icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istri Yang Tersiksa

Bab 5 bagaimana mereka belajar untuk menerima kehilangan masing-masing

Jumlah Kata:1016    |    Dirilis Pada: 14/12/2024

saja bangun tidur. Ia meraba sisi ranjang tempat Rania biasanya tidur, tapi yang ia temukan hany

asang sandal yang biasanya tergeletak di sisi ranjang juga tidak ada. Ia berlari menuju le

ggilnya, sua

tamu. Rizky bergegas menuju meja kerjanya, dan di sanalah ia menemukan surat yang ditulis oleh

elakukan ini..." gumamnya p

a sesak. Ia tidak percaya bahwa Rania benar-benar pergi. Selama ini, ia selalu berpikir ba

*

a hari

i perhatian Rania, kini lebih banyak menghabiskan waktu sendirian di kamar. Anak itu tidak mengerti

Raka suatu malam, matanya yang

anaknya. "Mama sedang pergi sebentar, Nak. Tapi Papa janji, Mama ak

y menatap anaknya dengan rasa bersalah yang begitu dalam. Ia tahu bahwa Rania adalah sosok yang menjaga k

*

ain, jauh d

ang menutupi kepalanya, mengingatkan dirinya bahwa tubuhnya sedang tidak sekuat dulu. Setiap langkah yang ia ambil terasa

mikirkan bagaimana Raka mungkin sedang mencari-cari dirinya, bertanya kepada Rizky ke mana ia pergi. Ia memba

a pada dirinya sendiri, mencoba mey

sti Rizky. Ia sudah menerima puluhan panggilan darinya sejak ia pergi, tapi ia tidak pernah mengangkat satu pun. Ba

*

ke rum

o pernikahan mereka yang terpajang di dinding. Di foto itu, Rania tersenyum lebar, terlihat begitu bahagia. Rizky mengingat hari

