icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Rahasia Gelap Istriku

Bab 3 Berita Duka

Jumlah Kata:1055    |    Dirilis Pada: 15/03/2024

ita

gu Kinanti terus saja memanggil-manggil nama suaminya berharap agar suaminya itu

ggalkanku mas," ucap Kinanti di samping jenazah

jenazah pak Lurah dan menutupinya dengan kain put

kan ibu mengurus administrasinya, agar jenasah bisa cepat d

aminya dia melihat kedua tim medis itu menutup waja

ng jenazah suaminya wanita itu hendak men

ena waktu saat itu sudah sangat sore, jenaza

ini, maka jenasahnya akan kita makamkan besok pagi saja," ucap pak RT kepa

rang mereka pada berkumpul dan mengaji, m

sebagian wanitanya membantu Bu Lurah untuk menyiap

kamarnya, dia mematut dirinya di depan

nti datang ke rumah bu Lurah , supaya saat wa

m," ucap satria sambil menyempro

at depan kamar Satria lalu me

h mendekat karena dia begitu penasaran denga

erpakaian rapi seperti itu?" gumam ibu Darno begitu lirih.

ran, dia ingin tahu Satria hendak ke mana. Namun ibunya saat ini hanya ber

balik ke belakang, dia begitu terkejut saat melihat ibunya suda

ya dia lalu memperhatikan dirinya se

jadi kaget Buk, lihat ibu berdiri di depan pintu seperti itu, S

melihat ibunya tengah memperhatikanny

tu?" Bu Darno langsung saja bertanya pada anaknya, dia benar-bena

au ikut tahlilan di sana, dan bantu-bantu di sana," jawab Satria sambil terus be

engan tingkah laku anaknya, terlebih lagi anaknya

toh Sat, Sat, terus ini apa kamu pakai parfum segala sampai baunya kemana-mana seperti i

berpakaian rapi. Biar enak dilihat orang, memangnya ibu mau melihat satria ber

ibunya karena ibunya b

oko. Pulangnya jangan terlalu larut," ucap ibunya yang memperingati Satria.

a, Satria ini sudah besar bukan anak kecil lagi. Sudahlah Buk, Satria pamit ya, ibu hati-hati di r

mu itu loh, harusnya jaga mata jangan jelalata

itu lalu menghentikan langkahnya. Satria langsung

ngsung saja bertanya pada ibunya mengenai perkataan ibunya dia

rah secara diam-diam, dari di dalam rumah sampai di rumah sakit bahkan sampai jena

melihat ke arah satria memper

itu ngapain lihat-lihat si Kinanti i

tidak menyangka jika ibunya akan tahu, s

nita itu Bu, Satria hanya ingin menolongnya, lihat saja anaknya yang masi

dari suami sebelumnya sebelum dia menikah dengan pak Lurah dia sudah menikah terlebih

ngsung saja keluar dari rumahnya dia tak in

00 di luar begitu gelap sekali, Satria ber

ampu, tiba-tiba lampu itu berkedip, Satria

oleh ke kanan dan ke kiri tak ada siapapun di sana satria

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Rahasia Gelap Istriku
Rahasia Gelap Istriku
“Blurb "Satria, kapan kaut akan menikah? Sudah banyak gadis yang dikenalkan padamu, kau balas dengan gelengan kepala. Apa yang kamu mau sebenarnya?" Desakan dari sang Ibu membuat Satria tak enak hati. Pasalnya, Satri tak pernah tertarik dengan wanita muda. Dia jatuh cinta pada wanita yang lebih matang. "Pak Lurah meninggal tiba-tiba, tidak diketahui penyakitnya. Kemarin masih sehat, berkumpul dengan kami." Peristiwa meninggalnya pak lurah menjadi awal pertemuan Satria dengan jodohnya. Istri Almarhum pak lurah yang matang namun masih cantik mempesona menjadi pilihan Satria. "Mas, ada satu syarat. Setiap malam Jum'at Kliwon, aku harus tidur sendiri di kamar belakang." Begitulah syarat yang diajukan Kinanti saat Satria melamarnya. Satria menyetujui tanpa pertanyaan. Cinta telah memaksanya untuk menganggukkan kepala. Namun, apa yang terjadi ketika suatu saat Satria terdesak rasa penasaran? Apa yang sebenarnya dilakukan Kinanti di kamar belakang setiap malam Jum'at Kliwon? Akankah Satria bertahan dengan semua yang dilihatnya di depan mata kepala?”
1 Bab 1 Pak Lurah Pingsan2 Bab 2 Ke RS3 Bab 3 Berita Duka4 Bab 4 Nenek Misterius5 Bab 5 Kamar Dekat Gudang6 Bab 6 Mayatnya Tergores7 Bab 7 Pemakaman Pak Lurah8 Bab 8 Lelaki Serba Hitam9 Bab 9 Pesona Bu Lurah10 Bab 10 Bu Lurah Belanja11 Bab 11 Langkah Kaki siapa 12 Bab 12 Pertemuan Tak Diduga13 Bab 13 Makan Siang Bersama14 Bab 14 Mimpi Buruk15 Bab 15 Niat Hati Satria16 Bab 16 Tidak di Restui17 Bab 17 Niat18 Bab 18 Pandangan orang19 Bab 19 Memohon restu20 Bab 20 Kebingungan Bu Lilis21 Bab 21 Jadi Gunjingan22 Bab 22 Restu ibu23 Bab 23 Di teras saja24 Bab 24 Syarat Menikah25 Bab 25 Peringatan26 Bab 26 Peringatan selanjutnya27 Bab 27 Lamaran28 Bab 28 Persiapan Pernikahan29 Bab 29 Sebelum semua terlambat30 Bab 30 Kekesalan Satria31 Bab 31 Peninggalan Pak Lurah32 Bab 32 Sayang, Ayo Sholat33 Bab 33 Suara Aneh34 Bab 34 Kamar Belakang35 Bab 35 Mengantar sekolah