icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cemburu yang Tak Pernah Reda

Bab 2 Hidup ini penuh luka

Jumlah Kata:1930    |    Dirilis Pada: 01/11/2025

a tanah basah menyelimuti taman kecil yang baru ia rapikan. Hari ini terasa berbeda. Ada ketegangan halus

soal menjaga Aidan atau menyesuaikan diri dengan ritme rumah. Ada satu sosok yang selal

tidak tahu apakah ia merasa terganggu atau sekadar menilai kemampuan Alisha sebagai pengasuh. Namun ada sesuatu di sorot matanya yang mem

rjaan, meninggalkan Alisha sendirian menjaga rumah dan Aidan. Tugas yang terlihat m

ar hari ini!" teriak Aidan,

sa. Tapi kalau kau menolak belajar, aku janji akan membuat k

rnyata, Aidan mengunci sendiri dari dalam. Alisha tersenyum tipis. "Ana

is pesan untuk Aidan, mengajak anak itu membuat permainan belajar. Setelah beberapa menit, Aidan ak

ukan hanya mengajarkannya kesabaran, tapi juga membuatnya menyada

ingin, tetapi penuh perhatian. Alisha merasa canggung, sekaligus tergugah. Rafli mengangguk singkat, kemudian berlalu

perasaan yang tidak pernah ia bagi pada siapa pun, tentang ketakutan, harapan, dan rasa penasaran terh

tas belanjaan. "Aku tahu kau sibuk, jadi kubawa

. "Kau... memba

lakukan banyak hal untuk

amun, ia juga menyadari bahwa Rafli tetap menutup sebagian hatin

Ia tidak bisa memungkiri rasa tertarik yang mulai tumbuh, meski tahu bahwa pria itu menyimpan luka mend

aru muncul ketika Daniel-pria yang pernah mengkhianatinya-muncul kembali di kota. Alisha menerim

t hati, atau tetap menutup diri dan fokus pada hidup barunya? Ia tahu keputusan itu ti

kecil: membangun kebun mini di halaman belakang. Proyek itu membutuhkan kerjasama, kesabaran, dan kreativitas. Selama

duli, penuh perhatian, dan memiliki sisi hangat yang jarang terlihat orang lain. Tatapannya lembu

ecara lengkap. Ia selalu mengalihkan pembicaraan saat topik tentang istrinya muncul. Alisha tahu, a

m gazebo kecil sambil menunggu hujan reda. Suasana hening, hanya suara rintik

i kesempatan kedua. Tapi kadang, kita

makna di balik kata-kata itu. "Kesemp

esedihan yang dalam. "Untuk percaya lagi. Untuk me

juga untuknya sendiri. Ia sadar bahwa selama ini ia menutup hatinya karena takut terluka

a momen canggung namun hangat: tangan mereka sesaat bersentuhan, dan keduanya menatap mata masing-masing. Tidak ada k

a. Tapi untuk pertama kalinya sejak lama, Alisha merasa ada harapan. Ada kemungkinan bahwa ia bisa men

ha menulis di c

ski perlahan. Rafli mungkin adalah tantangan terbesar, tapi juga alasan pertama aku merasa hidup ini lay

menatap jendela, melihat tetesan air menuruni kaca, membentuk pola abstrak yang tak bisa ia artikan. Hatinya tidak s

dikenal terus berdatangan, memberi petunjuk samar bahwa masa lalunya tidak akan tinggal diam. Alisha

icara. Jangan

kencang. Ia tahu siapa pengirimnya. Nama itu sela

an payung besar dan melangkah ke toko bahan makanan terdekat. Jalanan licin dan becek, tapi ia tidak p

a menoleh, dan terkejut melihat Rafli berdiri di sana, payung hitam

alan sendiri di hujan der

ng. "Aku bisa kok. Tida

jam. "Aku tidak repot-repot. Aku

pria itu tetap misterius, ada rasa perhatian yang nyata dalam

pingnya sambil mengawasi. Ada ketegangan halus yang terasa di udara. Alisha merasa gugup,

