icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dikhianati Tunangan dan Sepupu Tercinta

Bab 4 

Jumlah Kata:378    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

yil

seonggok daging. Aku memeja

nya sedikit memerah. Tapi aku membu

ke toilet lagi!" s

ku. Aku mencoba m

remas pahaku lebih erat. Aku m

ti. Fredi da

ragu. "Arsyila,

ba berkata, "D

pas lega. Dia per

Tawa mereka menjauh.

," pangg

utku. "Apa kau ke

u. Aku meraih bot

terlalu banyak minum air di

tajam. "Apakah kau yakin i

ernyit.

anmu. Tapi kenapa aku masih sa

dalam. "Apa kau mas

gigit bibirku. "Apa kau

a. Fredi dan Lydia bergand

mbanjiri hatiku. Aku ti

"Periksa aku, Dokter.

. Lalu dia bergerak cepat. Tangan

mendekat. "Ars

a sangat dekat. Aku bi

in denganku," kata

menatap matanya. "Atau kau yang t

melepas kacamatanya. Di

anas. Ada sedikit rasa pahit dan

ya. Aku memejamkan mata. Aku ingin mendo

ciumannya semakin dalam. Aku mera

isa menopang tubuhku sendiri. Dia men

encengkeram kemejanya. Aku meras

Aku mendongak, menatapnya

Lalu mengusap bibir

iksamu lagi?" tanyan

um sepenuhnya

sampai di tujuan." Bisiknya di telingaku,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dikhianati Tunangan dan Sepupu Tercinta
Dikhianati Tunangan dan Sepupu Tercinta
“Perjalanan romantisku ke Bali berubah menjadi neraka saat tunanganku, Fredi, mengajak serta sepupuku, Lydia. Aku dipaksa duduk di kursi belakang, menjadi penonton kemesraan mereka yang tak tahu malu. Puncaknya, saat Fredi melihat gaun seksiku, dia murka dan memutuskan hubungan kami di depan semua orang. "Kalau begitu kita putus!" teriaknya, seolah aku yang bersalah. Aku pergi, tapi penghinaan tak berhenti. Ibunya menamparku di lobi rumah sakit, memakiku sebagai perempuan murahan. Fredi bahkan menghancurkan karierku, membuatku kehilangan segalanya. Aku hancur, sakit, dan sendirian. Mengapa mereka begitu kejam? Mengapa aku harus menanggung semua ini? Namun, di tengah keputusasaan, Hendra, kakak sepupu Fredi, muncul. Ciuman panasnya di mobil dan perlindungannya yang tanpa syarat menjadi satu-satunya cahayaku. Di sebuah pesta, saat Fredi kembali menghinaku, aku tak lagi diam. Sambil menggandeng Hendra, aku menatapnya dingin dan berkata, "Cintaku sudah mati. Kau sendiri yang membunuhnya."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 15