icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aku Kehilangan Bayiku

Bab 5 hidup Maya

Jumlah Kata:1813    |    Dirilis Pada: 30/06/2025

eberapa kerutan halus di sudut matanya yang justru menambah kedalaman pada ekspresinya. Rambutnya yang hitam legam kini dihiasi uban perak yang tampak seperti benang kebijak

elukis, tetapi juga cara mengekspresikan diri, menyalurkan emosi, dan menemukan keindahan di tengah kesulitan. Ia melihat dirinya di setiap mata anak-a

kelas melukis di luar ruangan, di mana tawa anak-anak memenuhi udara. Ia masih sering melukis sendiri, tetapi karyanya kini lebih banyak mengangkat tema harap

ring berbagi cerita, tawa, dan sesekali air mata. Clara menyaksikan seluruh perjalanan Maya

sambil menyeruput teh hijau di teras.

"Aku hanya berusaha me

biasa," timpal Clara. "Siapa sangka, wanita yang dulu kukenal, yang s

. "Prosesnya panjan

nggenggam tangannya.

ar negeri, fokus pada proyek-proyek kesehatan ibu dan anak di negara-negara berkembang. Sesekali, Clara akan menunjukkan berita atau artikel tentang Reza. Maya akan membacanya, me

-garis tawa dan kebaikan. Uban di rambutnya semakin banyak, tetapi itu hanya menambah aura bijaksana. Ia masih menjalankan perusahaannya dari jarak

ering mengunjungi daerah-daerah terpencil, memastikan bahwa bantuan yang ia berikan benar-benar sampai kepada yang memb

al yang tak pernah hilang dari hatinya: kenangan tentang Maya dan bayi mereka. Setiap kali ia melihat seorang ib

k berani menghubungi Maya lagi, menghormati perpisahan mereka yang damai. Ia hanya bi

man dari Clara. Di dalamnya, ada sebuah buku tentang seni kontemporer Indonesia. Reza membuka buku itu, dan matanya l

yang karyanya mampu menyentuh hati. Ia melihat foto Maya di samping profilnya. Maya terlihat le

irikan. Hatinya menghangat. Maya tidak hanya berhasil untuk dirinya sendiri, tetapi juga u

ditulis oleh Maya tentang inspirasi di balik lukisan

kat untuk menemukan cahaya yang sesungguhnya. Dan bahkan dari kehancuran, bisa tumbuh bunga yan

ginya, perjalanan yang masih ia tempuh. Maya telah menemukan kedamaian itu. Ia telah menemuka

ebuah penerimaan yang tenang. Ia telah membuat kesalahan besar, tetapi ia telah belajar darinya. Dan kini, ia melihat Maya t

njungan dari berbagai pihak, termasuk jurnalis yang ingin meliput kisahnya. S

cerdas. "Kisah hidup Anda sangat menginspirasi. Bisakah Anda mencerit

tidak akan pernah bisa bangkit lagi. Tapi saya belajar bahwa rasa sakit ada

ana Anda me

mengubahnya menjadi energi untuk menciptakan sesuatu yang baru, sesuatu yang lebih baik. M

ernah mengalami tragedi pribadi yang sangat men

setiap kali, ia memilih kata-kata dengan hati-hati. "Ya," katanya pel

a Anda bisa m

belajar untuk memaafkan diri sendiri, karena saya tahu saya sudah melakukan yang terbaik yang saya bisa saat itu." Ia

dengan... ayah dari anak itu?

beda sekarang. Dia juga telah menemukan jalannya sendiri

pentingnya seni dalam pendidikan anak-anak, dan tentang harapannya untuk m

"Anda adalah wanita y

atannya kepada siapa pun. Kekuatan itu ada di dalam dirinya, teru

ya. Ia mendengar bel pintu berbunyi. Ketika ia membuka pintu, ia melihat

kebetulan berada di Jakarta dan ingin mengunjungi Ruma

"Oh, tentu saja.