tanya Rafli tiba-ti

a suka. Tapi hanya kalau a

. "Aku akan pastikan

k banyak bicara, tapi setiap tindakannya menunjukkan kepedulian yang tulus. Ha

tu depan diketuk keras. Ia menoleh, dan merasa tubuhnya membeku. Di

Daniel, nada suarany

a maksudmu datang ke sini

jawaban. "Aku hanya ingin bicara. Ad

n. Ia tahu, menghadapi Daniel berarti membuka kembali lu

lisha. "Aku tidak akan menyakit

Rafli muncul dari belakang, wajahnya dingin dan te

ura protektif yang membuat Daniel menahan langkah. Rafli tidak berbicara banya

ingin memberitahumu yang sebenarny

tara Alisha dan Daniel. "Kalau maksudmu menyaki

Hatinya bergetar, meski ia tidak ingin mengakuinya. Ia me

natap lantai dengan hati yang campur aduk. Rafli duduk di sebelahnya, diam

"Terima kasih sudah datang. Aku... aku tidak

irian. Aku di sini. Kau tidak per

seperti obat yang menenangkan luka lama, meski ia

menghadapi masalah sehari-hari. Rafli mulai membuka sedikit demi sedikit masa lalunya. Ia bercerita tentang istrinya yang meninggal karena kec

emahami bahwa cinta bukan hanya tentang rasa suka, tapi juga tentan

teh, Rafli menatap Alisha dengan serius. "Aku tahu

r bahwa masa lalu tidak harus menentukan masa depan. Kita bi

rasa kagum dan haru. "Kau benar. Dan mungkin, k

p misterius, dan masa lalunya terus menghantuinya. Tapi untuk pertama kalinya, Alisha merasa ada hara

sha menulis di

ti meski takut terluka. Rafli adalah tantangan, tapi juga alasan aku merasa hidup ini layak diperjuangkan. Da

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cemburu yang Tak Pernah Reda
Cemburu yang Tak Pernah Reda
“Di usianya yang hampir menginjak 31 tahun, Alisha Mariska belum juga menemukan secercah kebahagiaan dalam cinta. Setelah bertahun-tahun mendengar gosip-gosip tetangga dan keluarga yang tak henti-hentinya menanyakan soal jodohnya, Alisha akhirnya menyerah dan menyetujui perjodohan yang diatur orang tuanya. Tanpa sepengetahuannya, pria yang dipilih untuk menjadi calon suaminya ternyata telah beristri. Malang tak dapat ditolak, malam pertama mereka berakhir dengan kekacauan ketika istri sah pria itu datang dan menegurnya di depan mata sendiri. Malu dan kecewa, Alisha pun memutuskan untuk pergi. Dalam pelariannya, ia menemukan sebuah harapan baru-seorang duda beranak satu yang diam-diam telah menarik hatinya. Namun, pria itu bukanlah orang yang mudah didekati. Misterius, dingin, dan hatinya sudah terkunci rapat, masih terbebani luka lama karena kehilangan istrinya yang dulu dikabarkan meninggal saat menyelamatkannya. Alisha, yang tak ingin terus tenggelam dalam rasa malu, menerima tawaran seorang sahabat untuk tinggal sementara di rumahnya. Di sana, sahabatnya juga menawarkan pekerjaan sebagai baby sitter, yang ternyata justru menjadi titik awal perjalanan baru bagi Alisha-satu perjalanan yang mengajarkannya tentang cinta, pengorbanan, dan keberanian untuk membuka hati lagi.”
1 Bab 1 Usianya yang hampir 31 tahun2 Bab 2 Hidup ini penuh luka3 Bab 3 ia sudah ada di halaman4 Bab 4 mengangkat telepon5 Bab 5 halaman belakang6 Bab 6 rasa penasaran7 Bab 7 malam ini sesuatu yang besar akan terjadi8 Bab 8 ada rasa gelisah yang tak bisa ia jelaskan9 Bab 9 Setelah melewati konflik10 Bab 10 keluarga tetap aman11 Bab 11 perhatian12 Bab 12 rahasia lama13 Bab 13 kesibukan14 Bab 14 Setiap kali malam tiba15 Bab 15 tak cukup16 Bab 16 menjatuhkannya17 Bab 17 kebakaran18 Bab 18 insiden19 Bab 19 perubahan jadwal20 Bab 20 Kamu datang lebih pagi21 Bab 21 menumpuk di hati22 Bab 22 perasaan pribadi23 Bab 23 Surabaya