icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Menikah Karena Mata

Bab 4 Jebakan dan Rahasia

Jumlah Kata:1178    |    Dirilis Pada: 16/09/2024

yelesaikan hari pertama sebagai asisten dosen, sebuah pekerjaan yang, tanpa persetujuannya, tiba-tiba menjadi bag

tenang, sibuk dengan dokumen-dokumen yang tertata rapi. Abimana berdiri d

ah menjebak saya menjadi asisten dosen? Saya pikir ini hanya sementa

engan pandangan yang sulit ditebak. Tidak ada tanda-tanda kejutan di wa

dak tertarik di bidang ini. Ayah tahu passion saya bu

berjalan mendekati Abimana, ekspresi wajahnya masih datar, tetapi a

an tenang, tapi tegas. "Dan saya tahu ada sesuatu yang jauh leb

ur dengan kecurigaan. "Apa maksud Ayah? Sesuat

Ia berjalan kembali ke meja, membuka laci dan mengeluarkan sebuah amplop cokelat t

suatu yang sangat penting-dan ini akan mengubah segalanya. Sesuatu yang, ketika kamu menget

gung sekaligus tidak percaya. Ia merasa jantung

ngin, lebih terencana. "Ini tentang seseorang yang sangat pentin

sa penasaran dan ketidakpasti

Tapi saya bisa katakan satu hal, Abim-ini tentang Maheswari," ujar Pak R

ut Abimana dengan rasa tidak percaya.

mu tahu siapa dia, kan? Dan apa yang menghubungkan kalian berdua? Saya rasa, ketika

n pagi tadi di kampus, pertemuannya dengan Maheswari, tatapan t

ya bersuara, nadanya dingin. "Ayah sengaja melibatkan

bimana semakin mendidih. "Ya, dan saya yakin, pada akhirn

ayahnya tidak akan membuat langkah sejauh ini tanpa alasan kuat. Apapun yang ada di balik amp

.

i sofa, merasa ada yang tidak beres dari ajakan ayahnya untuk berbicara. Herman, sang ayah, duduk di

uatu yang penting," Herman membuka per

g, tak terbiasa melihat ayahnya setegan

. "Ayah sudah memutuskan untuk menjodohkan kamu d

seperti petir di siang bolong. "Apa

ng. "Ini bukan keputusan tiba-tiba. Keluarga kita punya sejarah panjang dengan keluarga Raha

gus. "Tapi, kenapa harus aku, Yah? Kenapa perjodohan ini

mbantu keluarga kita saat perusahaan kita hampir bangkrut serta menyelamatkan kamu. Mereka menyel

asuk ke dalam situasi yang tidak pernah dia bayangkan. "Tapi Ayah, ini hidup aku. Aku bahkan b

ria yang baik. Ayah yakin dia bisa membuatmu bahagia. Ini buka

lu mendadak. "Yah, aku butuh waktu untuk mencern

irkan baik-baik. Ini bukan hanya tentang kita, tapi juga tentang keluarga kita dan masa depa

a bergejolak antara keinginan untuk menolak

inggalkan sang ayah di ruang tamu. Mencoba

Pikiran Maheswari berkecamuk, belum bisa menerima begitu saja keputusan yang baru saja did

ia merasa gelisah dan per

an sedang memeriksa beberapa dokumen. Maheswari berdir

tanya Herman dengan nada lembut,

da sesuatu yang belum Ayah katakan. Apa sebenarnya yang terj

pernah ceritakan padamu. Ini tentang donor

r mata? Tapi... apa hubun

dang berjuang dengan perasaannya sendiri. "Donor mat

pada keluarga mereka?" Tanyanya dengan perasaan yang campur a

kita, tapi juga hidupmu. Abimana kehilangan ibunya, dan keluargan

rtimbangkan kembali keput

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Menikah Karena Mata
Menikah Karena Mata
“Di altar, ketika tirai penutup diangkat, Abimana melihat Maheswari berdiri di depan altar dengan mata yang membuatnya terhenyak. Mata yang sama dengan mata ibunya, mata yang telah membayangi setiap malamnya. "Apakah kamu tahu siapa aku?" tanya Abimana, suaranya bergetar Maheswari menatapnya dengan bingung. "Aku hanya tahu kita dijodohkan dan kamu adalah asisten dosen di kampusku. Kenapa?" Abimana tidak bisa menjelaskan perasaannya yang campur aduk. Saat malam pernikahan mereka dihadapkan pada rahasia yang lebih dalam-bahwa Maheswari adalah penerima donor mata dari ibunya-Abimana terjebak dalam konflik batin yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.”
1 Bab 1 Pertemuan Singkat2 Bab 2 Tatapan Itu3 Bab 3 Berdua di Ruang Dosen4 Bab 4 Jebakan dan Rahasia5 Bab 5 Dunia Sangat Sempit6 Bab 6 Maheswari Bimbang7 Bab 7 Perihal Rahasia8 Bab 8 Semakin Dekat9 Bab 9 Berbicara Perjodohan Lagi10 Bab 10 Pertemuan Keluarga11 Bab 11 Sentuhan Lembut12 Bab 12 Malam Bersama di Rumah Abimana13 Bab 13 Pelukan dan Penerimaan14 Bab 14 Hampir Ketahuan15 Bab 15 Dugaan Herman