icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aku Kehilangan Bayiku

Bab 3 Bukan kesembuhan

Jumlah Kata:2221    |    Dirilis Pada: 30/06/2025

kepergiannya dari apartemen Reza, Maya mulai merasakan sedikit pergeseran dalam dirinya. Bukan kesembuhan, bukan kebahagiaan, tetap

abiskan berjam-jam di bawah sinar matahari, menyentuh tanah, merasakan kehidupan yang tumbuh di antara jari-jarinya. Ia menemukan sedikit ketenangan dalam rutinitas itu, d

tang, membawa makanan sehat, atau sekadar mengajak Maya berjalan-jalan di seki

elan, "aku membaw

tapan matanya ma

ah amplop putih dari ta

ah itu adalah racun. Wajahny

aknya, berikan dia kesempatan untuk dideng

an kebencian yang masih tersisa. Akhirnya, dengan tangan gemetar, ia meraih amplop itu. Ia tidak

, lalu berpamitan pulang, meninggal

ut jantungnya yang berdetak lebih cepat. Rasa takut bercampur dengan rasa ingin tahu. Apa yang akan Rez

a, ada sesuatu yang bergejolak. Kata-kata penyesalan Reza, pengakuannya tentang ketidakmampuannya mencintai, tentang kebutaannya terhadap perasaannya, tentang rasa b

aneh. Kelegaan karena Reza akhirnya mengakui kesalahannya, kelegaan karena ia tidak lagi harus memikul beban itu sendirian. Namun, kelegaan

n membalasnya. Ia tidak akan menemuinya. Ia tidak akan memberikan Reza kesempatan l

ginya. Ia merasa sedikit lebih ringan setelah menuangkan semua perasaannya. Namun, ketiadaan respon

u kembali padanya. Tapi ia bisa mengubah dirinya sendiri. Ia bisa menjadi orang yang lebih baik, orang

an perasaannya dengan jujur, dan untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang lain. Ia mulai memperbaiki hubungannya dengan keluarganya, de

setiap kali ia melihat senyum di wajah anak-anak itu, sebuah kebahagiaan yang tulus dan tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia juga mulai menyumbangkan sebagian besar penghasilannya untuk or

-barang bayi yang pernah Maya beli: sepasang sepatu bayi mungil, topi rajut berwarna pastel, dan sebuah selimut lembut. Reza mengambil selimut itu

at ia peluk, untuk Maya yang ia hancurkan, dan untuk dirinya sendiri yang begitu bodoh. Ia mena

adikannya motivasi untuk berubah, untuk menjadi orang yang lebih baik, orang yang pantas mendapatkan pengampunan, meskipun pengampunan itu m

rjaan itu memberinya tujuan, sebuah fokus yang mengalihkan perhatiannya dari kehampaan. Ia juga mulai melukis lagi, sebuah hobi yang dulu ia tinggalkan setelah menikah. Kanvas-k

ya yang tertutup. Mereka sering menghabiskan waktu bersama, berbicara tentang hal-hal sepele, atau han

sebuah majalah. "May, lihat ini,"

ntang bagaimana ia kini aktif dalam kegiatan sosial, tentang bagaimana ia mendedikasikan dirinya untuk membantu ana

ut, bercampur dengan rasa penasaran. Reza telah berubah. Ia tidak lagi terlih

ya. "Aku tahu kau tidak peduli, tapi aku melihatnya sendiri. Dia seri

ma. Apakah perubahan itu nyata? Atau apakah itu hanya topeng baru yan

rnet. Ia menemukan banyak artikel dan wawancara yang memuji Reza atas karyanya. Ia melihat video Reza berint

na ia tidak pernah mendapatkan Reza yang seperti ini. Rasa sak

ng lebih besar. Ia telah menemukan kedamaian dalam memberi, dalam membantu orang lain. Ia masih merindukan Maya setiap hari, merindukan

ucapkan terima kasih atas semua yang pernah Maya berikan padanya, dan untuk meminta maaf sekali lagi. Ia tahu bahwa

at Clara. Mereka saling menyapa, dan Clara tersenyum padanya.

baca suratmu,"

erdebar kencan

ak mengatakan apa-apa. Tap

ik-baik saja?" tanya Rez

ka itu terlalu dalam. Tapi dia sudah mulai melukis

enuhnya tenggelam. "Aku... aku ingin melihatnya, Clara. Han

ata Reza. "Aku tidak bisa berjanji, Reza. T

rima kasih, Clara. T

hwa Maya masih terluka, tetapi ia juga melihat perubahan yang nyat

ka sedang minum teh di dapur.

