icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Wanita Malam

Bab 2 Masuk Rumah Sakit

Jumlah Kata:1008    |    Dirilis Pada: 29/11/2021

gi ke rumah sakit dua kali karna orang-orang yang di sayanginya. Yang pertama karna ayahnya kecelaka

a ibunya ke rumah sakit, kalau terlambat sedetik

ok!" teriaknya menggema

nya Sania di ruang 404. Dengan cepat pamannya berjalan menuju kamar yang sudah di tunjuknya padanya.

langan sosok ibunya membuatnya sangat frustasi. Mulutnya terus melafadzkan

-baik saja," ujar pamannya b

sampai melakukan hal seperti itu Paman? " Pamann

berlari menghampirinya. Matanya ter

?" tanya Tania setelah di

r tidak sanggup jika harus kehilangan ibunya. Sudah cukup dia kehilangan ayahnya sat

ngsung teringat jika adiknya tadi tidak ada di rumah. Dan meninggalk

nggal sendiri?" ujar Sania mengaw

api sebelum aku pergi, aku mel

Bibi ke

gguk mendengar penjelasan Tania. Dia hanya berha

i dulu." Tania hanya menganggu

n dan bibinya. Sania pun mendekat dan mencoba menguping pembicaraan paman dan bibi

inya sendiri. Sania langsung menempelkan daun te

ang kita pulang saja

t. Masak iya kita meninggalkannya begitu saj

Dia pasti bisa merawat ibunya, lagian kalau

a pun bergegas meninggalkan lorong itu. Sania tidak mau menden

Karna tadi suster mencarinya untuk menyelesaikan administrasi terlebih dahulu. Ternya

rus kontrol setiap minggu. Akibat meminum racun tikus tersebut ibunya

i jual untuk biaya kuliah dan pengobatan ibunya. Ternyata biaya rumah sakit

mpai di rumahnya. Dengan mendorong ibunya de

ir Sania. Sania pun langsung membawa ibunya men

k," ujar Bu Lid

ia duduk di tepi kasur, tangannya memegang tangan ibunya dengan sayang, dia pun men

perbuatannya. Harusnya dia berpikir masih ada putri-putrinya yang membutuhkan

but Sania dengan sayang,

lagi. Sania hanya ters

g menyelimuti ibunya dengan selimut tipis, dan be

Sania saat Tania baru ma

umah Bi

apa

h, dan menjelekkan ib

gkat bahunya, tanda dia juga tidak tahu. Sania hanya menghembuskan nafas panjang dengan kelakuan

*

itu pula Sania merawat ibunya. Lambat laun harta yang di tinggalkan ayahny

i harus buat biaya kuliah dan sekolah adiknya. Sania memutuska

karta. Namun banyak perusahaan yang menolaknya. Apalagi selama ini Sania

melamar kerja, namun tidak ada satu perusahaan pun yang menerimanya. Akhirnya S

tu. Dia langsung bergegas melihat ibunya, dia

ring, dan saat ini ibunya sedang menatap

menghampiri ibunya, dan menco

engan pelan Sania mendorong kursi roda tersebut. Setelah sampai di ruang tamu, ibunya meminta San

