icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Perih Dicintai yang Tak Direstui

Bab 3 suasana muram

Jumlah Kata:1770    |    Dirilis Pada: 09/11/2025

r dari luar jendela, menimbulkan suasana muram yang seakan mencerminkan isi hatinya. Hari ini, sesuatu akan

matanya menahan amarah yang terkumpul, dan sikapnya penuh kewaspadaan. Luna menyadari, Reza mulai menebak bahwa ada

intu ruang tamu. Luna menelan ludah. Ia tahu ini bukan pembicar

n?" Luna mencoba terdengar t

. Aku bisa merasakan ada rahasia yang terus menghantui pikiranmu. Luna... aku bukan anak kecil. Aku t

ni ia bangun. Ia tahu ia tidak bisa lagi menahan semuanya. "Reza... aku... aku tidak

k menyalahkanmu. Aku hanya ingin kau jujur. Tidak ada rahasi

sia bayi mereka, ancaman yang muncul, dan surat-surat misterius yang ia terima. Reza menatapnya lam

nahan semua ini sendiri?" Reza berta

tersakiti. Aku juga tidak ingin pern

ak tahu harus berkata apa. Aku marah, kecewa, tapi... aku juga mengerti. Kau

elewati ini bersama. Aku tidak ingin kehilanganmu. Aku...

udah cukup, Luna. Kau selalu cukup. Dan sekarang,

Ia harus menghadapi Arman dan Nadia secara langsung. Ia tida

akin berat, setiap langkah menuju pintu rumah membuat jantungnya berdebar l

lagi?" Nadia bertan

ini... tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ar

upunya. Nadia menunduk, menelan ludah, dan mulai bercerita lebih lengkap daripada sebelumnya. Ia mengungkapkan teka

wa Arman bukan hanya mengkhianati dirinya, tapi juga memanipulasi Nadia. Rasa s

emua yang ia dengar, tapi ia juga tahu reaksinya bisa berbeda. Ia memilih menu

ah membaca raut wajahnya, tahu bahwa sesuatu telah terjad

Arman... Nadia... ada hal-hal yang aku dengar hari ini. Mereka tidak hanya menyemb

nya tajam. "

yang muncul, serta situasi bayi yang sedang dikandung. Reza mendengarkan de

ng keluarga, tentang masa depan kita, dan tentang bayi itu. Kita harus membuat

ggung jawab baru yang harus ia lindungi. Ia menyadari bahwa pernikahannya dengan Reza bu

adia secara sembunyi-sembunyi, mencoba memanipulasi situasi agar tetap menguntungkan dirinya. Luna harus terus meman

ereka selanjutnya. "Kita harus bersatu, Luna. Aku tidak akan membiarkan mereka merusak hidup

menghadapi kebenaran, dan harus membuat keputusan yang tidak mudah. Tapi untuk pertama ka

Ini adalah pertarungan, tempat di mana kita belajar menghadapi rahasia, pengkhianatan, dan pilihan yang sulit.

aca jendela. Luna menatapnya, merasakan campuran harapan dan ketakutan. Hidupnya mungkin penuh rahasia dan konflik, tapi

an kedamaian. Pikiran tentang malam sebelumnya terus menghantuinya-telepon misterius, langkah-langkah

pa menit kemudian, wajahnya serius, tanpa senyum yang biasanya menenangkan

ncoba tetap tenang.

alah dengan Arman. Aku tidak bisa menunggu l

r. Menunda hanya akan menambah ketega

, foto-foto, dan pesan yang ia kumpulkan selama beberapa hari terakhir. "Aku m

man dan Nadia, rahasia bayi mereka, ancaman yang muncul, dan pesan-pesan misterius yan

r," kata Reza akhirnya, suaranya rendah. "Kita harus mengh

u takut, Reza. Aku takut Arman akan m

nya dengan tegas. "Kau tidak sendiri

man, sementara Luna akan berbicara dengan Nadia. Strategi ini tidak mudah, karena setiap langka

datang untuk bertanya, tetapi untuk menghadapi. Nadia membuka

i?" Nadia berkata,

ku tidak bisa membiarkan ini ter

a ketakutan dan kebohongan di baliknya. "Aku ingin kau jujur. Semua

. aku tidak punya pilihan, Luna. Arman m

sadar, Nadia. Kita semua akan terjebak dalam masalah ini jika terus

hadapi Arman. Ketegangan terasa di udara ketika Arman muncul, wajahny

up dengan permainanmu. Aku tahu semua yang kau

kau bisa menghentikanku? Dunia ini terlalu r

, sementara Arman terus memprovokasi. Ketegangan mencapai puncaknya ketika Arman men

menatap sepupunya dengan tegas. "Ini saatnya kau bertindak be

han menurunkan kepala.

