icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Perih Dicintai yang Tak Direstui

Bab 4 tidak akan berhenti begitu saja

Jumlah Kata:1896    |    Dirilis Pada: 09/11/2025

asah menyelimuti setiap sudut. Luna menatap jendela rumah, tangannya masih menggenggam cangkir kopi ha

pribadi mulai terdengar di lingkungan sosial mereka-desas-desus, gosip, dan tatapan sinis dari tetangga. Luna merasakan

r menghadapi Arman, tapi juga harus menahan gempuran lingkungan sosial yang semakin kritis. Ia mulai mengatur jadwa

eka duduk di meja makan. "Tetangga, kantor ayahmu, bahkan teman-teman kita... semua mulai mempe

enar, tapi hatinya masih rapuh. "Reza... aku takut. Apa yang akan terjadi ji

ang lain, Luna. Yang bisa kita lakukan hanyalah menghadapi dengan kep

basah menuju rumah besar yang selalu terlihat angkuh. Luna menekan napasnya setiap kali mobil melintasi jalan yang mulai ra

ang selama ini terlihat dingin dan penuh kewaspadaan. "Luna... Reza... sudah lama m

n menentukan bagaimana hubungan mereka ke depan-bukan hanya tentang Arman dan

nuhi ruangan. "Kami datang bukan untuk berdebat," Reza memulai. "Kami datang untuk men

ang dan menuntut kebenaran? Dunia tidak sesederhana itu. Ada konsekuensi da

ma baik siapa pun. Kami hanya ingin semuanya jelas. Semua rahasia, semua

jadi dingin dan sinis. "Jadi, ini waktunya kalian menuntut apa

a. "Aku tidak menuntut apa-apa selain ke

nya akan selesai? Dunia ini tidak sesederhana itu. Ada orang yang a

penuh tipu daya. "Kami di sini bukan untuk bertarung, Arman. Kami di sini untuk mema

semua simpan. Nadia yang berada di ruangan itu, menunduk dan menahan air mata. Ia merasa bersalah, t

tes di jendela seperti irama yang menenangkan sekaligus menegangkan. Mereka du

dan lingkungan tidak akan berhenti begitu saja. Kita harus siap menghadap

is di jurnalnya malam itu: "Hari ini aku belajar bahwa kebenaran tidak selalu diterima dengan baik. Tapi keberanian untuk menghadapinya adalah satu-satunya jalan. Aku

ahu dan sedikit curiga. Beberapa orang mulai mengirim pesan, menawarkan bantuan, atau sekadar bertanya dengan nada sinis. Luna menyadari bahwa hid

pulkan bukti, dan memastikan bahwa langkah mereka selanjutnya aman. Ia juga mulai melibat

kejauhan. "Luna... hidup ini penuh konflik, rahasia, dan tekanan. Tapi aku percaya,

juga menghadapi ketakutan sendiri, menerima kenyataan yang sulit, dan tetap menjaga hati. Ia tahu bahwa

, merasakan campuran harapan, ketegangan, dan keberanian. Ia tahu bahwa setiap langkah yang diambil akan memba

an, dan seiring waktu berjalan, semua rahasia yang selama ini tersembunyi mulai muncul ke permukaan. Ia berjalan di taman kecil di depan rumah, menatap d

muncul bukan dari kontak yang dik

terbuka?" suara itu terdengar dingin, menakutkan. "Ada s

dah. "Siapa kau

aku di gedung tua dekat pelabuhan, jam sembilan ma

encang. Ia tahu ini bukan ancaman biasa-ada rahasia baru yang akan

dak bisa mengabaikan ini. Kita harus tahu apa yang terjadi sebelum hal-hal lebih buruk terjadi." Ia ber

ampak kosong, hanya diterangi lampu jalan yang remang. Langkah mereka

kan beberapa dokumen pada Luna. "Ini akan mengubah perspek

i tersembunyi: perilaku Reza yang selama ini disembunyikan, komunikasi rahasia yang tidak pernah ia ketahui, dan t

encoba menenangkan situasi. "Ada hal-hal yang aku lakukan untuk melindung

ku tidak tahu harus percaya apa. Semua ini... aku meras

ngandalkan manipulasi lama, dan kini ia memutuskan untuk mengambil langkah drastis: menggunakan tekanan sosial dan rumor untuk melawan Luna dan Reza.