rgerak di bidang kesehatan ibu dan anak, kebetulan baru saja kembali dari proyek di luar negeri. Ia

dunia," kata Ibu Dewi. "Salah satunya adalah Yayas

ir. "Ya, saya perna

i. "Beliau adalah sosok yang luar biasa. Dedikasinya untuk membant

angguk. "

ri di desa-desa terpencil, memastikan bahwa setiap ibu dan bayi mendapatkan perawatan yang layak. Ia bercerita tentang betapa R

"tetapi saya tahu itu adalah sesuatu yang sangat dalam baginy

n cerita-cerita itu. Justru, ia merasa ada sebuah benang merah yang menghubungkan mereka berdu

a Maya, entah mengapa, pertanyaan it

yang masih beliau bawa dalam hatinya. Beliau sangat merindukan putranya yang meninggal, dan beliau sering menyebutkan bahwa ia tida

sakit, tetapi sebuah kehangatan yang samar. Reza tidak

h Pelangi dan Yayasan Cahaya Harapan. Maya tertarik. Ia melihat potensi

a berdua kini berada di jalur yang sama, meskipun terpisah oleh jarak. Mereka berdua telah mengubah rasa sakit menjadi k

ri. Ia adalah Maya, seorang seniman, seorang guru, seorang dermawan, dan seorang wanita yang telah menemukan kedamaian abadi dalam dirinya sendiri, sebuah kedamaian yang tidak lagi bergantung pada cinta atau pengakuan dari orang lain,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Aku Kehilangan Bayiku
Aku Kehilangan Bayiku
“Ketika suaminya, Reza, mengabaikannya, Maya tetap bertahan dan tersenyum. Bahkan, saat Reza tidak mengakui statusnya di depan umum, Maya tetap mencintai dan mengasihinya. Ia menjadi penguat Reza selama ini. Pengabaian yang selama ini ia terima, kali ini membuat Maya sadar bahwa ia sudah berada di batas cinta. Cinta dan keteguhannya luluh lantak di saat ia harus melahirkan tanpa bantuan satu orang pun. Sang bayi yang masih berlumuran darah itu harus meregang nyawa tepat di depan matanya. Kali ini Maya menyerah. Menyerah akan cintanya, dan menyerah akan rumah tangganya. Namun, tak sekalipun ia berpikir jika pengabaian itu membuatnya kehilangan sang bayi yang menjadi penguatnya selama ini. Jika kehilangan sang anak membuat cinta Maya menghilang, tapi tidak dengan Reza, sang suami. Laki-laki itu merasa kehilangan akan sosok Maya dan sang bayi yang diam-diam ia sayangi. Reza juga sadar satu hal, ia mencintai wanita itu. Wanita yang selalu menemaninya, meskipun ia abaikan. Bisakah Reza kembali mendapatkan cinta dari sang istri? Sementara sang istri sudah jauh berbeda. Wanita itu bahkan terlihat tidak lagi membutuhkan sosoknya dalam hidup.”
1 Bab 1 Enam tahun2 Bab 2 selalu tersenyum3 Bab 3 Bukan kesembuhan4 Bab 4 keheningan5 Bab 5 hidup Maya6 Bab 6 berusia akhir lima puluhan7 Bab 7 tujuan hidup8 Bab 8 bukti nyata9 Bab 9 penyesalan10 Bab 10 membimbing11 Bab 11 tidak hanya dikenang12 Bab 12 pemahaman13 Bab 13 masa lalu14 Bab 14 penderitaan15 Bab 15 ketiadaan16 Bab 16 kelahiran17 Bab 17 denyutan18 Bab 18 kehampaan19 Bab 19 ketiadaan20 Bab 20 tempat21 Bab 21 akan selalu ada22 Bab 22 Kesunyian23 Bab 23 Tak Terpikirkan24 Bab 24 selamanya