icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mertua Pilih Kasih Tidak Tahu Kami Banyak Uang

Bab 2 2.

Jumlah Kata:1309    |    Dirilis Pada: 06/09/2024

an yang rapi," ujarku seraya me

i bareng?" tanya

ng Mas Ruslan dengan keras. Aku sedang sangat serius

pak sama ibu," celetuk Danis

as Ruslan. Hanya saja pria tampan itu memba

sama bapak aj

Danis dengan mul

jawabku sekenanya sembari mem

gajak berdebat lebih lama. Aku pun segera mendorong Mas

mandinya!" ujark

lan dengan patuh dar

an. Aku memilih gamis berwarna dusty pink dengan jilbab berwarna senada. Sementara untuk Mas Ruslan, aku memilih sebuah

gantian aku yang bergegas. Aku tidak mau

agar mengambil jatah lauk berupa paru dan ampela itu. Tapi apa yang dik

a keluarga kecilku ini keluar dari kama

ru putraku itu begitu kami m

napa?" t

is lagi sama Kak Aldi," ujar

ini nggak akan dipanggil pengemis lagi kok. Danis kan udah rapi, u

sambil memajukan bi

ur dia!" ujar Mas Ruslan turut membujuk anak kami yang tamp

" tanya Danis s

Mas Ruslan

at dimana acara syukuran sedang berlangsung. Akan tetapi, setibanya di sana, acara hampir ber

tanya Mbak Dina saat melihat

ma ganti baju!"

ai acara mandi sama ganti baju segala sih? Kalau aku nggak sigap melayani p

u aku nggak mandi sama ganti baju, bisa-bisa keadaannya leb

et dibilangin!" hardik Mbak D

membalas. Namun, suara ibu

rga kita makan-makan," seloroh ibu mertua menghentikan

kamu ke halaman belakang," uj

n patuh. Dia lantas melengos per

padaku dan Mas Ruslan yang h

rbalik dan mengikuti langkah Mbak Dina. Aku dan Mas Rus

ebih memalukan dari ini buat ibu. Sebaiknya kamu persi

as," balas Mas Rusl

yo ke halaman belakang!"

gkai masing-masing menuju halaman belakang. T

cam makanan hasil masakanku dan Mas Ruslan juga telah terhindang dengan megah. Para anggota keluarga dari su

mendekat membuat ibu mer

ng kalau kalian makan terpisah di dapur aja!" geram

ian dari keluarga ini juga. Kenapa harus makan terpisah di d

anti malu

kin sih keluarga suami dan istrinya Mbak Dina sama Dimas akan berpiki

alau dibilangin

eliau berharap pada Mas Ruslan agar membujukku untuk tidak membuat masalah. Sayang sek

an matanya udah mulai keriput tuh," selorohku

tidak bisa melepaskan amarahnya dalam momen seperti ini. Alhasil, beliau hany

sik Mas Ruslan di

wajah. Sikap dari keluarga Mas Ruslan pada keluarga kecil

terus letakkan di seberang tempat d

runkan Danis dari gendongan dan bergegas ke dalam rum

sih lowong sesuai dengan permintaanku. Perilaku Mas Ruslan ini tentu saja segera mendap

" desis Mbak Dina dengan matanya

karena anaknya telah memanggil anakku pengemis. Anak-anak jika tidak diajar oleh orang dewasa di sekitarnya, mana mungkin

ramah pada semua orang yang t

ku langsung menghempaskan tubuh di ku

ntu di rumah ini?" celetuk suara s

u adalah menantu kedua dari keluarga ini," jawabku dengan nada formal. "Perkenalkan, namaku Astr

..

ni

gapi ucapanku. Tapi aku tidak peduli. Aku hanya sena

in selain Mbak Dina," suara lembut seorang wanita yang duduk di samping Dimas memecah kesunyian yang ter

ta soal kakak yang sudah membangun rumah ini dan membantu dia puny

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mertua Pilih Kasih Tidak Tahu Kami Banyak Uang
Mertua Pilih Kasih Tidak Tahu Kami Banyak Uang
“Jika bukan karena wajah sang suami yang begitu mirip dengan bapak mertua, Astri akan beranggapan bahwa suaminya itu adalah anak pungut. Sebab, begitu berbedanya perlakuan sang mertua pada suaminya. Hal ini kerap kali membuat Astri bertanya-tanya, ada apa gerangan? Apa kesalahan yang telah dilakukan suaminya hingga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang tuanya sendiri? Namun, melihat kesabaran sang suami menghadapi semua perlakuan tidak adil orang tuanya, Astri hanya bisa mengikuti. Untungnya sang suami bukanlah orang yang mudah putus asa hanya karena diperlakukan dengan tidak adil. Mas Ruslan selaku suaminya ternyata sudah sejak lama mulai mengumpulkan pundi-pundi uang di belakang punggung orang tua yang tidak pernah menghargainya itu. Hal yang sama juga dilakukan oleh Astri. Hingga di mata mertua, mereka hanyalah orang miskin yang tak berarti. Tetapi karena suatu peristiwa yang melanggar garis bawahnya, Astri mulai merasa muak menjadi orang yang selalu tertindas. Keinginan untuk memberontak pun perlahan muncul di dalam hatinya. "Lalu lakukan apa yang menurut kamu benar, Tri. Asal jangan sampai ibu sama bapak masuk rumah sakit aja," ujar Mas Ruslan memberi dukungan. "Jangan khawatir, Mas. Aku cuma mau kasih syok terapi sedikit aja!" jawab Astri dari balik senyum liciknya. Bagaimana lika-liku keluarga kecil Astri dalam menghadapi ketidakadilan yang diterima di dalam keluarga sang suami?”
1 Bab 1 1.2 Bab 2 2.3 Bab 3 3.4 Bab 4 4.5 Bab 5 5.6 Bab 6 6.7 Bab 7 7.8 Bab 8 8.9 Bab 9 9.10 Bab 10 10.11 Bab 11 11.12 Bab 12 12.13 Bab 13 13.14 Bab 14 14.15 Bab 15 15.16 Bab 16 16.17 Bab 17 17.18 Bab 18 18.19 Bab 19 19.20 Bab 20 20.21 Bab 21 21.22 Bab 22 22.23 Bab 23 23.24 Bab 24 24.25 Bab 25 25.26 Bab 26 26.27 Bab 27 27.28 Bab 28 28. Dina POV29 Bab 29 29.30 Bab 30 30.31 Bab 31 31.32 Bab 32 32. Dina POV33 Bab 33 33.