icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bunga Matahari Milik Amora

Bab 2 Amora, Gadis Kecil Ayah

Jumlah Kata:1663    |    Dirilis Pada: 01/01/2025

menangis, senyumnya selalu merekah. Bukan harta benda yang membuat Amora bahagia, melainkan kasih sayang t

jalani semuanya dengan penuh kesabaran. Di tengah kesedihan kehilangan sang istri, ia menemuk

*

sabar ingin segera menggendong putrinya. Tak lama kemudian, muncullah sosok mungil dengan rambut dikepang dua dan ta

Ayah yang selalu melindungi Amora!" ujarnya sambil menunjuk gambar beruang terbesar. "Ini Bunda, cantik sekali, rambutnya panjang dan berkilau," lanjutnya, menunju

ngambil kertas itu, matanya tertuju pada coretan-coretan berwarna yang penuh makna. "W

a menatap gambar beruang yang melambangkan ibunya dengan tatapan kosong, seolah mencari sosok yang t

enatap Galuh dengan penuh harap. Galuh mengusap lembut rambut putrinya. Bagaimana mungkin ia bisa menjelas

aluh, berusaha mengalihkan perhatian putrinya. Hatinya mencelos mendengar pertanyaan polos Amora.

nar-binar, menunjuk es krim di etalase. Wajahnya merekah b

ngat, matanya berbinar-binar. Ia sudah tidak sabar ingin me

balik senyum itu, Galuh memendam beban pikiran yang cukup berat. Ia memikirkan bagaimana caranya memberikan Amora kehidupan

enyambutnya dengan hangat. Di rumah, Amora selalu dikelilingi oleh kasih sayang. Neneknya yang menya

Amora. Mata bulatnya berkilau penuh rasa ingin tahu. Amora pun mulai bercerit

ecilnya. Dengan penuh semangat, ia mengeluarkan sebuah kertas gambar yang dipenuhi coretan war

bergetar. Ia menatap gambar tiga beruang itu dengan sedih, lalu memeluknya erat-erat. "Amora sayang Bunda," gumamnya

bar ini," ucap Galuh lembut, sambil mengusap lembut rambut Amora. Matanya berkaca-kaca, berusaha menyembunyika

Bi Inah. Meski sudah besar, Amora masih suka dibantu Bi Inah saat mengganti baju. Bi Inah tahu betul kalau

"Apa kamu nggak kasian liat Amora? Dia juga butuh sosok ibu. Sudah lama kita menyarankan kamu untuk menikah lagi."

jahnya, menghindari tatapan penuh harap dari ibunya. "Lagipula, Amora juga nggak mempermasala

u bahas gambar itu?" tanya Maya dengan nada kecewa. Ia menggelengkan kepala, tidak

indari tatapan ibunya. "Aku juga butuh waktu buat bisa menerima kenyataan ini.

ini juga buat kepentingan Amora. Lagian Kinan juga meninggal udah lewat lima tahun yang lalu. Kapan k

liat kehidupan kami yang lagi banyak masalah dan berakhir Kinan yang ngalah!" bentak Galuh, wajahnya memerah pa

bisnis Papa. Kinan itu segalanya, Ma," suaranya meredam, kemudian sunyi. Galuh membuktikan cinta yang sejati pad

as, lalu berbalik dan melangkah pergi. Ia meninggalkan Galuh yang

lebih baik. Hanya saja semua orang tidak tahu bahwa begitu berat bagi Galuh untuk merelakan tempat istimewa Kinan untuk wanita lain. Galuh paham dia juga

s kecil itu berlari menghampiri ayahnya, sambil mengangkat kedua tangannya ke

, sayang?" kata Galuh, suaranya lembut. Rasa bersalah menyeruak dalam hatinya. Terlalu lama Galuh

tentu membuat Galuh gemas. Dia tertawa melihat Amora yang penuh tepung. Gadis kecil itu selalu bertingkah ingin

kue," kata Galuh sambil membersihkan tepung di pipi Amora. Gadis kec

nya tumpah semua ke badan Amora." Kata Amora dengan nada sedikit kesal. Gadis kecil it

