icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Balas Dendam seorang ibu

Bab 3 Tekad Balas Dendam

Jumlah Kata:1014    |    Dirilis Pada: 07/09/2024

a wanita ini telah berada di ambang batas-batas antara kemanusiaan dan kebrutalan. Setiap kata y

tidak akan menghalangimu lagi, Maya. Jika kau membutuhkan bantuanku, kau tah

kasih yang tersisa dalam dirinya, hanya sebuah pemahaman bahwa meskipun dunia mungkin ti

uaranya datar. "Aku akan mengingat t

i di tempatnya, merasakan beratnya keputusan yang baru saja dia ambil. Dia tahu bahwa Maya tidak akan kembali m

ampu-apartemennya redup, memberi nuansa muram yang sejalan dengan suasana hati Maya. Dia membuka kunci pint

menekan, seperti bayangan masa lalu yang selalu mengikutinya, tak pernah melepaskan. Pintu kamar mandi terbuka perlahan, dan begitu dia memasuki

arah yang mengering di pipi dan lehernya mengingatkannya pada apa yang baru saja ia lakukan. Namun, yang lebih mengerikan dari noda darah itu ad

aburkan cermin di depannya, tetapi Maya tak peduli. Dia mulai melepas pakaiannya, satu per satu, melemparkan setiap helai dengan keget

sepanjang tubuhnya, tetapi bukannya memberikan kenyamanan, air itu hanya terasa seperti aliran air mata yang tak bisa ia tangisi

knya dengan suara bergetar, seakan-akan dia berbicara kepada rasa sakit yang membebani hatinya. Namun, tak

mengotori jiwanya yang telah lama terkoyak. "Aku seharusnya tidak menjadi seperti ini," kata Maya dengan sua

kan senyumnya yang cerah dan tawa riangnya yang kini hanya tinggal kenangan. Maya teringat hari-hari bahagia yang dulu mereka habiskan bersama, sa

pada dirinya sendiri, suaranya penuh keputusasaan. "Kenapa

ng lelah bergetar di bawah pan

luka yang telah mereka ciptakan. "Aku tidak bisa memaafkan mereka," bisik Maya, suaranya tenggelam dalam isak tangis

yang kini berubah menjadi merah, seolah-olah darah yang baru saja ia tumpahkan kembali membanjiri tubuhnya. Tapi tidak a

g yang dia sendiri tidak kenali. Tapi apa lagi yang bisa dia lakukan? Mereka yang telah mengamb

tenggelam di antara suara pancuran yang ber

hnya yang basah tanpa niat untuk mengeringkannya. Dia berjalan ke depan cermin yang kini pe

ya memantulkan kehampaan yang gelap dan tak berujung. "Aku akan membalasmu, Nak," bisiknya kepada bayangan putrinya yan

Maya bayangkan dalam mimpinya. Senyum itu menghilang saat Maya menu

a seperti pertempuran melawan dirinya sendiri, melawan amarah dan rasa sakit yang tak tertahankan. Maya meraih ponsel yang

yang samar namun mengerikan di bibirnya. "Aku akan pastikan kau merasak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Balas Dendam seorang ibu
Balas Dendam seorang ibu
“Maya adalah seorang ibu yang telah kehilangan segalanya. Ketika anak gadisnya tewas mengenaskan di tangan seorang anak pejabat yang kebal hukum, Maya tahu keadilan tak akan pernah datang dari pengadilan. Didorong oleh rasa sakit yang tak terlukiskan dan ketidakpercayaan pada sistem hukum yang korup, Maya memutuskan untuk mengambil alih keadilan dengan tangannya sendiri. Dengan rencana yang matang dan keberanian yang tak tergoyahkan, Maya memasuki dunia gelap yang penuh bahaya. Namun, seberapa jauh seorang ibu akan melangkah untuk menuntut balas? Dan apakah pembalasan dendamnya akan membawanya pada keadilan, atau justru menghancurkan sisa-sisa hidupnya?”
1 Bab 1 Titik Balas dendam2 Bab 2 Kehidupan yang Hancur3 Bab 3 Tekad Balas Dendam4 Bab 4 Pesan Ancaman5 Bab 5 Mengawasi Tony6 Bab 6 Balasan Untuk Tony7 Bab 7 Penderitaan Tony8 Bab 8 Kecemasan Yang menghantui9 Bab 9 Cerita Masa Lalu10 Bab 10 Daniel si Arogan11 Bab 11 Awal musibah12 Bab 12 Rencana awal13 Bab 13 malam penuh teror14 Bab 14 Kepedihan yang membakar15 Bab 15 Dendam yang membara16 Bab 16 Jalan menuju keadilan17 Bab 17 darah dan dendam di tengah kegelapan18 Bab 18 Di ujung malam , diambang kehancuran19 Bab 19 Dibawah bayang duka20 Bab 20 Air mata dan dendam21 Bab 21 Kenyataan yang pahit22 Bab 22 Dosa di balik persahabatan23 Bab 23 Pesan Terakhir Randy24 Bab 24 Amarah yang tak terucap25 Bab 25 Dibawah tekanan Dendam26 Bab 26 Langkah menuju pembalasan27 Bab 27 Diary28 Bab 28 Akhir Sebuah Keputusan29 Bab 29 Terjebak dalam bayang bayang dendam30 Bab 30 Ketakutan dalam Cengkeraman Nafsu31 Bab 31 Teriakan Sunyi dalam Jerat Nafsu32 Bab 32 malam yang mencekam33 Bab 33 bayang bayang kehancuran34 Bab 34 Usaha melarikan diri35 Bab 35 Tamparan Terakhir36 Bab 36 Liana meninggal