icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Balas Dendam seorang ibu

Bab 2 Kehidupan yang Hancur

Jumlah Kata:1069    |    Dirilis Pada: 07/09/2024

lam nada suaranya. "Kalau kau datang untuk menasihatiku agar berhe

i belakangnya. Cahaya lampu jalan yang redup memperlihatkan siluet tubuhnya yang kokoh, meski ia tampak kelelahan, baik secara fisik maupu

yang kau rasakan, karena aku pernah mengalaminya juga. Aku tahu kata-kataku tidak akan pernah bisaa mengubah apa pun, tapi..." dia terdiam sej

menghantam setiap sudut jiwanya yang telah lama hancur. Ia ingin menjawab dengan cepat, ingin mengatakan bahwa ia me

um puas," jawabnya akhirnya, suaranya serak, seperti dipaksa keluar dari tenggorokannya

da rasa takut terhadap apa yang mungkin terjadi selanjutnya. "Dan siapa sekarang target selanjut

hanya memancarkan kebencian yang dalam. Senyuman tipis, hampir seperti ejekan, terlukis

gin diingat oleh siapa pun yang mengetahuinya. "Tony...," dia mengulanginya, lebih kepada dirinya sendiri. "Kau sadar s

. Dia ada di sana, tertawa saat anakku memohon...Saat melemparnya dengan batu, Saat darahnya mengalir di antara mereka, seperti hiburan murahan." Dia m

genalnya-atau setidaknya, dulu. Sekarang, yang berdiri di hadapannya adalah seseorang

berpikir... sejenak saja, tentang apa yang akan kau dapatkan dari semua ini. Kau sudah membalas dendam pada satu oran

Aku tidak mencari kedamaian," katanya di

anya. "Ini bukan keadilan, Maya. Ini pembalasan dendam. Da

avid. Tidak ada yang bisa diperbaiki. Satu-satunya hal yang bisa kulakukan seka

yang begitu mendalam. "Kau akan kehilangan dirimu sendiri, Maya.

n mereka merasakan rasa sakit yang sama seperti yang anakku rasakan. Aku ingin mereka memohon, aku in

a. Dia tahu bahwa kata-kata tidak akan mengubah apa pun. "Bagaimana kau ak

untuk memastikan dia merasakan ketakutan yang sama seperti yang anakku rasakan. Tapi aku tidak akan me

ng berbahaya, Maya. Ayah seorang polisi, dia punya uang, dan dia punya k

tidak takut pada siapa pun. Satu-satunya hal yang aku takutkan adalah tidak bi

"Kau tahu, Maya," katanya pelan, "aku pernah kehilangan seseorang yang sangat kucintai juga. Aku tahu bagaimana rasanya..

perti ini. Kau tidak tahu bagaimana rasanya melihat mayat anakmu tergeletak di rumah sakit, tubuhnya penuh luka, dan tahu bahwa mereka yang melakukan ini

"Aku tahu kau terluka, Maya. Dan aku tahu kau tidak akan berhenti. Tapi, apa yang akan kau

Tapi dia menepisnya. "Aku tidak tahu," katanya akhirnya. "Aku tidak pedul

asan dendam. Dan pembalasan dendam tidak pernah berakhir baik. Kau mungkin aka

-satunya yang tersisa untukku sekarang adalah balas dendam. Dan aku akan menyelesaikan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Balas Dendam seorang ibu
Balas Dendam seorang ibu
“Maya adalah seorang ibu yang telah kehilangan segalanya. Ketika anak gadisnya tewas mengenaskan di tangan seorang anak pejabat yang kebal hukum, Maya tahu keadilan tak akan pernah datang dari pengadilan. Didorong oleh rasa sakit yang tak terlukiskan dan ketidakpercayaan pada sistem hukum yang korup, Maya memutuskan untuk mengambil alih keadilan dengan tangannya sendiri. Dengan rencana yang matang dan keberanian yang tak tergoyahkan, Maya memasuki dunia gelap yang penuh bahaya. Namun, seberapa jauh seorang ibu akan melangkah untuk menuntut balas? Dan apakah pembalasan dendamnya akan membawanya pada keadilan, atau justru menghancurkan sisa-sisa hidupnya?”
1 Bab 1 Titik Balas dendam2 Bab 2 Kehidupan yang Hancur3 Bab 3 Tekad Balas Dendam4 Bab 4 Pesan Ancaman5 Bab 5 Mengawasi Tony6 Bab 6 Balasan Untuk Tony7 Bab 7 Penderitaan Tony8 Bab 8 Kecemasan Yang menghantui9 Bab 9 Cerita Masa Lalu10 Bab 10 Daniel si Arogan11 Bab 11 Awal musibah12 Bab 12 Rencana awal13 Bab 13 malam penuh teror14 Bab 14 Kepedihan yang membakar15 Bab 15 Dendam yang membara16 Bab 16 Jalan menuju keadilan17 Bab 17 darah dan dendam di tengah kegelapan18 Bab 18 Di ujung malam , diambang kehancuran19 Bab 19 Dibawah bayang duka20 Bab 20 Air mata dan dendam21 Bab 21 Kenyataan yang pahit22 Bab 22 Dosa di balik persahabatan23 Bab 23 Pesan Terakhir Randy24 Bab 24 Amarah yang tak terucap25 Bab 25 Dibawah tekanan Dendam26 Bab 26 Langkah menuju pembalasan27 Bab 27 Diary28 Bab 28 Akhir Sebuah Keputusan29 Bab 29 Terjebak dalam bayang bayang dendam30 Bab 30 Ketakutan dalam Cengkeraman Nafsu31 Bab 31 Teriakan Sunyi dalam Jerat Nafsu32 Bab 32 malam yang mencekam33 Bab 33 bayang bayang kehancuran34 Bab 34 Usaha melarikan diri35 Bab 35 Tamparan Terakhir36 Bab 36 Liana meninggal