icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Dikhianati Tunangan dan Sepupu Tercinta

Dikhianati Tunangan dan Sepupu Tercinta

Penulis: Lawrencia
icon

Bab 1 

Jumlah Kata:417    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

ku, Fredi, mengajak serta sepupuku, Lydia. Aku dipaksa duduk di ku

n memutuskan hubungan kami di depan semua orang. "Kalau

lobi rumah sakit, memakiku sebagai perempuan murahan. Fredi

Mengapa mereka begitu kejam? Menga

redi, muncul. Ciuman panasnya di mobil dan perlindung

diam. Sambil menggandeng Hendra, aku menatapnya dingin dan

a

yil

sepupuku yang tumbuh besar di rumah kami. Mereka berdua duduk berdekatan di kursi de

ali. Tapi Fredi memutuskan untuk membawa serta Lydia

menuruti semua rencananya. Aku sudah terlalu se

n. Kursi ini terasa dingin, seolah ak

Alamsyah, kakak sepupu Fredi. Dia duduk di samping

rombang-ambing. Lututku tidak sengaja menyentuh lut

narik lututnya. Keheningan di antara

rest area. Lydia langs

oilet, ya? Aku takut se

alu pergi bersama Lydia. Aku menatap

a ke arahku. Wajahnya sangat dekat. Aku

entuhan singkat, tapi cukup membuat duniaku

pku lurus. Ada semacam pertanyaan di

u yang salah dalam diriku. Aku tidak membencinya. Aku tidak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dikhianati Tunangan dan Sepupu Tercinta
Dikhianati Tunangan dan Sepupu Tercinta
“Perjalanan romantisku ke Bali berubah menjadi neraka saat tunanganku, Fredi, mengajak serta sepupuku, Lydia. Aku dipaksa duduk di kursi belakang, menjadi penonton kemesraan mereka yang tak tahu malu. Puncaknya, saat Fredi melihat gaun seksiku, dia murka dan memutuskan hubungan kami di depan semua orang. "Kalau begitu kita putus!" teriaknya, seolah aku yang bersalah. Aku pergi, tapi penghinaan tak berhenti. Ibunya menamparku di lobi rumah sakit, memakiku sebagai perempuan murahan. Fredi bahkan menghancurkan karierku, membuatku kehilangan segalanya. Aku hancur, sakit, dan sendirian. Mengapa mereka begitu kejam? Mengapa aku harus menanggung semua ini? Namun, di tengah keputusasaan, Hendra, kakak sepupu Fredi, muncul. Ciuman panasnya di mobil dan perlindungannya yang tanpa syarat menjadi satu-satunya cahayaku. Di sebuah pesta, saat Fredi kembali menghinaku, aku tak lagi diam. Sambil menggandeng Hendra, aku menatapnya dingin dan berkata, "Cintaku sudah mati. Kau sendiri yang membunuhnya."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 15