icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Perih Dicintai yang Tak Direstui

Bab 5 penasaran

Jumlah Kata:1710    |    Dirilis Pada: 09/11/2025

opi di tangan, menatap layar ponsel yang terus bergetar. Pesan demi pesan masuk, sebagian dari tetangga yang penasaran,

unyikan. "Luna... kita harus menghadapi kenyataan. Orang-orang mulai meni

Setiap detik yang berlalu, gosip dan desas-desus semakin menyebar, dan

ya seperti kita dikepung dari segala arah," katanya,

enting: keluarga kita. Kita harus pertemukan mereka, jelaskan semuanya, da

isambut dengan tatapan waspada dan pertanyaan tak terucapkan. Ayah Lun

adi?" suara ayahnya tegas, tapi a

ng terlihat. Ada banyak hal yang terjadi di belakang layar, dan aku ingin menjelaskan sem

rman dan Nadia, rahasia bayi, ancaman yang diterima, bahkan pesan misterius yang baru saja muncul. Aya

mencoba mengatur Nadia agar tetap di sisinya, tetapi Nadia semakin ragu. Ia merasa bersalah, menyadari bahwa

an beberapa tetangga dan teman lama. Luna berbicara dengan tenang, menjelaskan situasi yang sebenarnya, menyampaikan niat b

n: rasa bersalah, ketakutan, dan tanggung jawab yang membebani hatinya. Ia menulis di jurnalnya: "Hari ini aku belajar bahwa menghadapi dunia bukan hany

n melewati ini. Tidak peduli seberapa sulit atau berat, kita teta

ya menghadapi musuh atau tekanan sosial, tetapi juga menghadapi diri sendiri,

s dikirim ke rumah Luna, tanpa nama pengirim, hanya berisi pesan singkat: "Kebenaran belum sele

di ancaman atau kesempatan terakhir untuk menutup babak panjang rahasia yang belum sele

i lampu jalan. Suasana mencekam, setiap langkah bergema di lantai beton

asuk kepercayaanmu pada Reza," su

dak pernah ia bayangkan: tindakan Reza yang selama ini tersembunyi, komunikasi rahasia, dan keputusan yang

Luna. Aku melakukan ini untuk melindungi kita, untuk me

u... aku tidak tahu harus percaya apa. Semua ini membu

ai berpihak pada Luna dan Reza, membuat Arman semakin kehilangan kendali. Ia mencoba memanipulasi si

ohongan terungkap. Luna merasa lega dan sakit sekaligus. Ia tahu hidupnya tidak akan sama lagi,

ota dari jendela. "Luna... kita sudah melewati banyak hal. Masih ada perjalanan panjang, tapi mal

iambil membawa konsekuensi, tetapi malam itu, mereka merasa siap menghadapi dunia,

di kaca jendela. Luna menatapnya, merasakan campuran harapan, ketegangan, dan keberanian. I

Ia berdiri di depan kaca ruang tamu, menatap bayangannya sendiri. Rambut yang sedikit berantakan, mata

i, setiap percakapan yang mereka lakukan, selalu diwarnai ketidakpercayaan dan keraguan. Gosip tentan

. "Luna... hari ini kita harus menghadapi semuanya. Tidak ada

tu untuk ragu. Setiap keputusan yang mereka tunda akan semakin me

untuk menegakkan kebenaran kecil, tapi untuk mengungkap rahasia terbesar yang se

n ketegangan di matanya. Ia menyadari bahwa kekuatannya mulai melemah, dan strategi lama

an memulai, suaranya dingin. "Ada hal-hal yang kau tidak men

harus keluar. Tidak ada lagi rahasia, tidak ada lagi ma

agi. Tapi aku tidak bisa diam. Semua yang selama ini kau sembunyikan harus diketah

en yang selama ini mereka kumpulkan: bukti, foto, pesan, dan catatan rahasia.

