“Ketika suaminya, Reza, mengabaikannya, Maya tetap bertahan dan tersenyum. Bahkan, saat Reza tidak mengakui statusnya di depan umum, Maya tetap mencintai dan mengasihinya. Ia menjadi penguat Reza selama ini. Pengabaian yang selama ini ia terima, kali ini membuat Maya sadar bahwa ia sudah berada di batas cinta. Cinta dan keteguhannya luluh lantak di saat ia harus melahirkan tanpa bantuan satu orang pun. Sang bayi yang masih berlumuran darah itu harus meregang nyawa tepat di depan matanya. Kali ini Maya menyerah. Menyerah akan cintanya, dan menyerah akan rumah tangganya. Namun, tak sekalipun ia berpikir jika pengabaian itu membuatnya kehilangan sang bayi yang menjadi penguatnya selama ini. Jika kehilangan sang anak membuat cinta Maya menghilang, tapi tidak dengan Reza, sang suami. Laki-laki itu merasa kehilangan akan sosok Maya dan sang bayi yang diam-diam ia sayangi. Reza juga sadar satu hal, ia mencintai wanita itu. Wanita yang selalu menemaninya, meskipun ia abaikan. Bisakah Reza kembali mendapatkan cinta dari sang istri? Sementara sang istri sudah jauh berbeda. Wanita itu bahkan terlihat tidak lagi membutuhkan sosoknya dalam hidup.”