memburu, setiap tarikan ud

suara tegas membel

ogue* liar yang kelaparan. Gerakan mereka disiplin, tatapan mereka tajam, dan a

uni

eskipun dalam wujud manusia, auranya begitu mendominasi hingga u

a Per

Link* jarak jauh. Itu bukan intrusi yang kasar, m

r Nugraha. Kau

incent. Suaranya terdengar seperti tawaran perlindun

kini merangkak mencari pelabuhan baru untuk berlabuh. Aku tahu in

n kegelapan yang memikat menari

oma herbal yang menenangkan, jauh berbeda dari bau

terbuka di pangkuannya. Saat aku bergerak sedikit saja, atensinya l

anya, suaranya rendah da

mat, seolah dia sedang menyentuh artefak berharga yang rapuh. Itu sangat berbeda d

serak, tenggorokanku ter

pakatan," katanya, tapi kekerasan dalam kata-

alarm meraung me

tack! Sek

ras seketika. Topeng

ni." Dia menatapku sekilas dengan kekhawatiran yang tulus, lalu berb

rgi, aku meng

semakin parah-seperti dua kekuatan alam yang bertarung di dalam pembuluh darahku. Aku harus menyembunyikannya. Jika m

in

, Beta dari Pack Dirgantara yang selama ini meny

nt sedang mengamuk menca

pir. Rekaman CCTV p

saat Vincent menyiksaku, lengkap dengan pengakuan

engan tatapan dingin, h

meriksa keadaanku. Dia mengerutkan kening saat membuka

rinya menelusuri kulitku yang mulai menutup. "Terlalu

kencang, memukul ru

usaha menekan aromaku yang mulai berubah, tak

it terbuka, aku mendenga

wanita simpanan Alpha itu diperlakukan bak ratu, s

a-sisa harga diriku, tapi rasa sakit itu

tersembunyi. Ini bukan sekadar bukti. Ini adalah pelur

g berbau busuk, namun dia selamat tanpa luka berarti. Aku sudah dud

ke dalam matanya tanpa rasa takut. "Aku i

gkahnya terhenti. "Kau b

di upacara itu, aku akan secara terbuka memutus hubungan darahku dengan Pack ayah

guan di wajahku, namun dia tidak menem

Luna tertinggi. Tidak ada yang akan be

an, aku mengirim video CCTV itu sec

erbahaya tersungging di bibirku. *Kekuasaanmu tida

. Aroma herbal bercampur dengan

guhnya baru

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent
Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent
“Ayahku menjualku kepada Alpha Vincent sebagai "Kontrak Disiplin", menjadikan aku bukan sebagai Mate yang dihormati, melainkan tawanan yang disembunyikan di gudang berdebu. Namun, neraka yang sesungguhnya dimulai saat Isabel, wanita licik yang ia puja, datang menginvasi hidupku. Isabel memalsukan penyerangan dan menuduhku sebagai pelakunya. Tanpa mendengar penjelasanku, Vincent menyeretku ke penjara bawah tanah dan merantaiku dengan perak murni-racun paling mematikan bagi kaum kami. Saat kulitku melepuh dan mendesis terbakar oleh lilitan rantai, Vincent justru melakukan hal yang paling kejam. Dia melelang kalung peninggalan almarhum ibuku tepat di depan mataku. "Vincent, belikan itu untukku," rengek Isabel manja. "Anjingku butuh kalung baru." Tanpa menatapku, Vincent memberikannya. "Terjual untuk Isabel." Hancur. Bukan hanya tubuhku, tapi juga jiwaku. Mereka menertawakanku, menyebutku jalang yang tidak berguna, sementara aku menahan rasa sakit dari *Silver* yang menggerogoti tulangku. Vincent tidak tahu satu hal. Darah yang ia tumpahkan malam ini bukanlah darah Omega lemah. Itu adalah darah *White Wolf*, serigala paling langka dan suci yang memiliki kekuatan penyembuh mutlak. Di ambang kematian, aku mendongak, menatap mata pria yang dulu kucintai itu dengan tatapan kosong. "Saya, Sofia Permana..." Vincent tertegun, matanya membelalak melihat aura putih menyilaukan yang tiba-tiba meledak dari tubuhku, melelehkan rantai besi itu. "...menolakmu, Vincent Dirgantara, sebagai Mate-ku." Malam itu, saat dia meraung kesakitan karena putusnya ikatan jiwa kami, aku bangkit dari abu, membakar penjara itu, dan berlari menuju takdirku sebagai Luna di Pack lain yang jauh lebih kuat.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 18