icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Luka & Keegoisan

Bab 5 Lina merasa dinding pertahanannya mulai runtuh

Jumlah Kata:631    |    Dirilis Pada: 29/01/2025

a terasa seperti senjata, menembus hatinya yang sudah rapuh, membuatnya terguncang di setiap sudutnya. Seperti bada

rak, penuh dengan perasaan yang sulit ia ungkapkan. "Kenap

a sesuatu yang lebih gelap dalam tatapannya, sesuatu yang sulit diabaikan. Ia tidak bisa lagi melihat Elian hanya seba

a terhentak. "Aku tidak pernah melepaskanmu, Lina. Aku hanya... menunggu. Aku men

ku tidak akan kembali. Aku tidak bisa kembali k

ir tidak ada. "Kau tahu itu tidak benar," katanya, suaranya penuh dengan penekanan yang me

bersama Elian. Tetapi, saat matanya bertemu dengan mata Elian, ia merasa seperti terjebak dalam jaring ta

suaranya hampir tak terdengar, namun penuh dengan keraguan yang

penuh dengan janji yang membingungkan. "Kita akan memperbaiki semuanya. Kita aka

i antara perasaan yang ia coba lupakan dan kenyataan yang tak bisa ia hindari. Apa yang seharusnya ia lakukan? Menghancurkan semu

Ada kehangatan di dalam sentuhannya, seolah menariknya ke dalam dunia yang tidak bisa ia kendalikan. L

nuh dengan rasa serius. "Ini tentang kita berd

inya. Ia sudah cukup-cukup dengan permainan ini. "Aku tidak bisa lagi, Elian." Suaranya tegas,

ja. "Kau akan mengerti, Lina. Aku han

n lagi. "Kau tidak mengerti, Elian," ia berbisik, lebih pada dirinya sendiri daripada pad

um itu bukanlah tanda kemenangan, melainkan awal dari sesuat

a bergerak lebih lambat. Elian tidak berhenti mengawasinya, dan Lina tahu bahwa meskipun ia mencoba untuk me

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Luka & Keegoisan
Luka & Keegoisan
“Lina Damaris Adelia menghabiskan sembilan tahun untuk melupakan sosok Elian Zayn Anderson yang pernah menjadi pusat hidupnya, namun juga sumber luka yang mendalam. Namun, sepertinya nasib tidak berpihak padanya. Tanpa diduga, Lina terpaksa berhadapan dengan pria yang selama ini berusaha ia hindari. Tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa setelah kembali ke kota ini, dia harus bekerja di perusahaan yang dimiliki oleh Elian. Lalu, pertanyaan pun muncul-bisakah Lina menghadapinya dengan sabar, menanggapi sikap Elian yang penuh keangkuhan dan egonya? Atau, mungkin inilah kesempatan mereka untuk memperbaiki segala yang rusak di antara mereka? Apa yang akan terjadi ketika perasaan lama mulai menguji batas kesabaran mereka?”