mor Rania lagi, meskipun ia tahu bah

onnya..." gumamnya, suarany

e sofa dengan frustrasi. Ia merasa seperti pria paling bodoh di dunia. Bag

dengan cepat, berharap bahwa itu adalah Rania

Wanita itu berdiri dengan ekspresi simpatik, tapi Ri

" tanya Inez, melangkah mas

cara, Inez," kata Rizky dingi

a diminta. "Aku hanya ingin membantu, Rizky. Aku

mu," balas Rizky, matanya ta

bahwa Raka mendapatkan perhatian yang cukup. Kau

adiran Inez. "Rania adalah ibu Raka. Dan dia akan se

ang. Ia tahu bahwa Rizky masih mencintai

engan anggun. "Tapi jika kau membutuhkan

semakin tertekan. Kehadiran Inez hanya mempertegas betapa ia merindukan Rania-wa

*

minggu

onsultasi dengan dokternya. Tubuhnya semakin lemah, dan ia tahu bahwa wakt

malam, ia memimpikan senyum Raka dan suara Rizky yang memanggil namanya. Kerindu

n melangkah masuk ke ruang konsultasi. Dokternya, seorang pri

anmu hari ini, Bu

. "Sedikit lelah, tap

hasil tes terakhirnya. Setelah beberapa sa

ntang rencana perawatan

erat. Ia tahu bahwa perjalanan ini akan semakin s

ah dan kerinduan, sementara Rania berjuang mel

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri Yang Tersiksa
Istri Yang Tersiksa
“"Seperti janji yang terukir di batu, aku tak akan pernah mengizinkanmu pergi, Rania. Bahkan jika kau berteriak, menangis, dan memohon seolah dunia akan berakhir, aku tetap tak akan melepaskanmu." Selama tiga tahun pernikahan, Rania Alvi selalu merasa seperti bayangan di dalam rumahnya sendiri, terjebak dalam kesendirian yang semakin pekat. Suaminya, Rizky Wira, seorang pengusaha muda yang sukses dan dikenal dengan ketegasan serta sikapnya yang dingin, selalu membuat Rania merasa terasing. Terlebih lagi, Rizky adalah duda dengan seorang putra berusia tujuh tahun, dan pernikahan mereka menjadi lebih rumit dengan hadirnya Inez, mantan istri Rizky yang tidak pernah benar-benar pergi dari hidupnya. Hari-hari Rania dipenuhi dengan kesunyian yang seolah menekan napasnya. Setiap kali Inez datang mengunjungi putra mereka, Rania merasakan hatinya terhimpit. Pemandangan Rizky yang tampak lebih hangat kepada Inez daripada dirinya membuatnya hampir menyerah. Keadaan semakin memburuk ketika Rania mulai jatuh sakit; rasa sakit di tubuhnya tak bisa disangkal, tapi ia tetap mengabaikannya. Sampai pada akhirnya, dokter mengatakan bahwa Rania mengidap kanker stadium dua. Tertekan oleh beban fisik dan emosional yang semakin berat, Rania akhirnya memberanikan diri untuk menyerahkan dokumen perceraian kepada Rizky. Ia menatap suaminya yang terdiam di depan meja, tatapan kosongnya mencerminkan kekuatan yang berusaha ia pertahankan. "Rizky... aku tak bisa lagi. Aku... aku ingin kita berakhir," ucap Rania dengan suara yang bergetar, matanya basah, mencoba menunjukkan keteguhan di tengah kehancuran. Rizky menatap dokumen itu sejenak, lalu menatap Rania. Wajahnya yang tajam seketika melunak, mata gelapnya menyimpan seribu pertanyaan. Tapi tidak ada kekhawatiran. Tidak ada rasa takut. Hanya ada kekesalan yang membara di balik setiap kata yang keluar dari bibirnya. "Rania, dengarkan aku. Tidak ada perceraian di antara kita, bahkan jika itu berarti aku harus memaksa dirimu untuk tetap bersamaku," Rizky berkata, suaranya tegas dengan aura yang sulit ditangkal. "Aku tidak akan membiarkanmu pergi. Tidak sekarang, tidak pernah." Rania terdiam, napasnya serasa terhenti. Setiap kata Rizky seperti menyayat hati, mengingatkan pada kenyataan pahit yang selama ini ia coba lupakan. Di mata Rizky, ia bukan hanya sekadar istri, tetapi sebuah kewajiban yang harus dipenuhi, bahkan jika itu berarti ia harus mengikat Rania dalam kesakitan yang lebih dalam. "Rizky, aku... aku sudah tidak sanggup. Aku tidak bisa terus seperti ini, dengan hatiku yang hancur dan tubuh yang semakin rapuh. Beri aku kebebasan, izinkan aku untuk... untuk pergi," ujar Rania, suara di ujung tangis. Namun Rizky hanya memandangnya dengan tatapan yang menyakitkan, di antara keheningan yang seakan berbicara lebih keras daripada kata-kata apa pun. Ia mungkin tak akan pernah mengerti, tapi dalam keheningan itu, Rania tahu satu hal: perjuangan mereka belum selesai. Dan mungkin, hanya waktu yang akan mengungkap siapa yang akan keluar sebagai pemenang dalam pertempuran hati yang memilukan ini.”
1 Bab 1 Bayangan dalam Sepi2 Bab 2 Pilihan yang Tidak Pernah Dimiliki3 Bab 3 melawan cinta yang selalu membuatnya terluka4 Bab 4 Rania melipat surat itu5 Bab 5 bagaimana mereka belajar untuk menerima kehilangan masing-masing6 Bab 6 Saat Rindu Tak Lagi Bisa Disembunyikan7 Bab 7 Jadilah ayah yang baik untuk Raka8 Bab 8 Tiga bulan telah berlalu sejak kepergian Rania9 Bab 9 menemukan kedamaian di tengah kehilangan mereka10 Bab 10 Hidup terus berjalan bagi Rizky dan Raka11 Bab 11 membuka hati untuk masa depan12 Bab 12 Dina yang terus menjadi cahaya13 Bab 13 menemukan kekuatan dalam dukungan Dina14 Bab 14 Hubungan Rizky dan Dina tampak mulai menemui arah15 Bab 15 Kejujuran yang Tertunda16 Bab 16 rintangan masih terus berdatangan17 Bab 17 Saat Rahasia Terbongkar18 Bab 18 mereka merasa bahwa mereka bisa menghadapinya19 Bab 19 akan ada ujian baru yang menanti20 Bab 20 Dina tahu bahwa ia harus terus berjuang untuk menjaga cinta21 Bab 21 Seminggu berlalu sejak kunjungan mereka22 Bab 22 Mimpi Buruk yang Menjadi Nyata23 Bab 23 Ketika Kepercayaan Dipertaruhkan24 Bab 24 Malam itu terasa begitu panjang bagi Dina25 Bab 25 Kelelahan fisik dan mental26 Bab 26 memutuskan untuk mengambil langkah besar27 Bab 27 memandangi ruangan yang telah menjadi saksi28 Bab 28 Akankah Rizky berhasil mengakhiri ancaman dari Darma 29 Bab 29 mereka akan hancur di bawah tekanan yang tak terelakkan ini30 Bab 30 Dapatkah mereka bertahan dalam ancaman