icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Luka & Keegoisan

Bab 3 kini datang seperti badai

Jumlah Kata:639    |    Dirilis Pada: 29/01/2025

alikan. Setiap kata Elian seperti pisau tajam yang menusuk hatinya. Tidak ada yang bisa melupakan, katanya. Dan itu benar-bagaimana mungkin

menahan emosinya, namun suara itu terdengar rapuh,

atkan Lina pada kenyataan yang tak dapat ia hindari. "Kau tidak bisa, atau kau tidak mau?" katanya, suarany

kau tidak bisa berhenti, Elian?" tanya Lina dengan suara yang bergetar, namun penuh amarah. "Kenapa

ampir tidak ia kenali, dia berkata, "Karena kau masih penting bagi aku, Lina. Kau mungkin sudah pergi, ta

kit itu-tiba-tiba runtuh begitu saja. Apakah itu cinta? Ataukah sekadar keinginan untuk menguasai? Lina tidak

mosi yang datang begitu mendalam. "Apa yang kau ing

yaan yang keluar dari bibir Lina. "Aku ingin kita kembali seperti dulu, Lina. Aku ingin ki

api setiap kata Elian membuatnya terdiam. Lembut, penuh rasa bersalah, dan dengan sedikit kebanggaan yang suli

diri. "Aku tidak bisa kembali ke masa itu, Elian. T

Ada rasa tanggung jawab, ada kebanggaan yang dia sembunyikan di balik matanya yang dingin. Da

ata, suaranya lebih lembut. "Tapi, jangan lupaka

dengan perasaanku, Elian," ucapnya perlahan, wajahnya memerah, teta

nnya sendiri. "Jika itu yang kau inginkan," katanya dengan suara yang lebih lembut, mes

uh kembali dalam perangkap Elian. Tapi satu hal yang ia tahu-kembali bekerja di perusahaan ini tida

memanggilnya lagi. "Lina..." suara

ni menoleh, namun hatin

cara lainnya," Elian berkata, dan suaranya p

ar dengan langkah yang lebih cepat. Ia ta

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Luka & Keegoisan
Luka & Keegoisan
“Lina Damaris Adelia menghabiskan sembilan tahun untuk melupakan sosok Elian Zayn Anderson yang pernah menjadi pusat hidupnya, namun juga sumber luka yang mendalam. Namun, sepertinya nasib tidak berpihak padanya. Tanpa diduga, Lina terpaksa berhadapan dengan pria yang selama ini berusaha ia hindari. Tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa setelah kembali ke kota ini, dia harus bekerja di perusahaan yang dimiliki oleh Elian. Lalu, pertanyaan pun muncul-bisakah Lina menghadapinya dengan sabar, menanggapi sikap Elian yang penuh keangkuhan dan egonya? Atau, mungkin inilah kesempatan mereka untuk memperbaiki segala yang rusak di antara mereka? Apa yang akan terjadi ketika perasaan lama mulai menguji batas kesabaran mereka?”
1 Bab 1 Terlihat modern dengan sentuhan elegan2 Bab 2 seolah ada batu besar yang menghimpit dadanya3 Bab 3 kini datang seperti badai4 Bab 4 berusaha mengabaikan tatapan Elian5 Bab 5 Lina merasa dinding pertahanannya mulai runtuh6 Bab 6 masih mencoba menariknya kembali7 Bab 7 Apa yang harus ia lakukan 8 Bab 8 Lina merasa seperti terjebak dalam lingkaran9 Bab 9 berhenti sejenak10 Bab 10 Hari-hari berlalu11 Bab 11 terasa lebih ringan12 Bab 12 Ada kedamaian yang perlahan menggantikan13 Bab 13 ia tidak bisa menghindar14 Bab 14 Beberapa minggu setelah percakapan malam15 Bab 15 kembali fokus pada pekerjaannya16 Bab 16 batasan yang ketat17 Bab 17 Lina merasa kehidupannya mulai kembali stabil18 Bab 18 suasana di apartemen itu tetap canggung19 Bab 19 Lina menutup telepon dengan perasaan tercabik-cabik20 Bab 20 berusaha meresapi semua yang baru saja ia dengar21 Bab 21 Lina merasa kelelahan yang mendalam22 Bab 22 ada keraguan yang jelas23 Bab 23 kebenaran itu pahit24 Bab 24 pikirannya tidak bisa lepas dari apa yang terjadi25 Bab 25 Gabriel memberikan penjelasan yang begitu mendalam26 Bab 26 Mimpi-mimpi tentang masa lalunya27 Bab 27 keluarganya terlibat dalam dunia yang jauh lebih gelap28 Bab 28 Mereka menginginkanmu sebagai bagian dari rencana29 Bab 29 dinding-dinding itu semakin rapat dan mengurungnya30 Bab 30 Mobil melaju dengan kecepatan tinggi