icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Luka & Keegoisan

Bab 4 berusaha mengabaikan tatapan Elian

Jumlah Kata:646    |    Dirilis Pada: 29/01/2025

erat daripada yang ia bayangkan, seakan beban masa lalu terus membebaninya, menuntut perhatian, memaksanya untuk kembal

arinya? Kenapa ia tidak bisa benar-benar melepaskannya? Lina berusaha mengusir pertanyaan itu dari pikira

a di kantor terasa asing, meski sudah pernah ia lewati dulu. Ruangan ini tidak berubah-tetap dengan tatanan y

rgabung dengan rapat yang akan dimulai dalam beberapa menit. Lina menghela napas, berusaha untuk mengalihkan pikiranny

k ke arah pintu masuk, ia tidak bisa menghindari perasaan bahwa Elian sedang memperhatikannya dari kejauhan. Meskipun dia tidak terlihat di sana, ra

etik terasa seperti menit, setiap kata yang keluar dari mulut rekan-rekannya terasa seperti beban tambah

a menebak siapa itu. Elian. Tatapan matanya langsung tertuju pada Lina, seolah dia tidak p

belumnya, namun tetap menggema di ruang itu. "Aku

u. Ia ingin menolak, ingin berlari dari situasi ini. Tetapi, tatapan Elian yang tajam dan penuh perhit

uangannya. Tidak lama kemudian, Elian muncul di depan pintu. Ia masuk ta

enuh dengan tekanan. "Kau tidak bisa terus menghindar. Aku sudah

nginkan, Elian?" Ia mengucapkannya dengan suara yang hampir tak terdengar, namun penuh dengan kep

a merasakan udara di sekitarnya semakin panas, seolah seluruh dunia menyempit di an

jawab Elian dengan suara yang lebih rendah.

bencian, kebingungan, dan sedikit kerinduan yang tak ia ingin

membiarkanmu pergi tanpa memberikan kita kesempatan. Kau berhak mend

awah tatapannya. Apakah ini saatnya? Apakah

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Luka & Keegoisan
Luka & Keegoisan
“Lina Damaris Adelia menghabiskan sembilan tahun untuk melupakan sosok Elian Zayn Anderson yang pernah menjadi pusat hidupnya, namun juga sumber luka yang mendalam. Namun, sepertinya nasib tidak berpihak padanya. Tanpa diduga, Lina terpaksa berhadapan dengan pria yang selama ini berusaha ia hindari. Tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa setelah kembali ke kota ini, dia harus bekerja di perusahaan yang dimiliki oleh Elian. Lalu, pertanyaan pun muncul-bisakah Lina menghadapinya dengan sabar, menanggapi sikap Elian yang penuh keangkuhan dan egonya? Atau, mungkin inilah kesempatan mereka untuk memperbaiki segala yang rusak di antara mereka? Apa yang akan terjadi ketika perasaan lama mulai menguji batas kesabaran mereka?”