Mantu Kurang Ajar
baru mulai menjelang siang. Awalnya, aku pikir ini hanya sementara, sekadar butuh istirahat tambahan setel
ia kembali bersemangat mengelola bengkelnya. Pagi ini, sa
ik lho, kalau bengkelnya dibuka siang-siang terus. Orang-orang jadi mengir
nanti juga Abang buka, Tar," jawabnya santai sambil mengangkat gelas dan menye
arnya, "buat apa juga buru-buru. Kalau memang Hanif masih lelah, biarkan saja dia buka siang. L
apak mertua yang tampak santai, seolah apa yang disampaikannya adalah hal yang lumrah.
anif sediit. Toh, makan atau kebutuhan lain kami yang tanggung. Selama Ibu sama Bapak masih ada, kamu gak perlu kha
ni, segala kebutuhan pokok seperti beras dan listrik ditanggung oleh mereka. Namun, di sisi lain, hal itu
alam keluarga ini, tidak dianggap sepenuhnya sebagai istri Bang Han
Rasa tidak nyaman yang tadi sempat kurasakan kini perlahan berubah menjadi keberanian. Dengan hati
hidup ini bukan hanya soal makan, Bu. Kami berdua juga punya kebutuhan lain, apalagi kalau nanti saya hamil, tentu akan
wajahnya, matanya menatapku tajam. Jantungku berdebar kencang,
amu bayangkan untuk melahirkan? Kalau melahirkan di rumah sakit besar memang mahal, tapi sekarang kan
iau menambahkan, "Dan untuk perlengkapan bayi, beli saja yang sederhana. Bayi kan cepat
nyikan perasaan yang berkecamuk di dada. Dalam hati, ada rasa perih. S
ikan baju dan perlengkapan yang nyaman untuknya? Namun, aku tahu tidak ada gunany
i sampingku, Bang Hanif tampak diam, mengangkat gelas tehnya tanpa menatapku. Meski tak
u berharap bisa membuat Bang Hanif mengerti tentang masa d
amu dan kembali ke dapur, berusaha menyibukkan diri dengan m