ah Luna mulai menatap mereka dengan rasa ingin tahu dan curiga. Pesan-pesan di ponsel Luna

gkah mereka aman. Ia juga mulai berbicara dengan pihak keluarga, menjelaskan situasi tanpa menimbulkan konflik baru.

terungkap, tetapi juga mempertahankan integritas dan ketenangan emosionalnya. Ia tahu, setiap keputusan yang ia

ulis di jurnalnya: "Hari ini aku belajar bahwa kebenaran tidak selalu membawa kedamaian. Kadang ia membawa beban yang lebih berat daripad

langsung. Ia menjemput Luna dan membawa mereka ke sebuah

an kebenaran dan bukti?" Arman mengejek

an. Aku ingin kau mengakhiri semua permainan ini. Tidak ada lag

ini bisa menentukan segalanya. Arman mencoba menolak, memprovokasi, bahkan mengancam

ran takut dan lega. Ia merasa bersalah, tapi juga lega karena akhirnya

genggaman tangan mereka cukup untuk menguatkan hati masing-masing. Mereka tahu perjalanan mereka masih panjang,

n. Reza menatap Luna dengan lembut. "Luna... hidup ini penuh tantangan, rahasia, da

Aku tahu, Reza. Aku tahu sekarang. Tidak ada yan

kan campuran harapan, ketegangan, dan keberanian. Ia tahu, setiap langkah yang mereka ambil akan membawa konsekuensi,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Perih Dicintai yang Tak Direstui
Perih Dicintai yang Tak Direstui
“Luna menjalin hubungan asmara dengan Arman sejak mereka duduk di bangku SMA. Lima tahun kemudian, Arman melamar Luna dengan janji setia seumur hidup. Luna menatap cincin itu dengan mata berbinar, yakin bahwa hidupnya akan berjalan sesuai impian. Di sisi lain, Reza adalah tunangan sepupunya, Nadia. Hubungan mereka tampak manis di mata keluarga, penuh tawa dan janji. Tapi nasib punya rencana lain. Di hari pernikahan, Luna justru melangkah menuju altar dengan Reza. Semua tamu terdiam, termasuk Luna sendiri. Hati yang pernah penuh cinta pada Arman kini digantikan oleh rasa takut dan tanggung jawab. Reza bukanlah sosok yang diidam-idamkan, bahkan pekerjaannya tak tetap, namun demi ayahnya yang sakit dan tak bisa menanggung malu, Luna menekan perasaan sendiri dan menerima takdirnya. Sementara itu, Arman dan Nadia, yang selama ini berusaha menjaga jarak, ternyata diam-diam menjalin hubungan di belakang Luna. Hubungan itu kemudian menghasilkan sebuah kehidupan baru yang tersembunyi dari dunia, sebuah rahasia yang tak bisa Luna sentuh. Hari-hari Luna dipenuhi dengan kompromi, penyesalan, dan kesabaran. Menjadi istri Reza adalah pengorbanan yang harus ia lakukan, tapi hatinya selalu menoleh ke masa lalu, ke Arman yang kini jauh dari genggaman. Hidup memang tak selalu adil, dan kadang canda takdir lebih pahit daripada air mata yang pernah jatuh.”
1 Bab 1 bukanlah sosok yang pernah ia impikan2 Bab 2 kesunyian terasa menekan3 Bab 3 suasana muram4 Bab 4 tidak akan berhenti begitu saja5 Bab 5 penasaran6 Bab 6 Rasanya aneh7 Bab 7 malam ini bukan soal bersembunyi8 Bab 8 ruang tamu9 Bab 9 semakin sulit dibaca10 Bab 10 dijadwalkan bertemu11 Bab 11 menguji kesabaran12 Bab 12 Mereka ingin kita tahu kalau tidak ada tempat aman13 Bab 13 amplop putih14 Bab 14 Masih berbaring di tempat tidur dengan lengan dibalut perban15 Bab 15 kelelahan16 Bab 16 sudah merencanakan17 Bab 17 menghantam atap rumah tua18 Bab 18 bisa menjadi ancaman19 Bab 19 Kita butuh sesuatu yang benar-benar mengejutkan20 Bab 20 menimbulkan kesan tenang21 Bab 21 mulai bereaksi lebih cepat22 Bab 22 Diduga Terlibat dalam Kasus Penggelapan Dana23 Bab 23 tanda kehidupan24 Bab 24 menyamarkan keberadaan25 Bab 25 Bagaimana aku bisa yakin ini bukan jebakan