icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mertua Pilih Kasih Tidak Tahu Kami Banyak Uang

Bab 5 5.

Jumlah Kata:1219    |    Dirilis Pada: 06/09/2024

saja sendiri. Pokoknya haram hukumnya bagi Rusla

kepalaku. Tidak lagi bisa didefinisikan bagaimana kacaunya perasaanku sekarang.

," bisik Mas Ruslan seraya

Mas? Ibu cuma mau memeras manfaat d

lelah bertanya kenapa hanya Mas yang diperlakukan berbeda. Jika memang kita perlu tah

, Mas

itu bakti tersisa yang ingin Mas berikan pada bapak dan ibu. Jika mereka memi

as

Mas. Selama kamu dan Danis ada di sisi Mas, semuany

lam-dalam. "Selama kamu tidak selingkuh dan main tangan, aku s

terjadi!" balas Mas Ruslan deng

ta-kata ka

olan singkat ini sedikit berhasil membuat kerus

uslan seraya membuka lemari es untuk meng

aku mendengus pelan. "Aku lupa melabrak Mbak Dina perihal anaknya

banyak waktu untuk itu," selo

olat!" ajakn

penuh dengan piring kotor. Sebuah ide

ini. Tapi bukan berarti aku juga haru

pekerjaan rumah dengan sukarela, silakan. Kalau tidak

..

dimiliki oleh seorang anak pada orang tuanya. Tapi aku tidak tahu hal seperti apa yang telah

kita diusir, tinggal pergi saja!" sambungku seraya men

Mas Ruslan

gis biasanya. Begitu azan subuh bergema, aku dan Mas R

solat berjamaah. Namun, kali ini aku ingin melakukan hal yang berbeda. Bersama Mas Ruslan, kami memu

n yang mengenakan kain sarung, Kami tidak berjalan ter

sak. Kita beli nasi bu

wa uang?" tany

h merencanakan

penuh dengan piring kotor itu membuatku i

" jawab Ma

menjual nasi bungkus. Walau matahari belum kelihatan berkilau di langit.

i nasi bungkusnya

n nih beli nasi bungkus

uasana aja," timpalku

au nasi kuning?" t

si putih?" tanyaku beralih pada Ma

uningnya," jaw

puluh ribuan. Terus nasi putihnya y

ama, tidak membutuhkan waktu lama bagi

t ya. Resepnya apa sih?" goda Mbok Hindun seraya menyerah

is-kinyis-nya nih kita," timpalku dengan santai s

agai balasan. Setelah transaksi selesai,

endarnya. Namun, hal itu tidak lantas membuat kami bergegas. Se

h mertua, kami hendak langsung berjalan menuju kamar. Tet

kalau di dapur ada t

bku dengan a

pa kamu tidak bereskan?!" ra

jawabku s

lang?!" peki

ntu dengan intonasi suara yang l

kamu bi

u seraya melengos pergi. Mas Ruslan lant

nantu kurang ajar!

bu mertua marah-marah, aku hanya perlu mendengarkan. Jika ibu mertua mengus

ua pada Mas Ruslan, Mbak Dina dan Dimas itu timpang, maka semesta pasti akan menunju

ang kami beli di dalam kamar. Kami tidak sekalipun kel

dari kamar!" sindir mertua ketika aku dan Danis

m punggung tangan suamiku ini. Sindiran sang mertua y

lan," ujar Danis turut

n nakal. Dengerin apa kata Ibu ya," sambung Mas Ruslan menyampaikan pesannya pada sang jago

m!" ucap Mas Ruslan sambil mulai men

elepas kepergian Mas Ruslan dengan lambaian tangan ring

Jangan ada bahan yang terlewat satupun. Tiana sama Dimas mau p

lanjaan yang disodorkan, melainkan pada infor

n Tiana mau tinggal di sini?!"

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mertua Pilih Kasih Tidak Tahu Kami Banyak Uang
Mertua Pilih Kasih Tidak Tahu Kami Banyak Uang
“Jika bukan karena wajah sang suami yang begitu mirip dengan bapak mertua, Astri akan beranggapan bahwa suaminya itu adalah anak pungut. Sebab, begitu berbedanya perlakuan sang mertua pada suaminya. Hal ini kerap kali membuat Astri bertanya-tanya, ada apa gerangan? Apa kesalahan yang telah dilakukan suaminya hingga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang tuanya sendiri? Namun, melihat kesabaran sang suami menghadapi semua perlakuan tidak adil orang tuanya, Astri hanya bisa mengikuti. Untungnya sang suami bukanlah orang yang mudah putus asa hanya karena diperlakukan dengan tidak adil. Mas Ruslan selaku suaminya ternyata sudah sejak lama mulai mengumpulkan pundi-pundi uang di belakang punggung orang tua yang tidak pernah menghargainya itu. Hal yang sama juga dilakukan oleh Astri. Hingga di mata mertua, mereka hanyalah orang miskin yang tak berarti. Tetapi karena suatu peristiwa yang melanggar garis bawahnya, Astri mulai merasa muak menjadi orang yang selalu tertindas. Keinginan untuk memberontak pun perlahan muncul di dalam hatinya. "Lalu lakukan apa yang menurut kamu benar, Tri. Asal jangan sampai ibu sama bapak masuk rumah sakit aja," ujar Mas Ruslan memberi dukungan. "Jangan khawatir, Mas. Aku cuma mau kasih syok terapi sedikit aja!" jawab Astri dari balik senyum liciknya. Bagaimana lika-liku keluarga kecil Astri dalam menghadapi ketidakadilan yang diterima di dalam keluarga sang suami?”
1 Bab 1 1.2 Bab 2 2.3 Bab 3 3.4 Bab 4 4.5 Bab 5 5.6 Bab 6 6.7 Bab 7 7.8 Bab 8 8.9 Bab 9 9.10 Bab 10 10.11 Bab 11 11.12 Bab 12 12.13 Bab 13 13.14 Bab 14 14.15 Bab 15 15.16 Bab 16 16.17 Bab 17 17.18 Bab 18 18.19 Bab 19 19.20 Bab 20 20.21 Bab 21 21.22 Bab 22 22.23 Bab 23 23.24 Bab 24 24.25 Bab 25 25.26 Bab 26 26.27 Bab 27 27.28 Bab 28 28. Dina POV29 Bab 29 29.30 Bab 30 30.31 Bab 31 31.32 Bab 32 32. Dina POV33 Bab 33 33.