icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dikhianati Tunangan dan Sepupu Tercinta

Bab 7 

Jumlah Kata:392    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

yil

sudmu, Arsyila?" tanyanya. "Kembali

udut yang sepi. "Arsyila, bersikaplah

. Lalu tersenyum. "Bagaim

tertawa sinis. "Kau pi

mau," kat

i, wajahnya memerah. Dia terlihat marah dan m

aku. "Seperti

ya lagi. "Kalau begitu,

Kau tidak akan bisa hi

hat saja

an tatapan terkejut. "P

Aku berjalan pergi. Setiap langkah

enuh amarah. Dia pasti berpikir ak

mata. Hanya keham

resor. Pemandangan indah di sekit

a tahun hubunganku b

n itu. Ini adalah puncak dari semua rasa sakit,

ari mulutku. Seolah aku sudah ber

Aku melihat bayanganku di ai

elah mengorbankan impian dan

gorbanank

orang di belakangku. Aku tahu sia

akan tasmu

gang tas tanganku. Wajahnya tenang, terlih

h," kataku,

mi bersentuhan sesaat. Ada sengat

an kau lakuk

dak tahu. Mungkin naik

idak aman," katanya

Tapi aku m

. Vila itu sangat mewah. "Kau bisa m

nya kagum.

. "Aku tidak s

eluk lututku. Aku mera

gat. Kami terdiam. Aku bisa mera

"Apa kau pernah menciu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dikhianati Tunangan dan Sepupu Tercinta
Dikhianati Tunangan dan Sepupu Tercinta
“Perjalanan romantisku ke Bali berubah menjadi neraka saat tunanganku, Fredi, mengajak serta sepupuku, Lydia. Aku dipaksa duduk di kursi belakang, menjadi penonton kemesraan mereka yang tak tahu malu. Puncaknya, saat Fredi melihat gaun seksiku, dia murka dan memutuskan hubungan kami di depan semua orang. "Kalau begitu kita putus!" teriaknya, seolah aku yang bersalah. Aku pergi, tapi penghinaan tak berhenti. Ibunya menamparku di lobi rumah sakit, memakiku sebagai perempuan murahan. Fredi bahkan menghancurkan karierku, membuatku kehilangan segalanya. Aku hancur, sakit, dan sendirian. Mengapa mereka begitu kejam? Mengapa aku harus menanggung semua ini? Namun, di tengah keputusasaan, Hendra, kakak sepupu Fredi, muncul. Ciuman panasnya di mobil dan perlindungannya yang tanpa syarat menjadi satu-satunya cahayaku. Di sebuah pesta, saat Fredi kembali menghinaku, aku tak lagi diam. Sambil menggandeng Hendra, aku menatapnya dingin dan berkata, "Cintaku sudah mati. Kau sendiri yang membunuhnya."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 15