kirnya. "Aku sudah b

nya ingin melihatmu, memastikan kau ba

antu orang lain. Ia memikirkan surat yang Reza tulis, kata-kata penyesalan yang jujur. Ap

ik Maya, suaranya rapuh. "Ak

harus kembali padanya. Tapi mungkin, melihatnya, mendengar apa ya

ya. Ia memang membutuhkan penutupan. Ia membutuhkan akhir da

memikirkannya," k

m tipis. Itu a

n karena ia ingin kembali padanya, tetapi karena ia membutuhkan penutupan. Ia membutuhkan untuk melihatn

datang lebih awal, duduk di sudut, dan menunggu. Jantungnya

ih kurus, tetapi ada aura ketenangan dan kedewasaan di sekelilingnya. Matanya

, wanita yang kini terlihat begitu rapuh namun juga begitu kuat. Ada rasa sakit yang men

ngan menggantung di antara mereka. Reza tidak tahu harus berk

ngin bertemu denganku,"

, Maya. Untuk semuanya. Untuk semua rasa sakit yang tela

reaksi. Ia ha

endapatkan pengampunanmu. Tapi aku ingin kau tahu, aku sungguh menyesal. Aku telah berubah. Aku telah belajar.

dalam suara Reza. Ia melihat penyesalan di matanya. T

suaranya nyaris tak terdengar. "Aku tidak bisa melu

k memintamu untuk memaafkanku. Aku tidak memintamu untuk kembali padaku. Aku hanya ingin ka

buah kelembutan yang sudah lama tidak ia rasakan. "Aku hany

kau bisa menemukannya. Aku akan pergi sek

, merasakan sebuah beban yang sedikit terangkat dari pundaknya. Itu bukan penutupan yang ia harapkan, bukan rek

apakah ia akan pernah bisa benar-benar pulih. Tapi ia tahu satu hal: ia akan terus berjalan. Ia akan terus mencari kedamaian, mencari kebahagiaan, mencari dirinya sendiri. Jejak kaki di pa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Aku Kehilangan Bayiku
Aku Kehilangan Bayiku
“Ketika suaminya, Reza, mengabaikannya, Maya tetap bertahan dan tersenyum. Bahkan, saat Reza tidak mengakui statusnya di depan umum, Maya tetap mencintai dan mengasihinya. Ia menjadi penguat Reza selama ini. Pengabaian yang selama ini ia terima, kali ini membuat Maya sadar bahwa ia sudah berada di batas cinta. Cinta dan keteguhannya luluh lantak di saat ia harus melahirkan tanpa bantuan satu orang pun. Sang bayi yang masih berlumuran darah itu harus meregang nyawa tepat di depan matanya. Kali ini Maya menyerah. Menyerah akan cintanya, dan menyerah akan rumah tangganya. Namun, tak sekalipun ia berpikir jika pengabaian itu membuatnya kehilangan sang bayi yang menjadi penguatnya selama ini. Jika kehilangan sang anak membuat cinta Maya menghilang, tapi tidak dengan Reza, sang suami. Laki-laki itu merasa kehilangan akan sosok Maya dan sang bayi yang diam-diam ia sayangi. Reza juga sadar satu hal, ia mencintai wanita itu. Wanita yang selalu menemaninya, meskipun ia abaikan. Bisakah Reza kembali mendapatkan cinta dari sang istri? Sementara sang istri sudah jauh berbeda. Wanita itu bahkan terlihat tidak lagi membutuhkan sosoknya dalam hidup.”
1 Bab 1 Enam tahun2 Bab 2 selalu tersenyum3 Bab 3 Bukan kesembuhan4 Bab 4 keheningan5 Bab 5 hidup Maya6 Bab 6 berusia akhir lima puluhan7 Bab 7 tujuan hidup8 Bab 8 bukti nyata9 Bab 9 penyesalan10 Bab 10 membimbing11 Bab 11 tidak hanya dikenang12 Bab 12 pemahaman13 Bab 13 masa lalu14 Bab 14 penderitaan15 Bab 15 ketiadaan16 Bab 16 kelahiran17 Bab 17 denyutan18 Bab 18 kehampaan19 Bab 19 ketiadaan20 Bab 20 tempat21 Bab 21 akan selalu ada22 Bab 22 Kesunyian23 Bab 23 Tak Terpikirkan24 Bab 24 selamanya