icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aku Kehilangan Bayiku

Bab 4 keheningan

Jumlah Kata:1956    |    Dirilis Pada: 30/06/2025

dak lagi menjadi bayangan dari dirinya yang dulu. Ia telah menemukan kembali warna-warni dalam hidupnya, meskipun tidak secerah dulu, namun setidaknya ada. Rumah ne

hkan potret diri yang merefleksikan proses penyembuhannya. Setiap sapuan kuas adalah pelepasan emosi, setiap warna adalah ekspresi dari perjalanan batinnya. Ia bahkan mulai menerima pes

awan di penampungan hewan. Berinteraksi dengan orang lain, meskipun awalnya sulit, perlahan membantunya membuka diri. Ia be

sunyi, ia masih merasakan desiran nyeri di perutnya, atau mendengar tangisan samar bayi yang tak sempat ia jaga. Di saat-saat seperti itu, ia akan pergi ke kebun, duduk di ant

erubah, ia melihatnya dari berita-berita sesekali dan cerita Clara. Ia bahkan merasa sedikit lega bahwa Reza menemukan jalan untuk meneb

hormati di kalangan filantropis. Perusahaan yang ia pimpin kini tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga pada keberlanjutan dan dampak sosial. Ia meluncurkan program-program pel

tidak lagi mengejar pengakuan, melainkan kepuasan batin. Namun, di balik semua kesuksesan barunya, ada kerinduan yang mendalam akan Maya dan

panjang. Ia juga tidak pernah berhenti berharap akan adanya kesempatan kedua, meskipun ia tahu itu adalah harapan yang

bagaimana mata Reza berbinar setiap kali ia menyebut nama Maya, dan bagaimana ada kesedihan yang menda

a akan dilelang untuk mengumpulkan dana bagi program kesehatan ibu dan anak. Ia melihat

nnya. Ini adalah kesempatan, mungkin satu-satunya kesempatan, untuk melihat Maya lagi. Ia mera

rsama Clara. Ia mengenakan gaun sederhana berwarna hijau gelap yang menonjolkan kulitnya yang kini lebih bercahaya. Rambutnya diikat rapi,

esir samar ketika ia melihat nama Reza tercetak di daftar donatur utama acara ter

nja di danau, dengan warna-warna lembut yang memancarkan ketenangan. Beberapa orang da

ktu seolah berhenti. Senyum Reza yang tulus, matanya yang memancarkan kerinduan, dan aura kedewasaan yang men

anya, melihat kekuatan yang terpancar dari dirinya. Ia merasa terharu, namun juga diselimuti rasa bers

eza, suaranya s

za." Suaranya datar,

mereka. Ribuan kata ingin ter

a akhirnya, memecah keheningan. Matan

asih," ja

n kembali hasratmu dalam melukis," lan

tulusan di mata Reza. "Kau jug

yang getir. "Aku mencoba. A

engar dari Clara. Dan aku meliha

gatakannya sekali lagi. Aku sungguh menyesal atas semua yang telah terjadi. Aku minta maaf atas

ya. Rasa sakit itu masih ada, tetapi tidak lagi membakar seperti

berharap kau akan memaafkanku. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku hidup dengan p

kat. Ada kejujuran yang mendalam di mata Rez

Maya, suaranya nyaris berbisik. "

a Maya tidak membencinya. Di sisi lain, fakta bahwa Maya tidak

epalanya. "Aku... aku senang kau baik-ba

rusaha. Aku... aku menemukan

elilingi lukisan-lukisan yang akan dilelang. Seorang paniti

kata Reza. "Selamat

ga," ja

penyesalan, tapi sebuah penerimaan. Ia telah bertemu Reza lagi, dan ia telah melihat perubahan dalam dirinya. Itu adalah p

ghasilkan karya-karya yang lebih matang dan penuh makna. Ia juga mulai mengajar kelas melukis untuk a

membawa sebuah koran. "May, lihat i

yang ia luncurkan untuk membangun rumah sakit bersalin gratis di daerah terpencil. A

