icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mantan Suamiku

Bab 3 Makan malam

Jumlah Kata:1306    |    Dirilis Pada: 01/10/2024

laki-laki itu berakhir dengan perceraian. Aurora menatap dengan sorot mata penuh amarah, kec

kuat dengan hidung bertulang tinggi dan lekuk bibir yang seimbang. Tipe pekerja keras yang memiliki banyak obsesi dan menganggap sesuatu y

ena lelaki itu berselingkuh, tapi selalu sibuk dengan pekerjaannya dan yang lebih parah Henry sampai melupakan har

hwa pernikahan mereka berada di sebuah persimpangan yang mengharuskannya mencari jalurnya sendiri. Hatinya terlanjur

situ saja? Ayo mendek

Aurora berjal

datang ke sini menemuiku." Hen

"Aku datang ke

tawarank

Aurora dengan

at cantik seperti dulu, begitu menarik. Pinggangnya ramping, lekuk bibirnya yang tipis, dan aroma bunga begitu khas dari tubuh

dapatkan Aurora lagi. Sejak bercerai darinya tidak pernah ia merasa begitu penasaran dan tergila-gila kepada se

da wanita yang tidak bertekuk lutut kepadanya, kar

enerima bantuanku juga, tap

sudah menduga Henry tidak akan muda

syara

ta makan mala

karena lelaki itu tidak mengaju

ti aku jemput. Atau kamu lebih suka menunggu di sini ber

u kembali ke k

n langkah-langkah lebar. Henry masih tersenyum saat

*

gannya untuk meraih tangan Aurora. Wanita itu tidak protes saat Henry mengenggam tangannya, karena

a dengan

obilmu dan diantarkan ke rumahmu." Henry berkata

lakukan perjalanan kurang dari dua puluh menit. Henry turun

t ini?" protes Aurora. "Bukanny

malam di restoran. Kita aka

la mata Aurora berkil

mengejarnya dan

rjanji akan makan malam bersamaku malam ini untuk memen

al melepaskan sikunya dari

egitu,

sung. Di sana sudah disiapkan makan malam untuk mereka berdua yang dipenuhi oleh lilin-lilin yang menyala. Henry sangat puas dengan dekorasinya dan malam ini alam pun sangat be

lam yang disiapkan oleh Henry, tapi Aurora berpura-p

gkan wine ke dalam masing-masing gelas mereka. Aurora duduk dengan gelisah, pi

janji bantuan Henry. "Jadi apa kamu mau

a yang kamu ingink

ibir basah setengah terbuka. Akhirnya Henry menyerah. Ia mencondongkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya sehi

eletakkan telapak tangannya yang dingin dan gemetar. Entah hanya perasaannya saja atau bukan, karena tangannya

at cantik." Suara He

h dengan alunan musik. Tanpa bisa dicegah, suhu di antara mereka berdua meningkat menciptakan atmosfer sensual yang terasa kental di udara. Hat

ahkan Henry tampak lebih menawan dengan kematangannya. Sementara alunan musik semakin melambat te

emperburuk kendali dirinya, karena sekarang indra penciumannya dik

an pria matang yang sepenuhnya bergairah yang terbukti dari tumbukan hangat dari balik kain yang menempel

ngan lirih, membelai lembut daun tel

a mendesah ketika tangan besar Henry berkelana di sepanjang kulit punggungnya yang terb

yang dengan serta merta memenjarakan miliknya, memasung pandanga

a bisa bersama

gin menciumnya. Sementara tangannya masih menjelajah

ngkan kedua lengannya di leher lelaki itu. Ia pun merapatkan tubuh lebih erat dalam dekapannya, menyandar

tidur dan sekarang Aurora terperangkap di bawah tu

dirasakan Aurora dalam menghadapi cengkeraman Henry, melainkan lebih pa

ungnya berkelana di sepanjang kulit leher Aurora yang terbuka. Tangan besarnya mu

nya yang kokoh dan besar. Sementara bibirnya semakin rakus menjelajah, melumat, mengecup, dan mengigit setiap bagian yang ma

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mantan Suamiku
Mantan Suamiku
“Tidak ada yang lebih sulit dari pada jatuh cinta kepada orang yang pernah bersumpah di hadapan Tuhan akan saling mencintai selamanya, tapi Aurora harus menjalani kenyataan pahit. Dia yang disebut sebagai 'mantan suami' menceraikannya dua tahun lalu dan sekarang mereka kembali bertemu. 'Mantan suami' memiliki rencana lain untuk Aurora. Ya, dia ingin kembali memiliki wanita itu seutuhnya dengan berbagai cara licik agar bisa menaklukan hati sang Kekasih. "Aku mencintaimu, Aurora." Suara Henry terdengar berat, seiring gerakan tubuhnya yang masuk kian dalam. Menelusup jauh membagi kehangatan sekaligus dengan tamak mereguk kenikmatan bercinta. Mereka berdua berpeluh keringat disertai debur ombak yang bergulung-gulung. Perlahan meniti satu persatu anak tangga kenikmatan yang mereka ciptakan bersama. Berbagi cinta dalam helaan napas, mendesah dalam setiap tetes keringat yang berbaur, menyerap dengan tamak intisari tubuh satu sama lain. Erangan Aurora begitu nyata, senyata perasaan melayang Henry mendapati dahsyatnya gelombang gairah yang menerpa dirinya. Menyulut setiap jengkal sel di sebagian tubuh lelaki itu dengan api kenikmatan yang berkobar, menyebar hingga ke seluruh tubuh. Darah dalam dirinya seakan menggelegak oleh kobaran gairah yang menyala-nyala, setiap sel dalam tubuhnya menjerit kegirangan merasakan penyatuan dua kutub manusia yang berbeda dan ketika puncak itu akan diraih, tanpa sadar keduanya bergerak semakin cepat.”
1 Bab 1 Kedai kopi2 Bab 2 Menemui Henry3 Bab 3 Makan malam4 Bab 4 Pusaran gairah5 Bab 5 Sejuta pesona6 Bab 6 Bagian yang terpenting7 Bab 7 Bintang-bintang yang berpendaran8 Bab 8 Desahan manis9 Bab 9 Gema kekesalan10 Bab 10 Milikku11 Bab 11 Apa kamu masih mencintaiku 12 Bab 12 Mencintai dan membenci13 Bab 13 Cemburu14 Bab 14 Permintaan Aurora15 Bab 15 Rencana nenek16 Bab 16 Es krim17 Bab 17 Lamaran pernikahan18 Bab 18 Belahan jiwa19 Bab 19 Jawaban20 Bab 20 Istriku21 Bab 21 Ancaman