icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Rahasia Gelap Istriku

Bab 4 Nenek Misterius

Jumlah Kata:1022    |    Dirilis Pada: 15/03/2024

, Satria merasa takut, Karen nenek tua itu terlihat begitu menyeramkan, Satria menoleh ke kana

jah nenek tua itu, wajah nenek tua itu yang begitu menyeramkan

ini," ucap nenek tua itu, suaranya mampu

akang tengkuknya seluruh bulu

saat dia sudah ada di sisi Satria, ne

nyata dia adalah nenek tua, tetangga Satria yang tinggal d

ang diri, tak ada siap

dan tidak mengganggu hanya saja memang wajahnya agak sedikit menyeramkan, karena ada luka bakar, nenek tua itu juga kerap kali, berbicar

ini sempat berkata jika akan ada orang yang akan meninggal di

dia merasa sangat terkejut dengan kehadiran nenek tua itu yang begi

Ini Nek, saya mau melek'an. Bergabung bersama warga yang lainnya ke

umah pak Lurah." Nenek itu langsung mengajak Satria untuk

nanya." Satria dan nenek tua itu pun berj

us saja berceloteh, mereka berjalan pelan

ungkap sang nenek, yang sebelumnya akan t

tria, dia sungguh tidak mengerti dengan

begitu tajam membuat Satria sedikit takut memandang k

ngannya dia berjalan pelan di bantu

h keinginan Bu Lurah, Bu Lurah lah yang membuat pak Lurah meni

tua itu, Satria lalu menyetarakan langkahnya da

a memfitnah seperti itu. Memangnya apa yang dilakukan Bu Lurah, Nek? Bu Lurah saat ini sedang berduka, d

r penuturan sang nenek, entah bagaimana

urah yang sebenarnya," ucap nenek tua tersebut, dia mengalihkan pandanganya k

gkan kepalanya mendengar

g lain yang belum tentu benar adanya. Satria permisi dulu ya, Nek," ucap Satria begitu tegas pada nenek tua itu. Nam

sang nenek, nenek tua itu tetap berjalan, di

dan berhati-hatilah dengan Bu Lurah

enggelengkan kepalanya, dia tidak mengatakan apapun lagi. Satria me

a orang yang berjaga di luar, mereka duduk

ek'an di rumah pak Lurah. Ali yang saat ini sedang berbicara den

yang bernama Ali, Ali langsung menghampiri Satria

hat ke arah Satria, lelaki itu terus saja meli

di sini semua pada heran,"

enoleh ke arah lelaki itu, Satria mengerutk

napa? Maksudm

nya, Ali menoleh ke kanan dan ke kiri, serta ke belakang, memast

sakit, tapi sekarang aneh, jasad pak Lurah tiba-tiba berubah, setelah dia meninggal. Badannya itu terlihat s

dah meninggal, apa lagi orang itu belum di keb

rumah orang meninggal bukan untuk membicarakan orang itu, sudah kita diam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Rahasia Gelap Istriku
Rahasia Gelap Istriku
“Blurb "Satria, kapan kaut akan menikah? Sudah banyak gadis yang dikenalkan padamu, kau balas dengan gelengan kepala. Apa yang kamu mau sebenarnya?" Desakan dari sang Ibu membuat Satria tak enak hati. Pasalnya, Satri tak pernah tertarik dengan wanita muda. Dia jatuh cinta pada wanita yang lebih matang. "Pak Lurah meninggal tiba-tiba, tidak diketahui penyakitnya. Kemarin masih sehat, berkumpul dengan kami." Peristiwa meninggalnya pak lurah menjadi awal pertemuan Satria dengan jodohnya. Istri Almarhum pak lurah yang matang namun masih cantik mempesona menjadi pilihan Satria. "Mas, ada satu syarat. Setiap malam Jum'at Kliwon, aku harus tidur sendiri di kamar belakang." Begitulah syarat yang diajukan Kinanti saat Satria melamarnya. Satria menyetujui tanpa pertanyaan. Cinta telah memaksanya untuk menganggukkan kepala. Namun, apa yang terjadi ketika suatu saat Satria terdesak rasa penasaran? Apa yang sebenarnya dilakukan Kinanti di kamar belakang setiap malam Jum'at Kliwon? Akankah Satria bertahan dengan semua yang dilihatnya di depan mata kepala?”
1 Bab 1 Pak Lurah Pingsan2 Bab 2 Ke RS3 Bab 3 Berita Duka4 Bab 4 Nenek Misterius5 Bab 5 Kamar Dekat Gudang6 Bab 6 Mayatnya Tergores7 Bab 7 Pemakaman Pak Lurah8 Bab 8 Lelaki Serba Hitam9 Bab 9 Pesona Bu Lurah10 Bab 10 Bu Lurah Belanja11 Bab 11 Langkah Kaki siapa 12 Bab 12 Pertemuan Tak Diduga13 Bab 13 Makan Siang Bersama14 Bab 14 Mimpi Buruk15 Bab 15 Niat Hati Satria16 Bab 16 Tidak di Restui17 Bab 17 Niat18 Bab 18 Pandangan orang19 Bab 19 Memohon restu20 Bab 20 Kebingungan Bu Lilis21 Bab 21 Jadi Gunjingan22 Bab 22 Restu ibu23 Bab 23 Di teras saja24 Bab 24 Syarat Menikah25 Bab 25 Peringatan26 Bab 26 Peringatan selanjutnya27 Bab 27 Lamaran28 Bab 28 Persiapan Pernikahan29 Bab 29 Sebelum semua terlambat30 Bab 30 Kekesalan Satria31 Bab 31 Peninggalan Pak Lurah32 Bab 32 Sayang, Ayo Sholat33 Bab 33 Suara Aneh34 Bab 34 Kamar Belakang35 Bab 35 Mengantar sekolah