ta Clara. "Dia bahkan menjual sebagian besar

buah dedikasi untuk menebus kesalahannya di masa lalu. Ia merasakan sedikit kebanggaan yang

l yang masuk ke ponsel Maya. Ia

al

terdengar canggung, namun ad

lama sekali Reza tida

u," kata Reza. "Aku hanya... aku i

rdiam,

yang lama. Aku akan fokus pada proyek-proyek sosialku di

dak menyangka Reza akan pergi begitu

rang. "Kau adalah bagian terpenting dalam hidupku. Dan aku akan selalu berterim

anjang. Maya tidak ta

a," lanjut Reza. "Aku berharap kau menemuka

uaranya nyaris berbisang. "Sem

ata Reza. "Selama

tinggal

ke depan. Sebuah akhir. Sebuah penutupan yang sesungguhnya. Reza telah p

ang. Lukisannya tidak lagi hanya dipajang di galeri kecil, tetapi juga di galeri-galeri ternama. Ia sering diundang u

n: cinta dari teman-teman, dari keluarga, dari anak-anak didiknya, dan dari alam. Ia sering menghabiskan waktu di kebunnya, merawat bunga-bunga yang kini mekar den

asa. Pria itu tampak familiar. Ia menatap lebih dekat, dan menyadari bahwa itu adalah Reza. Reza terlihat lebih tua, dengan beb

. Reza bahagia. Ia telah menemukan keb

gantikan oleh ekspresi terkejut, kemudian kerinduan yang mendala

sama lain, dan menerima kenyataan bahwa hidup telah membawa mereka ke jalan

ah selamat. Bunga-bunga dalam dirinya telah kembali mekar, tidak sempurna, tetapi indah dalam ketidaksempurnaannya. Ia adalah bukti bahwa bahkan dari kehancuran yang paling dalam sekal

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Aku Kehilangan Bayiku
Aku Kehilangan Bayiku
“Ketika suaminya, Reza, mengabaikannya, Maya tetap bertahan dan tersenyum. Bahkan, saat Reza tidak mengakui statusnya di depan umum, Maya tetap mencintai dan mengasihinya. Ia menjadi penguat Reza selama ini. Pengabaian yang selama ini ia terima, kali ini membuat Maya sadar bahwa ia sudah berada di batas cinta. Cinta dan keteguhannya luluh lantak di saat ia harus melahirkan tanpa bantuan satu orang pun. Sang bayi yang masih berlumuran darah itu harus meregang nyawa tepat di depan matanya. Kali ini Maya menyerah. Menyerah akan cintanya, dan menyerah akan rumah tangganya. Namun, tak sekalipun ia berpikir jika pengabaian itu membuatnya kehilangan sang bayi yang menjadi penguatnya selama ini. Jika kehilangan sang anak membuat cinta Maya menghilang, tapi tidak dengan Reza, sang suami. Laki-laki itu merasa kehilangan akan sosok Maya dan sang bayi yang diam-diam ia sayangi. Reza juga sadar satu hal, ia mencintai wanita itu. Wanita yang selalu menemaninya, meskipun ia abaikan. Bisakah Reza kembali mendapatkan cinta dari sang istri? Sementara sang istri sudah jauh berbeda. Wanita itu bahkan terlihat tidak lagi membutuhkan sosoknya dalam hidup.”
1 Bab 1 Enam tahun2 Bab 2 selalu tersenyum3 Bab 3 Bukan kesembuhan4 Bab 4 keheningan5 Bab 5 hidup Maya6 Bab 6 berusia akhir lima puluhan7 Bab 7 tujuan hidup8 Bab 8 bukti nyata9 Bab 9 penyesalan10 Bab 10 membimbing11 Bab 11 tidak hanya dikenang12 Bab 12 pemahaman13 Bab 13 masa lalu14 Bab 14 penderitaan15 Bab 15 ketiadaan16 Bab 16 kelahiran17 Bab 17 denyutan18 Bab 18 kehampaan19 Bab 19 ketiadaan20 Bab 20 tempat21 Bab 21 akan selalu ada22 Bab 22 Kesunyian23 Bab 23 Tak Terpikirkan24 Bab 24 selamanya