icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Perih Dicintai yang Tak Direstui

Bab 2 kesunyian terasa menekan

Jumlah Kata:1946    |    Dirilis Pada: 09/11/2025

l sepeda anak-anak yang bermain di jalan. Di rumahnya, kesunyian terasa menekan. Reza masih tertidur di kamar sebelah, napasnya teratur, wajahnya yang lembut membuat Luna me

berjatuhan. Luna menghela napas, memikirkan keputusan yang ia buat. Menjadi istri Reza bukan sekadar tentang cinta atau perasaan; itu tentang tan

selama ini mencoba mengatur keuangan seadanya, tapi pekerjaan yang tidak tetap membuat segalanya tak pasti. Luna tahu, ia tidak bisa

mukan sosok yang tak ia harapkan: ibu Reza, Bu Ratna, be

au terlihat berbeda belakangan ini," kata Bu

k menunjukkan kepanikan. "Ibu, aku... ha

na, tapi ia berusaha. Dan aku melihat kau... kau menutup sesuatu darinya. Aku t

um siap untuk membuka semuanya. "Aku... aku tidak ingin

, meninggalkan Luna sendiri dengan pikiran yang berputar. Ia sadar, kehidupan ini tidak akan per

sekretaris terdengar tegang. "Bu Luna... ayah sedang pings

rannya melayang ke Arman, ke Nadia, ke bayi yang tidak ia ketahui sebelumnya. Ia men

tersengal-sengal. Luna menggenggam tangan ayahnya, air mata mene

ahnya pulih, ia harus kembali ke rumah dan menghadapi pernikahannya yang penuh ketidakpasti

ekerjaan dan beberapa bahan makanan. Mata mereka bertemu, dan ada ke

i," katanya, suaranya rendah. "Aku bisa

.. lelah. Banyak hal terjadi hari ini. Ayahku..

memeluk Luna, ingin menenangkan hatinya, tapi ia tahu Luna belum siap

rahasia tentang Arman dan Nadia semakin sering menghantui pikirannya. Ia mulai menerima surat-surat aneh, panggilan misterius, bahkan bisikan

menatap anak-anak bermain, orang-orang yang tertawa, dan dunia yang tampak begitu normal. Namun di dalam dirinya, semuanya berantakan. Ia memi

ku yang sama. Suara itu lembut, ta

dak di sini untuk menyakiti, hanya

temu, dan dunia seakan berhenti sejenak. Luna merasaka

ata Luna dengan suara bergetar. "Aku... ak

dak bisa melihatmu tersiksa. Luna... ada hal-hal yang harus kau ket

ia yang Nadia simpan, semuanya akan mengubah hidupnya lebih drastis jika terus dipendam. Namun ia juga takut.

kan, tapi tidak bisa menanyakan secara langsung. Ia memutuskan untuk memantau dan memahami, bu

sa depanku penuh ketidakpastian. Aku tidak tahu siapa yang harus kupercayai, siapa yang harus kuikuti. Ta

giringi ketegangan batin Luna. Ia tahu, badai yang lebih besar akan datang, dan ia harus bers

h lebih dalam. Rahasia yang tersembunyi, hubungan yang terlarang, dan tanggung jawab

mulai beraktivitas, kendaraan lalu lalang, anak-anak berteriak gembira. Tapi di dalam dirinya, Luna merasakan

. Reza pulang larut, sibuk dengan urusan pekerjaan sampingan, sementara Luna harus menghadapi tanggung jawab keluarga, terutama ayahnya yang masih lemah. Tapi

i jalan yang ramai dengan pedagang dan orang-orang yang bergegas. Tiba di taman, ia duduk di bangku kayu, menatap orang-orang yang beraktivita

yang tidak dikenal muncul di layar. Lun

berang terdengar tegas dan penuh kepanikan. "Ada yang memant

ngnya berdegup kencang. "

i aku di gedung tua di pinggir kota. Cepat, seb

tahu siapa yang dimaksud, tapi satu hal jelas: bahaya semakin d

ng menatap ponsel dengan wajah tegang, dan tampak gelisah. Ia tidak menanyakan secara langsung, tapi perasaan yang men

akai, dindingnya retak, jendela pecah, dan cat yang mengelupas. D

rtutup bayangan, tapi sorot matanya tajam. "Aku tahu kau berada

iga. "Siapa kau? Ap

a Luna. "Ini bukti. Bukti tentang Arman, Nadia, dan ba

curigai kini nyata di depan matanya. Tubuhnya gemetar, jantungnya terasa seperti berhenti sejenak.

