icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Boneka Suami, Kebenaran Pahit Terkuak

Bab 2 

Jumlah Kata:586    |    Dirilis Pada: 05/12/2025

pura mencari jalan keluar, tapi sebenarnya ingin melihat. Siapa dia? Siapa yang bera

dengan setelan jas mahal yang kusut di beberapa bagian. Waj

tono. Ayah

wa ia akan menginap di rumah kami selama beberapa hari karena

rkejut. Tjahjo, ayah dari suamiku sendiri, baru s

Atau mungkin, ia memang tidak peduli. Ia hanya melihat seorang wanita, mangsa yang e

ng bisa ia mainkan. Aku tahu reputasi Tjahjo. Kaya raya, berkuasa, dan memiliki s

ersungging di bibirnya. Senyum kemenangan, kepuasan. Tangannya, yang tad

seharusnya. Bahunya mendorong bahuku, pinggulnya menempel pada pinggulk

p detik sentuhan tak senonoh ini. Aku bisa melihatnya dari pantula

tidak boleh mengeluarkan suara apa pun. Jika dia tahu

apa gunanya? Malu akan lebih besar. Atau haruskah aku berpura-pura tidak terj

menyelipkan jemarinya ke sela-sela bokongku, tepat di bawah ka

erjadi. Tapi jika aku melawan, ia akan mengenalku. Dan Rangga

pura-pura tidak tahu apa yang sedang terjadi. Seolah-olah i

i. Sebagai ayah mertuaku. Bagaimana aku bisa menghadapi semua ini

ergi. Tapi tubuhku seperti terperangkap. Ak

ang kasar menyentuh kulitku, naik turun perlahan.

a jijik, tapi juga karena respons yang tak kuinginkan. Tubu

ikkan, adalah sentuhan seorang ahli. Jemarinya tahu persis apa

ritme yang memabukkan. Rasanya seperti sebua

benci diriku sendiri karena bereaksi seperti ini. Aku memben

makin berani, semakin dalam. Aku tahu apa yang

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Boneka Suami, Kebenaran Pahit Terkuak
Boneka Suami, Kebenaran Pahit Terkuak
“Suamiku memelukku erat di ruang tunggu rumah sakit, berjanji akan melindungiku dari hukum setelah aku memukul kepala ayahnya sendiri hingga koma. Malam itu, Tjahjo, ayah mertuaku yang bejat, menerobos masuk ke kamarku dan mencoba memperkosaku saat suamiku sedang "dinas luar kota". Dalam kepanikan dan upaya membela diri, aku menghantamnya dengan patung keramik berat. Rangga, suamiku, terus membisikkan kata-kata penenang, bersikap layaknya pahlawan yang siap menanggung segalanya demi istri tercinta. Namun, saat ia lengah, sebuah notifikasi pesan menyala di layar ponselnya yang tergeletak di sampingku. "Rencana B Berhasil." Darahku seketika membeku. Potongan teka-teki itu akhirnya menyatu: kepergiannya yang terlalu sering, desakannya agar ayahnya menginap di rumah kami, hingga senyum tipisnya saat dokter memvonis ayahnya mungkin takkan bangun lagi. Ternyata, aku hanyalah umpan. Dia sengaja menyerahkanku ke mulut singa, membiarkan ayahnya melecehkanku, hanya untuk meminjam tanganku menyingkirkan orang tua itu demi warisan asuransi. Air mataku kering seketika, digantikan oleh nyala api dendam yang dingin dan membara. Rangga Agustina, kamu pikir kamu menang? Aku akan merebut segalanya darimu, dan memastikan kamu yang akan membusuk di penjara, bukan aku.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10