icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Rahasia Gelap Istriku

Rahasia Gelap Istriku

icon

Bab 1 Pak Lurah Pingsan

Jumlah Kata:1004    |    Dirilis Pada: 15/03/2024

urah

up toko, ini baru jam tiga sore," tanya pak Ta

di sebelah toko kel

wab Satria, setelah lelaki itu menutup rolling dor toko nya, l

nutup cepet, biasanya

n ya," ucap Satria ber

ahut pak Tarman sambil berj

tinggal bersama ibunya, di desa Sukasari, pemuda

tuk menghidupi dirinya dan juga ibunya. Sa

muda itu pulang lebih awal dari biasanya, jika biasanya di

Satriamengendarai mobil box miliknya, setelah menutu

butuhkan waktu setengah jam saja, kini Satriasudah sampai,

saja menghampiri anaknya, wanita setengah baya it

masih berdiri di teras langsung melihat ke arah jam yang

amau nonton bola sama Ali, Buk," jawab Satria sambil t

rsi bambu yang ada di teras rumahnya, Satria tampak men

paruh baya itu langsung berjalan ke

kembali ke arah teras. Dia menghampiri Satria yang

pan Satria, Satriatersenyum lalu me

riasambil menyeruput teh yan

-kali bilang perginya sama perempuan gitu,

unya istri, kamu liat teman sepantaran mu. Semua sudah pada menikah, dan punya ana

ap Bu Darno meminta anaknya untuk segera menikah, karena hingga sat ini satri

asakin aku di rumah," jawab Satri

hela nafas panjang, selalu saja ada jawaban dari Satri

ali ibu-nya meminta Satria untuk mendekati perempuan yang

"Ibuk ini sudah tua, Satria. Tidak se

ah, tiba-tiba saja ada beberapa orang yang berlarian, Sa

erlari ke arah Utara, Bu Darno dan satr

pada berlarian seperti itu?" tanya Bu D

tau Buk, coba S

da seorang laki-laki yang berjalan dengan tergesa-gesa.

a semua berlarian kesana?

ngsan tak sadarkan diri," ucap lelaki itu, sam

ihat mobil pickup d

lkan? Tolong bantu kami bawa

, "iya kang, saya bisa bawa mo

rgi dulu ke rumah pak lurah ya, katanya pak Lurah

ikut

an Ibunya, Satria beserta ibu-nya k

Darno bertanya

a pak lur

iau baru saja pulang dari kelurahan, mungkin saja pak Lurah kena serangan jant

a saja, seolah mengerti dengan

ata di sana sudah ramai, ada banyak sekali o

umunan itu, sambil menggandeng ta

mis

mis

mis

m dia melihat pak lurah yang tak sadarkan dir

tnya, Satria menduga jika itu adalah istri pak lurah, satria tidak bi

uh pak lurah, kini satria berdiri tepat di sisi kiri pak lurah sedang

a yang memegang tubuh pak lurah lalu naik ke ata

ti kesulitan untuk menelan air liurny

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Rahasia Gelap Istriku
Rahasia Gelap Istriku
“Blurb "Satria, kapan kaut akan menikah? Sudah banyak gadis yang dikenalkan padamu, kau balas dengan gelengan kepala. Apa yang kamu mau sebenarnya?" Desakan dari sang Ibu membuat Satria tak enak hati. Pasalnya, Satri tak pernah tertarik dengan wanita muda. Dia jatuh cinta pada wanita yang lebih matang. "Pak Lurah meninggal tiba-tiba, tidak diketahui penyakitnya. Kemarin masih sehat, berkumpul dengan kami." Peristiwa meninggalnya pak lurah menjadi awal pertemuan Satria dengan jodohnya. Istri Almarhum pak lurah yang matang namun masih cantik mempesona menjadi pilihan Satria. "Mas, ada satu syarat. Setiap malam Jum'at Kliwon, aku harus tidur sendiri di kamar belakang." Begitulah syarat yang diajukan Kinanti saat Satria melamarnya. Satria menyetujui tanpa pertanyaan. Cinta telah memaksanya untuk menganggukkan kepala. Namun, apa yang terjadi ketika suatu saat Satria terdesak rasa penasaran? Apa yang sebenarnya dilakukan Kinanti di kamar belakang setiap malam Jum'at Kliwon? Akankah Satria bertahan dengan semua yang dilihatnya di depan mata kepala?”
1 Bab 1 Pak Lurah Pingsan2 Bab 2 Ke RS3 Bab 3 Berita Duka4 Bab 4 Nenek Misterius5 Bab 5 Kamar Dekat Gudang6 Bab 6 Mayatnya Tergores7 Bab 7 Pemakaman Pak Lurah8 Bab 8 Lelaki Serba Hitam9 Bab 9 Pesona Bu Lurah10 Bab 10 Bu Lurah Belanja11 Bab 11 Langkah Kaki siapa 12 Bab 12 Pertemuan Tak Diduga13 Bab 13 Makan Siang Bersama14 Bab 14 Mimpi Buruk15 Bab 15 Niat Hati Satria16 Bab 16 Tidak di Restui17 Bab 17 Niat18 Bab 18 Pandangan orang19 Bab 19 Memohon restu20 Bab 20 Kebingungan Bu Lilis21 Bab 21 Jadi Gunjingan22 Bab 22 Restu ibu23 Bab 23 Di teras saja24 Bab 24 Syarat Menikah25 Bab 25 Peringatan26 Bab 26 Peringatan selanjutnya27 Bab 27 Lamaran28 Bab 28 Persiapan Pernikahan29 Bab 29 Sebelum semua terlambat30 Bab 30 Kekesalan Satria31 Bab 31 Peninggalan Pak Lurah32 Bab 32 Sayang, Ayo Sholat33 Bab 33 Suara Aneh34 Bab 34 Kamar Belakang35 Bab 35 Mengantar sekolah