icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

PERTAMA UNTUK NAIMA

Bab 4 PERTEMUAN

Jumlah Kata:1352    |    Dirilis Pada: 07/12/2021

ulai membuka dua kelopak mata dengan netra coklat gelap. Suara keramaian pagi menyadarkan dari tidurnya,

i temani segelas teh hangat. Naima bersyukur untuk nikmat yang Tuhan beri, tidak perlu mewah tapi mengenyangkan

g melingkar di pergelangan tangannya setengah delapan sudah terlewati. Naima berdoa dalam hati pekerjaan ini masih menjadi rezekinya. Menggigit kukunya sedikit panik, Naima tak henti melihat ke arah depan. Busway yan

ni pengalaman baru, dan hal yang baru. Mendekati meja resepsio

si daftar hadir, nanti akan ada training." Naima belum berkata kata, Tapi sang rese

di terima?" Naima menco

jeng mengulurkan tangannya, ga

rsenyu

ran tangan Ajeng dan mnyamb

u 20 tahun," Ajeng memberik

hun," jawab Naim

nama aja ya?" kata Ajeng menc

b Naima menyetujui. Peserta lain berdatangan,

gai seorang waitress, tapi ia senang. Akhirnya Naima mendapatkan pekerjaan pertamanya. mereka akan di training sebelum cafe mulai beroperasi. Yang memberikan pembekalan bukan bapa

ng. Mereka sudah di bekali dengan kiat-kiat menerima tamu dan melayani tamu. Cafe disini sangat moder

opening. Menu yang akan disajikan tertata dengan rapi di atas meja panjang. Albe a

Jaka mencicipi salah satu menu anda

bakat, tapi masakannya fant

sa sesukses yang di Bandung,"

ncari penolong lo?" Jaka mengal

ang tertutup tas, jadi sepertinya akan susah," keluh Albe melet

lum ada 2 minggu lho!"

udah tau Nama panjangnya," kata Albe sem

ahahaha" ucap jaka asal. Tapi Jaka tertawa, membayangkan Albe m

mempunyai nama seperti perempuan itu." pikirn

daripada main cewek a

terakhir dia mengerjaiku memberikan kartu pass kosong," s

dengan tingkah ajaibnya." keluh Albe hanya menggelen

ng langsung di sanggupinya. Albe mengedarkan pandangan ke penjuru meja. Sebagai penggagas dan pemilik modal terbesa

jah ayu yang menjadi perhatian utamanya. Jaka menyapa semua pegawai dengan ramah. Masing masing sudah memakai seragam, fa

ai atas, Albe memperhatikan sekilas kegiatan para pegawainya. Saat melihat Naima, Albe seperti terseret ke masa 3 hari yang lalu, saat gadis tak dikenal menolong membayar

*

akhirnya merek bekerja 1 hari penuh. Naima merebahkan badannya di kasur kamarnya, tak menyangka melayani orang sangat menyita tenaga. K

i tapi tidak seperti saat grand opening. Saat di ujung lorong Jaka melintas membawa secangkir kopi. Naima tersenyum meny

upiah. Albe berhasil mendapatkan data nama perempuan dengan nama depan Naima dari seluruh Indonesia. Padahal Albe hanya meminta dari wilayah Jakarta, mungkin karena Albe salah c

mempersiapkan keberangkatannya ke Amerika. Saat keluar dari cafe Albe menemukan perem

alanya sedikit terkejut, seperti mengenali, tapi cahay

sekilas. Ia memasang kuda

doh tidak menanyakanmu saat itu,"tutur Albe langsung

enyum sekilas. Lega karena ternyata mere

e mengulurkan tangannya. Nai

n atau kamu mau aku mengembalikan uangmu?" ujar Albe memb

anti apapun," kata Naima mencoba bersikap sopan. Sebenarnya tidak

ngulurkan tangannya. Naima akhirny

ama yang sama dengan penolongnya saat kecelakaan? Juga menolongnya membelikan tik

Naima tertegun, seperti mengenali wajah lelaki asing di hadapannya. Naima me

man merekah di wajah Albe, bidadari tak bersayap, malaikat

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
PERTAMA UNTUK NAIMA
PERTAMA UNTUK NAIMA
“21++ BANYAK ADEGAN BERBAHAYA!!! Naima seorang gadis yatim piatu yang merantau seoranga diri. Kebaikan hatinya dan tanpa pamrih menolong orang membuat Alberico, orang yang Naima tolong jatuh cinta. Mengejar cinta Naima dengan susah payah. Naima tak lantas menerimanya, banyak pertimbangan yang gadis itu pikirkan. Hingga kenekatan membuat Naima menantang Alberico untuk menikahinya secara siri, dan langsung di setujui oleh Alberico. Kehidupan manis dan penuh cinta yang mereka jalani berantakan saat masa lalu Albe bermunculan hingga kesalah pahaman membuat mereka akhirnya terpisah. Apakah penyebab kesalah pahaman itu? Apakah mereka akan bersama kembali?”