Terkadang adanya Galuh tidak terlalu menarik bagi Kinan untuk dimintai bantuan, Kinan lebih suka mandiri. Sifat

cak rambut Amora. Gadis kecil itu mengangguk antusias. Momen

ningnya. Ia menatap Galuh dengan tatapan ragu. Gadis kecil itu

h sambil mencubit gemas hidung Amora. Mata mereka bertemu, saling melempar seny

ng juga berperan sebagai ibu, tahu betul bagaimana cara membuat putrinya ceria. Dengan sedi

l melonjak kegirangan. Hidungnya mencium aroma manis kue yang

Amora menaburkan coklat chip secara acak di atas permukaan kue, menciptakan pola yang unik dan penuh warna. Melihat putrinya begitu bersemangat, Galuh tersenyum lembut. Ia teringat

ang. Dengan kuncir dua di rambutnya, Amora tampak menggemaskan sekali. Mereka berdua lalu duduk di kursi teras

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bunga Matahari Milik Amora
Bunga Matahari Milik Amora
“Sejak Kinan pergi, hidup Galuh terasa seperti film yang diputar mundur. Setiap sudut rumahnya mengingatkannya pada momen-momen indah bersama Kinan. Dulu, ia tak pernah menyangka pertemuan singkat itu akan mengubah hidupnya sedemikian rupa. Kini, ia baru sadar betapa berartinya Kinan dalam hidupnya. Jika orang berkata jodoh adalah anugerah, maka bagi Galuh, Kinan adalah anugerah terbesar yang pernah ia terima. Setelah kepergian Kinan, Galuh mulai mempertanyakan makna jodoh yang selama ini ia yakini. Jika jodoh adalah anugerah, mengapa ia harus merasakan sakit yang begitu mendalam? Kepergian Kinan membuatnya ragu akan adanya takdir yang telah ditentukan. Ia bertanya-tanya, apakah pertemuan dan perpisahan hanyalah sebuah kebetulan semata, atau memang ada rencana besar di balik semua ini? Jodoh adalah rahasia, dan rahasia itu ada pada cerita ini. Tersembunyi di balik tabir misteri, kisah cinta ini akan mengungkap rahasia-rahasia yang tak terduga. Siapakah jodoh yang sebenarnya? Akankah mereka menemukan kebahagiaan bersama? Temukan jawabannya dalam setiap bab. *** Selamat menyelami rahasia Galuh! Bergabunglah dengan Galuh dalam petualangannya mencari makna hidup. Siap untuk menjelajahi dunia yang penuh misteri dan keajaiban? Kisah ini akan membawa kalian pada perjalanan yang tak terlupakan.”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Amora, Gadis Kecil Ayah3 Bab 3 Halte Bus Kota4 Bab 4 Dunia Kecil Amora5 Bab 5 Jalan Tengah yang Berat Sebelah6 Bab 6 Kontrak Pra-nikah7 Bab 7 Nyaris Trauma8 Bab 8 Putih dan Biru9 Bab 9 Pernikahan Tanpa Sentuhan10 Bab 10 Kebun Impian11 Bab 11 Di Bawah Cahaya Neon12 Bab 12 Bubur Orang Sakit13 Bab 13 Musim Semi yang Dingin14 Bab 14 Pelajaran dari Kenzo15 Bab 15 Metamorfosis Cinta Galuh16 Bab 16 Sentuhan Pertama17 Bab 17 Rempah Cinta di Dapur18 Bab 18 Senja di Pantai19 Bab 19 Istri Seorang Pebisnis20 Bab 20 Sentuhan Ajaib Mak Comblang21 Bab 21 Tes Kehamilan22 Bab 22 Detak Jantung Baru23 Bab 23 Tawa Bersama Aksel24 Bab 24 Belenggu Masa Lalu25 Bab 25 Santai dalam Badai26 Bab 26 Ranjau Perceraian27 Bab 27 Kenangan di Ujung Pisau28 Bab 28 Terakhir Kali Ini29 Bab 29 Air Mata di Penghujung Perjalanan30 Bab 30 Dilema dalam Cinta dan Keluarga31 Bab 31 Tepi Kebahagiaan32 Bab 32 Bunga yang Layu33 Bab 33 Saat Dunia Menilai34 Bab 34 Dari Hati ke Hati