okumen itu. Tapi Reza cepat menahannya, menatap dengan tegas

tapi tegas. "Arman... aku tidak bisa membiarkanmu terus memanipul

nuh kemarahan dan ketidakpercay

. Ia tahu bahwa apa pun yang terjadi malam itu akan menentukan segal

hongan yang selama ini tersembunyi. Akhirnya, Arman, meski marah, mulai kehilangan kendali. Bukti-bukti yan

nya, tetapi juga kebingungan. "Aku... aku tidak tahu harus bagaim

rahasia. Setiap tindakan memiliki konsekuensi, dan kau harus mengha

a yang selama ini ditahan, semua kebohongan, akhirnya terbuka. Ia menyadari bahwa hidupnya

naran, beberapa menyesal karena menilai mereka terlalu cepat, dan beberapa tet

k pernah merasa begitu lelah dan lega sekaligus.

l, Luna. Kita belajar, kita bertahan, dan kita menemukan kekuatan yang

Luna menulis di jurnalnya: "Hari ini aku belajar bahwa kebenaran terbesar selalu datang dengan harga yang mahal. Tapi keberanian untuk mengh

inya dalam minggu-minggu penuh ketegangan. Ia tahu perjalanan mereka masih panjang, tetapi malam itu, mereka memiliki

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Perih Dicintai yang Tak Direstui
Perih Dicintai yang Tak Direstui
“Luna menjalin hubungan asmara dengan Arman sejak mereka duduk di bangku SMA. Lima tahun kemudian, Arman melamar Luna dengan janji setia seumur hidup. Luna menatap cincin itu dengan mata berbinar, yakin bahwa hidupnya akan berjalan sesuai impian. Di sisi lain, Reza adalah tunangan sepupunya, Nadia. Hubungan mereka tampak manis di mata keluarga, penuh tawa dan janji. Tapi nasib punya rencana lain. Di hari pernikahan, Luna justru melangkah menuju altar dengan Reza. Semua tamu terdiam, termasuk Luna sendiri. Hati yang pernah penuh cinta pada Arman kini digantikan oleh rasa takut dan tanggung jawab. Reza bukanlah sosok yang diidam-idamkan, bahkan pekerjaannya tak tetap, namun demi ayahnya yang sakit dan tak bisa menanggung malu, Luna menekan perasaan sendiri dan menerima takdirnya. Sementara itu, Arman dan Nadia, yang selama ini berusaha menjaga jarak, ternyata diam-diam menjalin hubungan di belakang Luna. Hubungan itu kemudian menghasilkan sebuah kehidupan baru yang tersembunyi dari dunia, sebuah rahasia yang tak bisa Luna sentuh. Hari-hari Luna dipenuhi dengan kompromi, penyesalan, dan kesabaran. Menjadi istri Reza adalah pengorbanan yang harus ia lakukan, tapi hatinya selalu menoleh ke masa lalu, ke Arman yang kini jauh dari genggaman. Hidup memang tak selalu adil, dan kadang canda takdir lebih pahit daripada air mata yang pernah jatuh.”
1 Bab 1 bukanlah sosok yang pernah ia impikan2 Bab 2 kesunyian terasa menekan3 Bab 3 suasana muram4 Bab 4 tidak akan berhenti begitu saja5 Bab 5 penasaran6 Bab 6 Rasanya aneh7 Bab 7 malam ini bukan soal bersembunyi8 Bab 8 ruang tamu9 Bab 9 semakin sulit dibaca10 Bab 10 dijadwalkan bertemu11 Bab 11 menguji kesabaran12 Bab 12 Mereka ingin kita tahu kalau tidak ada tempat aman13 Bab 13 amplop putih14 Bab 14 Masih berbaring di tempat tidur dengan lengan dibalut perban15 Bab 15 kelelahan16 Bab 16 sudah merencanakan17 Bab 17 menghantam atap rumah tua18 Bab 18 bisa menjadi ancaman19 Bab 19 Kita butuh sesuatu yang benar-benar mengejutkan20 Bab 20 menimbulkan kesan tenang21 Bab 21 mulai bereaksi lebih cepat22 Bab 22 Diduga Terlibat dalam Kasus Penggelapan Dana23 Bab 23 tanda kehidupan24 Bab 24 menyamarkan keberadaan25 Bab 25 Bagaimana aku bisa yakin ini bukan jebakan