icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cemburu yang Tak Pernah Reda

Bab 3 ia sudah ada di halaman

Jumlah Kata:1732    |    Dirilis Pada: 01/11/2025

natap halaman rumah Nadia, merasakan ketenangan yang aneh meski hatinya masih penuh kegelisahan. Beberapa hari terakhir terasa seper

n yang tumbuh liar setelah hujan semalam. Sementara itu, Rafli belum muncul. Biasanya, ia sudah ada di halaman sejak pagi untuk

eras. Alisha menoleh dan terkejut melihat seorang pria setengah baya berdiri di dep

Nadia?" tanyanya d

a tinggal di sini sementara

matanya. "Aku datang untuk

. "Tentang Aida

Rafli. "Aku baru pindah kembali ke lingkungan ini. Aku dengar bocah itu tinggal dengan seorang babysitter ba

enjaganya dengan baik. Tidak

tidak puas. "Baik. Aku

serius. Ia menatap Alisha sebentar sebelum mena

. "Aku hanya ingin memastika

sha merasa hatinya berdebar. Kehadiran orang baru ini membuat su

rumah, meninggalkan aura misterius yang tidak mudah

"Hanya seseorang yang peduli pada Aidan

. Ia merasa bahwa kehadiran orang itu bukan kebetulan, dan

dan kayu, sambil tertawa dan bercanda. Suasana hangat itu membuat Alisha merasa lega. Namun, pikirannya tetap tertuju pada Rafli dan Bapak Re

kopi hangat untuk Alisha. Tanpa banyak bicara, ia duduk di sampingnya, menatap Aidan yang tertawa riang. Ada ketenanga

ba, ponsel Alisha berdering. Nomor tak dikenal mu

ra pria itu t

eku. "Ya...

pi lembut. "Aku harus bicara. Aku tidak aka

g berdiri di sampingnya, diam tapi waspada. Rafli

menjawabnya," u

yang sulit ia abaikan. Ia menutup mata sejenak, menenangkan diri,

n kekecewaan muncul kembali, namun kali ini ia lebih kuat. Ia tidak akan menyerah atau merasa tak

membuka diri, menceritakan detail kehidupannya dengan Aidan dan istrinya yang meninggal. Alisha mendengarkan

bintang. Rafli menatap Alisha, matanya serius. "Aku tidak pernah me

an bisa merasakan ini. Tapi rasanya berbeda ketika kita mencoba mema

terlihat di matanya. Alisha menyadari bahwa hubungan mereka perlahan m

dengan ekspresi lebih serius. Ia membawa dokumen-dokumen yang berkaitan deng

nya tertata dengan baik," uc

. "Baik. Aku aka

ekitar. Rafli tetap tenang, tapi ia bisa merasakan ketegangan yang tidak terlihat. Ia menyadari bahwa un

sha menulis di

a mengusik kedamaian. Tapi aku juga belajar bahwa keberanian bukan hanya tentang menghadapi masa lalu, tapi juga tentang menjag

eolah ikut merasakan ketegangan yang membayangi rumah Nadia. Alisha duduk di tepi sofa, tangan memegang cangkir teh hangat yang baru ia

kau. Hati-hati d

epis rasa takut itu, berusaha fokus pada Aidan yang sedang asyik bermain di taman belakang. Nam

wajahnya lebih tegang dari biasanya. Matanya menatap lurus

pesan itu?"