la berat. Reza menatapnya, curiga. "Luna... kau ter

menunda pembicaraan. "Tidak... hany

harus membuka diri sendiri. Malam itu, setelah Reza tertidur, Luna menulis di jurnalnya: "Segalanya semakin rumit. Rahasia yang aku simpan,

lai menyadari bahwa keuangan rumah tangga semakin berat, dan beban yang ditanggung Luna lebih besar daripada yang

i rumah sepupunya, ketukan pintu terdengar seperti detak jantung

ng..." suara Nad

kau kandung, tentang Arman, tentang semua rahasia

k tahu harus bagaimana. Aku tidak ingin kau tersak

i aku perlu kebenaran. Aku harus tahu semuanya sebelum terlambat. Hidu

n, bayi yang dikandung, bahkan tekanan dari keluarga mereka. Luna mendengar semua dengan t

, setiap tatapan, setiap kata yang terucap. Ia tahu ada sesuatu yang disembunyikan, tapi ia tid

etegangan batinnya. Ia sadar bahwa badai yang lebih besar akan datang. Rahasia yang tersembunyi, hubungan yang terlar

nyi, hubungan yang terlarang, dan tanggung jawab yang menumpuk akan segera memaksa Luna menghadapi kebenaran yang tidak bisa i

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Perih Dicintai yang Tak Direstui
Perih Dicintai yang Tak Direstui
“Luna menjalin hubungan asmara dengan Arman sejak mereka duduk di bangku SMA. Lima tahun kemudian, Arman melamar Luna dengan janji setia seumur hidup. Luna menatap cincin itu dengan mata berbinar, yakin bahwa hidupnya akan berjalan sesuai impian. Di sisi lain, Reza adalah tunangan sepupunya, Nadia. Hubungan mereka tampak manis di mata keluarga, penuh tawa dan janji. Tapi nasib punya rencana lain. Di hari pernikahan, Luna justru melangkah menuju altar dengan Reza. Semua tamu terdiam, termasuk Luna sendiri. Hati yang pernah penuh cinta pada Arman kini digantikan oleh rasa takut dan tanggung jawab. Reza bukanlah sosok yang diidam-idamkan, bahkan pekerjaannya tak tetap, namun demi ayahnya yang sakit dan tak bisa menanggung malu, Luna menekan perasaan sendiri dan menerima takdirnya. Sementara itu, Arman dan Nadia, yang selama ini berusaha menjaga jarak, ternyata diam-diam menjalin hubungan di belakang Luna. Hubungan itu kemudian menghasilkan sebuah kehidupan baru yang tersembunyi dari dunia, sebuah rahasia yang tak bisa Luna sentuh. Hari-hari Luna dipenuhi dengan kompromi, penyesalan, dan kesabaran. Menjadi istri Reza adalah pengorbanan yang harus ia lakukan, tapi hatinya selalu menoleh ke masa lalu, ke Arman yang kini jauh dari genggaman. Hidup memang tak selalu adil, dan kadang canda takdir lebih pahit daripada air mata yang pernah jatuh.”
1 Bab 1 bukanlah sosok yang pernah ia impikan2 Bab 2 kesunyian terasa menekan3 Bab 3 suasana muram4 Bab 4 tidak akan berhenti begitu saja5 Bab 5 penasaran6 Bab 6 Rasanya aneh7 Bab 7 malam ini bukan soal bersembunyi8 Bab 8 ruang tamu9 Bab 9 semakin sulit dibaca10 Bab 10 dijadwalkan bertemu11 Bab 11 menguji kesabaran12 Bab 12 Mereka ingin kita tahu kalau tidak ada tempat aman13 Bab 13 amplop putih14 Bab 14 Masih berbaring di tempat tidur dengan lengan dibalut perban15 Bab 15 kelelahan16 Bab 16 sudah merencanakan17 Bab 17 menghantam atap rumah tua18 Bab 18 bisa menjadi ancaman19 Bab 19 Kita butuh sesuatu yang benar-benar mengejutkan20 Bab 20 menimbulkan kesan tenang21 Bab 21 mulai bereaksi lebih cepat22 Bab 22 Diduga Terlibat dalam Kasus Penggelapan Dana23 Bab 23 tanda kehidupan24 Bab 24 menyamarkan keberadaan25 Bab 25 Bagaimana aku bisa yakin ini bukan jebakan