icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Boneka Suami, Kebenaran Pahit Terkuak

Bab 3 

Jumlah Kata:773    |    Dirilis Pada: 05/12/2025

t ke tubuhnya. Jemarinya yang tadi berada di dalam, kini bergerak perlahan k

u sedikit ke atas. Bukan hanya kain luar, tapi juga kain dal

agi. Wajahnya mendekat ke telingaku. Aku bisa merasakan napasnya

. Aku merasakan desiran aneh di tulang punggungku.

coba terdengar tegas, tapi

h mertuaku. Apa yang sedang kulakukan?

Aku tidak bisa membiarkan diriku ja

rong bahunya sedikit. "Ayah Tjahjo," katak

tangannya dengan cepat, seolah tersengat listrik. Aku mera

u dan jijik membakar wajahku. Aku hanya me

ia menarik tubuhnya menjauh dariku. Ada kekagetan, ke

ng lain. Sesuatu yang besar, sangat besar, menonjol

at yang seperti itu sebelumnya. Bahkan Ran

hu seperti apa pria. Sudah banyak pria yang kutemu

yang luar biasa. Jika saja aku tidak tahu siapa di

acam apa itu? Dia ayah mertuamu.

upi area yang tadi terekspos. Aku harus terlih

suaraku terdengar lebih tenang dari

ak berkata apa-apa. Wajahnya masih p

erpisah oleh beberapa inci yang terasa seperti jurang. Hanya suara

ah tidak terjadi apa-apa. "Penampilanmu terlalu menarik. Banyak pria hidung belang di luar

a melecehkanku. Sekarang ia menasihatiku ten

Jika aku tidak mengatakan siapa aku, jika aku

jo menyeretku ke tempat yang lebih sepi

, mencoba menghalau pikiran-pikiran kotor

sentuhan Tjahjo terasa. Bisikan tentang bagaimana tubuhku bereaksi.

. Tubuhku seolah memiliki pikirannya sendiri, melaw

ari keluar. "Ayah Tjahjo, aku harus pulang," kataku cepat,

, jantungku berdebar kencang. Aku

ur. Aku melepas semua pakaianku dengan cepat, merasa

enuhi oleh bayangan Tjahjo. Bukan Tjahjo yang tua dan menjiji

yang bisa memenuhi hasratku yang membara. Aku tidak peduli siapa dia, dari man

hilang. Aku ingin gairah, sentuhan, kehangatan, sampai aku t

hjo, dan satu pikiran yang terus muncul: apa jadinya jika aku tid

rena dia ayah mertuaku, atau karena

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Boneka Suami, Kebenaran Pahit Terkuak
Boneka Suami, Kebenaran Pahit Terkuak
“Suamiku memelukku erat di ruang tunggu rumah sakit, berjanji akan melindungiku dari hukum setelah aku memukul kepala ayahnya sendiri hingga koma. Malam itu, Tjahjo, ayah mertuaku yang bejat, menerobos masuk ke kamarku dan mencoba memperkosaku saat suamiku sedang "dinas luar kota". Dalam kepanikan dan upaya membela diri, aku menghantamnya dengan patung keramik berat. Rangga, suamiku, terus membisikkan kata-kata penenang, bersikap layaknya pahlawan yang siap menanggung segalanya demi istri tercinta. Namun, saat ia lengah, sebuah notifikasi pesan menyala di layar ponselnya yang tergeletak di sampingku. "Rencana B Berhasil." Darahku seketika membeku. Potongan teka-teki itu akhirnya menyatu: kepergiannya yang terlalu sering, desakannya agar ayahnya menginap di rumah kami, hingga senyum tipisnya saat dokter memvonis ayahnya mungkin takkan bangun lagi. Ternyata, aku hanyalah umpan. Dia sengaja menyerahkanku ke mulut singa, membiarkan ayahnya melecehkanku, hanya untuk meminjam tanganku menyingkirkan orang tua itu demi warisan asuransi. Air mataku kering seketika, digantikan oleh nyala api dendam yang dingin dan membara. Rangga Agustina, kamu pikir kamu menang? Aku akan merebut segalanya darimu, dan memastikan kamu yang akan membusuk di penjara, bukan aku.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10