. "Ya. Tapi aku tidak tahu siapa

i. Ada orang yang mungkin ingin mengganggu kedamaia

erat-ada ancaman nyata yang menghampiri mereka. Alisha merasakan ketegangan yang sama, ta

u Aidan belajar menulis, dan merapikan rumah. Namun bayangan pesan misterius itu terus menghan

a berbicara di balkon, jauh dari telinga

kau juga harus siap. Ada kemungkinan masalah ini datang dari masa laluku,

ku siap," ujarnya pelan,

ranian itu. "Bagus. Karena kita harus menghadapi ini b

rasa jantungnya berhenti sejenak saat melihat nama pengirim yang tidak

a Rafli dengan istrinya, beberapa surat yang terliha

ni kembali ke permukaan.

album itu dengan cepat, menaruhnya di meja. "Ini... masa laluku. Beberapa orang ingin meman

juga merasa semakin dekat dengan pria itu. Ia menyadari bahwa menghadapi

menatap rintik hujan yang menempel di kaca. Aidan tidur nyenyak

a, suaranya bergetar. "Aku takut

t. Tapi kita tidak bisa membiarkan ketakutan menguasai kita. Kit

n berubah menjadi keberanian, karena kehadiran Rafli mem

enemukan seseorang yang mencoba memata-matai rumah Nadia, mengambil gambar Aidan dan Rafli tanpa izi

bangga pada Rafli. Pria itu tidak hanya misterius dan tegas, tapi juga penuh pe

a. Mereka butuh udara segar, jauh dari ancaman yang mengint

Tapi aku melihat keberanianmu, dan itu memb

Kau mengajarkanku bahwa menghadapi ketakutan bukan

. Ada momen hening, di mana dunia di sekitar mereka seakan berhenti. Alisha mer

sha menulis di

a tentang kepercayaan. Rafli mengajarkanku arti kesabaran, perlindungan, dan bagaimana menghadapi masa lalu tanpa menyerah.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cemburu yang Tak Pernah Reda
Cemburu yang Tak Pernah Reda
“Di usianya yang hampir menginjak 31 tahun, Alisha Mariska belum juga menemukan secercah kebahagiaan dalam cinta. Setelah bertahun-tahun mendengar gosip-gosip tetangga dan keluarga yang tak henti-hentinya menanyakan soal jodohnya, Alisha akhirnya menyerah dan menyetujui perjodohan yang diatur orang tuanya. Tanpa sepengetahuannya, pria yang dipilih untuk menjadi calon suaminya ternyata telah beristri. Malang tak dapat ditolak, malam pertama mereka berakhir dengan kekacauan ketika istri sah pria itu datang dan menegurnya di depan mata sendiri. Malu dan kecewa, Alisha pun memutuskan untuk pergi. Dalam pelariannya, ia menemukan sebuah harapan baru-seorang duda beranak satu yang diam-diam telah menarik hatinya. Namun, pria itu bukanlah orang yang mudah didekati. Misterius, dingin, dan hatinya sudah terkunci rapat, masih terbebani luka lama karena kehilangan istrinya yang dulu dikabarkan meninggal saat menyelamatkannya. Alisha, yang tak ingin terus tenggelam dalam rasa malu, menerima tawaran seorang sahabat untuk tinggal sementara di rumahnya. Di sana, sahabatnya juga menawarkan pekerjaan sebagai baby sitter, yang ternyata justru menjadi titik awal perjalanan baru bagi Alisha-satu perjalanan yang mengajarkannya tentang cinta, pengorbanan, dan keberanian untuk membuka hati lagi.”
1 Bab 1 Usianya yang hampir 31 tahun2 Bab 2 Hidup ini penuh luka3 Bab 3 ia sudah ada di halaman4 Bab 4 mengangkat telepon5 Bab 5 halaman belakang6 Bab 6 rasa penasaran7 Bab 7 malam ini sesuatu yang besar akan terjadi8 Bab 8 ada rasa gelisah yang tak bisa ia jelaskan9 Bab 9 Setelah melewati konflik10 Bab 10 keluarga tetap aman11 Bab 11 perhatian12 Bab 12 rahasia lama13 Bab 13 kesibukan14 Bab 14 Setiap kali malam tiba15 Bab 15 tak cukup16 Bab 16 menjatuhkannya17 Bab 17 kebakaran18 Bab 18 insiden19 Bab 19 perubahan jadwal20 Bab 20 Kamu datang lebih pagi21 Bab 21 menumpuk di hati22 Bab 22 perasaan pribadi23 Bab 23 Surabaya