icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kalung Pengkhianatan, Selma Pemenangnya

Bab 2 

Jumlah Kata:1024    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

sih

ngan mata khawatir. Aku tahu dia masih takut aku akan berubah pikiran. Tapi tid

ata Riska saat kami berpeluk

nyum meyakinkan. "Tapi ini bukan pe

"Jaga dirimu baik-baik di sana. Janga

kali ini, aku akan menepa

yi. Zaki belum juga datang. Teleponku mati, tidak ada pesa

Aku meraba laci di samping ranjang, mencari obat migrain yang selalu kubawa. Kosong. Obatku

ap. Dia akan membelikanku obat, mengompres kepalaku, dan membisikkan

ekarang terasa

ariku berhenti melayang di atas namanya. Untuk apa? Dia tidak akan datang. Dia sedang

ng kebahagiaan, hanya kepedihan. Aku tidak

n seadanya, dan berjalan keluar dari kamar rumah sakit. Koridor ru

ah suara familiar menyapa. "Ki

amaku. Dia menatapku dengan tatapan terkejut, bergantia

jawab apa. Bagaimana aku menjelaskan bahwa aku baru saja pingsan di ha

atanya menyipit penuh selidik. "Kamu terliha

tahu apa yang ingin dia tanyakan. Semua ora

Hanya sedikit kelelahan,"

tidak pernah berbohong dengan baik. Aku tahu

k, tidak bi

ndengar suara Zaki. "Selma, pelan-pel

yang berjalan terhuyung-huyung keluar dari ruang IGD. Selma terlihat baik-baik sa

akak-adik angkat. Zaki mengusap pipi Selma dengan lembut, matany

karena cemburu, tapi karena kesadaran. Kesadaran ba

lihat. Bu Citra menatapku dengan iba, lalu meli

menyandar di bahu pria itu. "Kak Zaki,

pun untukmu." Zaki t

nar menghilang dari pandangan. Rasa pahit

. Istirahat," katan

ak bisa tidur. Aku menatap langit-langit, membiarkan air mata mengalir tanpa su

beberapa pakaian dan buku-buku sketsa arsitekturku yang kumal. Semua kenangan d

elku berdering. Nomor Zaki. Aku te

di kantor?" Suaranya terdengar cema

t," jawab

memberitahuku? Sejak k

ang meninggalkanku pingsan di altar, Zaki.

ng. Agak demam,

ggi, jadi aku harus menemaninya. Aku baru bisa pulang pagi i

alik telepon, memanggil nama Zak

lu kembali kepadaku, "Kinasih, aku akan segera ke

janji Zaki yang tidak akan pernah ditepati. Semua itu

pikan, apartemen yang kami rancang bersama. Sekara

rsitektur tempatku bekerja selama lima tah

resi kecewa. "Kinasih, kamu yakin? Apa k

Pak," kataku,

Pak Budi, mencoba mencari tahu. "Saya tahu kalian berdua dulu adalah calon arsitek paling menjanji

rasa, sudah waktunya saya mengejar impian s

"Saya mengerti. Tapi..

ntang saya, Pak. Saya in

atakan sesuatu lagi, pintu ka

rengah-engah. Matanya menatapku tajam, se

n datang. Tapi t

erat, penuh kemarahan.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kalung Pengkhianatan, Selma Pemenangnya
Kalung Pengkhianatan, Selma Pemenangnya
“Dua belas kali aku mencoba menikah dengan Zaki, dan dua belas kali pula pernikahan itu batal. Setiap kali, dia selalu memilih adik angkatnya, Selma, yang tiba-tiba sakit atau panik tepat di saat-saat penting. Kali ini, di depan penghulu dan para tamu, Selma kembali berulah. Zaki, tunanganku selama delapan tahun, lagi-lagi meninggalkanku di altar demi menenangkan Selma. Aku sudah lelah. Lelah dengan janji-janji kosongnya, lelah dengan drama Selma yang tak berkesudahan. Rasa sakit dan penghinaan ini sudah terlalu banyak. Namun, kehancuran total datang saat Selma, dengan senyum kemenangan, memamerkan kalung pemberian Zaki-kalung yang sama persis dengan liontin kunci hati, simbol cinta kami. Saat itu aku sadar, delapan tahun pengorbananku hanyalah lelucon. Aku membatalkan pernikahan untuk terakhir kalinya, meninggalkan semua kenangan, dan terbang ke Bali untuk mengejar mimpiku yang telah lama terkubur. Setahun kemudian, aku telah menjadi arsitek sukses yang memimpin proyek resor mewah. Dan Zaki, pria yang telah menghancurkan hidupku, kini muncul kembali. Bukan sebagai tunangan yang memohon, tapi sebagai karyawan rendahan yang melamar pekerjaan di bawah pengawasanku.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 8