untuk menghadapi Arman bersama Reza. Mereka menyusun strate

Arman yang mulai kehilangan kendali. Semua rahasia terbuka, semua kebohongan terungkap. Arman me

ggung sendirian, kini terbuka. Ia tahu hidupnya tidak akan sama lagi. Ia harus mengha

ut. "Kau kuat, Luna. Kita kuat bersama. Tidak ada ya

n hanya soal cinta atau pengorbanan. Ini tentang keberanian, ke

ega bercampur dengan ketegangan yang masih tersisa, tapi mereka tahu satu hal: mer

merasa damai untuk pertama kalinya setelah minggu-minggu penuh ketegangan. Ia tahu perjalanan masih

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Perih Dicintai yang Tak Direstui
Perih Dicintai yang Tak Direstui
“Luna menjalin hubungan asmara dengan Arman sejak mereka duduk di bangku SMA. Lima tahun kemudian, Arman melamar Luna dengan janji setia seumur hidup. Luna menatap cincin itu dengan mata berbinar, yakin bahwa hidupnya akan berjalan sesuai impian. Di sisi lain, Reza adalah tunangan sepupunya, Nadia. Hubungan mereka tampak manis di mata keluarga, penuh tawa dan janji. Tapi nasib punya rencana lain. Di hari pernikahan, Luna justru melangkah menuju altar dengan Reza. Semua tamu terdiam, termasuk Luna sendiri. Hati yang pernah penuh cinta pada Arman kini digantikan oleh rasa takut dan tanggung jawab. Reza bukanlah sosok yang diidam-idamkan, bahkan pekerjaannya tak tetap, namun demi ayahnya yang sakit dan tak bisa menanggung malu, Luna menekan perasaan sendiri dan menerima takdirnya. Sementara itu, Arman dan Nadia, yang selama ini berusaha menjaga jarak, ternyata diam-diam menjalin hubungan di belakang Luna. Hubungan itu kemudian menghasilkan sebuah kehidupan baru yang tersembunyi dari dunia, sebuah rahasia yang tak bisa Luna sentuh. Hari-hari Luna dipenuhi dengan kompromi, penyesalan, dan kesabaran. Menjadi istri Reza adalah pengorbanan yang harus ia lakukan, tapi hatinya selalu menoleh ke masa lalu, ke Arman yang kini jauh dari genggaman. Hidup memang tak selalu adil, dan kadang canda takdir lebih pahit daripada air mata yang pernah jatuh.”
1 Bab 1 bukanlah sosok yang pernah ia impikan2 Bab 2 kesunyian terasa menekan3 Bab 3 suasana muram4 Bab 4 tidak akan berhenti begitu saja5 Bab 5 penasaran6 Bab 6 Rasanya aneh7 Bab 7 malam ini bukan soal bersembunyi8 Bab 8 ruang tamu9 Bab 9 semakin sulit dibaca10 Bab 10 dijadwalkan bertemu11 Bab 11 menguji kesabaran12 Bab 12 Mereka ingin kita tahu kalau tidak ada tempat aman13 Bab 13 amplop putih14 Bab 14 Masih berbaring di tempat tidur dengan lengan dibalut perban15 Bab 15 kelelahan16 Bab 16 sudah merencanakan17 Bab 17 menghantam atap rumah tua18 Bab 18 bisa menjadi ancaman19 Bab 19 Kita butuh sesuatu yang benar-benar mengejutkan20 Bab 20 menimbulkan kesan tenang21 Bab 21 mulai bereaksi lebih cepat22 Bab 22 Diduga Terlibat dalam Kasus Penggelapan Dana23 Bab 23 tanda kehidupan24 Bab 24 menyamarkan keberadaan25 Bab 25 Bagaimana aku bisa yakin ini bukan jebakan