icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dikhianati Tunangan dan Sepupu Tercinta

Bab 2 

Jumlah Kata:346    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

yil

ndra membuka tutup botol air min

menggelegar dari radio mobil. Suaran

sikku, suaraku nya

bersandar di kursi. Aku menebak dia pasti sangat lelah. Semal

h matanya. Garis kelelahan tergam

gin itu seperti obat penenang bag

laju di jalan utama. Perja

Lydia. Fredi sendiri yang mengaturnya. Aku

keras menutupi percakapan mereka. Tapi aku bisa tahu dari

gan Lydia. Setiap kali, Fredi selalu berjanji akan menj

ng. Semua usahaku sia-sia.

iris. Kenapa ak

rhatian. Pemandangan gunung yang berkelok-kelok terlihat i

bali menyentuh paha Hendra. Kali ini

erasakan panas menembus kain ce

t ke arah Lydia. Ada tanda kemer

Aku tahu itu da

a ini kupendam, tiba-tiba melonjak.

mbuka matanya. Mata

ang muka. Tapi aku tahu, pipiku pas

ke pahanya. Aku in

nya menegang. Panas tub

Aku merasa disengat listrik. Ada semacam rasa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dikhianati Tunangan dan Sepupu Tercinta
Dikhianati Tunangan dan Sepupu Tercinta
“Perjalanan romantisku ke Bali berubah menjadi neraka saat tunanganku, Fredi, mengajak serta sepupuku, Lydia. Aku dipaksa duduk di kursi belakang, menjadi penonton kemesraan mereka yang tak tahu malu. Puncaknya, saat Fredi melihat gaun seksiku, dia murka dan memutuskan hubungan kami di depan semua orang. "Kalau begitu kita putus!" teriaknya, seolah aku yang bersalah. Aku pergi, tapi penghinaan tak berhenti. Ibunya menamparku di lobi rumah sakit, memakiku sebagai perempuan murahan. Fredi bahkan menghancurkan karierku, membuatku kehilangan segalanya. Aku hancur, sakit, dan sendirian. Mengapa mereka begitu kejam? Mengapa aku harus menanggung semua ini? Namun, di tengah keputusasaan, Hendra, kakak sepupu Fredi, muncul. Ciuman panasnya di mobil dan perlindungannya yang tanpa syarat menjadi satu-satunya cahayaku. Di sebuah pesta, saat Fredi kembali menghinaku, aku tak lagi diam. Sambil menggandeng Hendra, aku menatapnya dingin dan berkata, "Cintaku sudah mati. Kau sendiri yang membunuhnya."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 15