“Di usianya yang hampir menginjak 31 tahun, Alisha Mariska belum juga menemukan secercah kebahagiaan dalam cinta. Setelah bertahun-tahun mendengar gosip-gosip tetangga dan keluarga yang tak henti-hentinya menanyakan soal jodohnya, Alisha akhirnya menyerah dan menyetujui perjodohan yang diatur orang tuanya. Tanpa sepengetahuannya, pria yang dipilih untuk menjadi calon suaminya ternyata telah beristri. Malang tak dapat ditolak, malam pertama mereka berakhir dengan kekacauan ketika istri sah pria itu datang dan menegurnya di depan mata sendiri. Malu dan kecewa, Alisha pun memutuskan untuk pergi. Dalam pelariannya, ia menemukan sebuah harapan baru-seorang duda beranak satu yang diam-diam telah menarik hatinya. Namun, pria itu bukanlah orang yang mudah didekati. Misterius, dingin, dan hatinya sudah terkunci rapat, masih terbebani luka lama karena kehilangan istrinya yang dulu dikabarkan meninggal saat menyelamatkannya. Alisha, yang tak ingin terus tenggelam dalam rasa malu, menerima tawaran seorang sahabat untuk tinggal sementara di rumahnya. Di sana, sahabatnya juga menawarkan pekerjaan sebagai baby sitter, yang ternyata justru menjadi titik awal perjalanan baru bagi Alisha-satu perjalanan yang mengajarkannya tentang cinta, pengorbanan, dan keberanian untuk membuka hati lagi.”