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Wanita Malam
Cinta Wanita Malam
“Ting...Ting...Ting Bipbipbipbipbip (anggep aja nada dering panggilan) Sania terbangun dari tidur dan meraih hp nya yang dari tadi berdering. Dia kesal karena mengganggu tidur nyenyaknya. Oh ayolah Sania susah sekali untuk bangun, dia lebih suka tidur dan mimpi indah. "Siapa sih ganggu orang tidur aja, bisakan cukup kirim..." ucap Sania sebelum diseberang memotong ucapannya "gue udah udah di depan kos, cepet siap-siap kalau ga kita telat" jawab Gevan. "njirrr gue lupa kalau kak Gevan ngajakin berangkat bareng" batinnya sambil nepuk jidat. Berarti kedepannya dia harus tepat waktu dong berangkat sekolah. "hehe iya kak tunggu ya" ucapnya dan langsung bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Ini kedua kalinya dia tidak mandi karena takut telat. SKIP Mereka pun sampai di parkiran sekolah, Gevan emang tiap hari jadi pusat perhatian apalagi dia murah senyum, membuat cewek - cewek menjerit. Tapi ketika Sania keluar dari pintu mobil sebelah, perhatian mereka semua tertuju ke Sania. Ada yang mencibir, ada yang memuji kalau Sania dengan Gevan sangat serasi. Sedangkan Sania bangga dengan pd nya melambaikan tangan ke arah mereka, dia berasa jadi artis dadakan. Gevan yang malu dengan tingkah Sania pun buru - buru menarik tangan Sania menuju kelas XI IPS2. "Udah sana belajar yang bener jangan bolos" ucap Gevan sambil mengacak rambut Sania. "Oke bos, makasih kak udah jemput dan nganter ke kelas, berasa punya bodyguard, ganteng lagi" jawab Sania Sambil nyengir. "Hahaha ada - ada aja, ya udah sana masuk" suruh Gevan dan dia pun langsung menuju kelasnya yang berada di kelas XII IPA1 Sania pun menuju ke bangkunya dan melihat sahabat yang cengo kecuali Gea. Brakkkk "Iya tau gue emang cantik jadi liatnya biasa aja dong" ucap Sania dengan memukul meja depan Nella. "Anjirrr... Pd banget lo, btw kesambet apaan lo San jadi tepat waktu ke sekolah? Udah gitu bareng kak Gevan lagi" jawab Nella "Iya padahal hari ini ga ada ulangan loh san" tanyak Novi juga "Mungkin jidatnya habis kepentok di jalan" jawab Gea dengan wajah menyebalkannya. "Kepooooo kayak dora, dahlah gue mau lanjut tidur masih ngantuk nih" ucap Sania langsung menelungkup kepala di meja bangku dengan melipat kedua tangannya. ~~~~~~ Di tempat lain Bara sedang mengendarai motor sport nya, dan baru sampai di parkiran. Dari gerbang sudah menjadi pusat perhatian siswa siswi SMA BRAWIJAYA, apalagi ketika Bara membuka helm banyak siswi yang berdecak kagum. "ganteng banget woy murid barunya" "ini mah jodoh gue" "Sungguh indah ciptaanmu Tuhan" "Ya ampun itu manusia apa pangeran" "Aahhhrrrgg matanya sungguh tajam" "Sekolah kita nambah pangeran lagi" "Kalau kata gue ini mah paling ganteng di SMA BRAWIJAYA" Dan banyak lagi pujian yang ditujukan untuk Bara. Bara sudah terbiasa dengan itu dia pun langsung menuju ruang kepala sekolah, sepanjang perjalanan dia muak mendengar pujian untuknya. Tokk tokk tokk Bara mengetuk pintu ruang kepala sekolah "masukk" jawab dari dalam ruangan, Bara pun masuk. "Saya murid baru" ucap Bara dengan wajah datar "Ohh Albara Adipta Brawijaya ya, kamu ada di kelas XI IPS2, dan ini wali kelas kamu ibu Tyas" ucap kepala sekolah. "Mari Bara ibu juga ada jadwal di kelas kamu" ajak bu Tyas kepada Bara, sambil keluar dari ruangan dan menuju kelas yang akan Bara tempati. Sesampainya di kelas, semua kelas XI IPS2 langsung diam saat guru memasuki kelas dan di ikuti Bara. Seketika siswi di dalam kelas heboh karena ada murid baru yang sangat tampan. "Diamm semuanya" ucap ibu Tyas "Kita hari ini kedatangan murid baru, ayo perkenalkan diri kamu" lanjut Ibu Tyas "Nama gue Bara" ucap Bara jelas dan terlalu singkat, ga ada senyum atau apa, wajahnya dingin. Membuat mereka semua yang ada di kelas cengo, cuma satu orang yang tidak terusik dan dia sedang tertidur, Bara melihatnya. "Hanya itu? Ya udah kamu duduk di sebelah Kristan, dan Kristan angkat tangan kamu" ucap bu Tyas Bara pun menuju bangku Kristan melewati bangku Sania dan Novi, ketika sampai di sebelah Sania, dia menendang bangku Sania dan melewatinya. "Anjinggg... Siapa yang ganggu gue" teriak Sania dengan kesal, dia sangat kaget sekaligus pusing malah ada yang mengusik. Dan Novi menyeggol bahu Sania agar diam karena ada guru. "Saniaaa jaga ucapan kamu, ada guru disini !!!" teriak ibu Tyas sekaligus marah. "mati gue" batin Sania, "Maaf bu saya gatau kalau ada ibu" ucap Sania. "Lo ngapa ga bangunin gue sih" bisik nya pada Novil dengan mata mendelik "Aku udah bangunin kamu daritadi, tapi nyuruh dia mau lanjut tidur" Bela Novi pada dirinya. "Daritadi kamu ngapain aja kenapa bisa gatau" tanya Ibu Tyas "Saya fokus membaca bu jadi ga sadar" jawab Sania, alasan yang masuk akal. Sania sangat pintar mencari alasan. "Bohong , dia tidur dari pertama saya masuk" ucap Bara Sania melotot siapa yang berani padanya, dia menoleh ke belakang, dan matanya tambah melotot ketika ada murid baru ganteng tapi sayang dia tetap menyebalkan dari pertama mereka bertemu”
1 Bab 1 Kecelakaan2 Bab 2 Masuk Rumah Sakit 3 Bab 3 Di Jambret 4 Bab 4 Kenalan Dengan Arya5 Bab 5 Vanessa Cemburu 6 Bab 6 Mencari Pekerjaan Untuk Sania7 Bab 7 Baju Bolong