icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aku Kehilangan Bayiku

Bab 12 pemahaman

Jumlah Kata:958    |    Dirilis Pada: 30/06/2025

tas fisik, telah mencapai tingkat pemahaman dan harmoni yang luar biasa. Kisah Maya Paramita dan Reza, yang bermula

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Aku Kehilangan Bayiku
Aku Kehilangan Bayiku
“Ketika suaminya, Reza, mengabaikannya, Maya tetap bertahan dan tersenyum. Bahkan, saat Reza tidak mengakui statusnya di depan umum, Maya tetap mencintai dan mengasihinya. Ia menjadi penguat Reza selama ini. Pengabaian yang selama ini ia terima, kali ini membuat Maya sadar bahwa ia sudah berada di batas cinta. Cinta dan keteguhannya luluh lantak di saat ia harus melahirkan tanpa bantuan satu orang pun. Sang bayi yang masih berlumuran darah itu harus meregang nyawa tepat di depan matanya. Kali ini Maya menyerah. Menyerah akan cintanya, dan menyerah akan rumah tangganya. Namun, tak sekalipun ia berpikir jika pengabaian itu membuatnya kehilangan sang bayi yang menjadi penguatnya selama ini. Jika kehilangan sang anak membuat cinta Maya menghilang, tapi tidak dengan Reza, sang suami. Laki-laki itu merasa kehilangan akan sosok Maya dan sang bayi yang diam-diam ia sayangi. Reza juga sadar satu hal, ia mencintai wanita itu. Wanita yang selalu menemaninya, meskipun ia abaikan. Bisakah Reza kembali mendapatkan cinta dari sang istri? Sementara sang istri sudah jauh berbeda. Wanita itu bahkan terlihat tidak lagi membutuhkan sosoknya dalam hidup.”
1 Bab 1 Enam tahun2 Bab 2 selalu tersenyum3 Bab 3 Bukan kesembuhan4 Bab 4 keheningan5 Bab 5 hidup Maya6 Bab 6 berusia akhir lima puluhan7 Bab 7 tujuan hidup8 Bab 8 bukti nyata9 Bab 9 penyesalan10 Bab 10 membimbing11 Bab 11 tidak hanya dikenang12 Bab 12 pemahaman13 Bab 13 masa lalu14 Bab 14 penderitaan15 Bab 15 ketiadaan16 Bab 16 kelahiran17 Bab 17 denyutan18 Bab 18 kehampaan19 Bab 19 ketiadaan20 Bab 20 tempat21 Bab 21 akan selalu ada22 Bab 22 Kesunyian23 Bab 23 Tak Terpikirkan24 Bab 24 selamanya