icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Rahasia Gelap Istriku

Bab 2 Ke RS

Jumlah Kata:1073    |    Dirilis Pada: 15/03/2024

, matanya yang membulat hampir keluar dan berwarna merah, sekujur tubuhnya membiru, terlebih lagi

akan kondisi tubuh pak Lurah saat ini, pasalnya kondisi tersebut sungguh san

oba memegang pergelangan tangan pak Lu

lelaki itu mengajak rekan yang lainn

bantu untuk mengangkat p

ah yang kelihatan sedih sekali denga

awa pak Lurah untuk ke rumah sakit, agar bisa segera di

p air matanya. Dia langsung saja berdiri dan berjalan ke arah meja yang tak jauh

mpiri Satria dan menyerahkan kun

," ucapnya begitu lembut terdengar kes

an kunci itu ke arah Satria, jantung S

g

g

g

ku," gumam Satria begitu lirih, h

nerima kunci dari wanita itu, entah mengapa dia tak mampu mengalih

kamu melirik istri orang,

ke arah istri pak Lurah. Satria langsung mengal

g oleh orang lain, jika dirinya k

mobil. Bu Lurah pun juga ikut, dan berjalan di belakangnya,

ya, sesekali wanita itu mengusap a

Bu Lurah tidak bisa menyetir mobil, beliau meminta

kit terdekat, tak beberapa lama merek

dari dalam mobil dia berjalan masuk ke dala

brankar, Satria dan yang lainnya membantu petugas itu me

masuk ruang gawat darurat. Di

ya, termasuk dengan Bu Lurah di d

erlihat gelisah, dia berdiri dan mendekati pintu yang tengah tertutup rapat itu melihat ko

itu terlihat berdiri lalu duduk kembali, terkadang dia berjalan k

sa yang lain pun ikut datang dengan mobil angkot. Mereka meminjam mobil

gan pada wanita itu. Ibu Satria pun ikut serta di antara mereka, ses

nya Bu Darno pada anaknya, dia pun ikut merasa sed

er di ruangan itu, Buk," jawab Satria

kita hanya bisa menunggu sampai dokter memb

oba untuk melihat kondisi pak Lurah, namun ibu Satria ke

dia melihat Satria yang tengah mencuri pandang ke ar

t ke arah Bu Lurah, wanita itu tengah menangis saat i

n tingkah laku Satria yang selalu me

. Wanita itu terus saja memperhatikan anaknya, dia langsung berjalan k

mengalihkan pandangannya ke arah lain, Satria tak

buka, ada dokter dan petugas medis yang keluar. M

l keluarga Pak Lurah, sambil melihat ke arah semu

mengetahui dokter yang menangani

adaan suami saya Dok, apa dia baik-bai

isa mengembuskan na

berkata lain, pak Wiranto tidak bisa tertolong, beliau sudah meninggal dunia," ungkap sang dokter mem

n," ucap beberapa warga saat

ai terkulai lemas, terduduk di lantai, pandangan matanya menatap nanar

tabah, mungkin ini yang

, dia ikut prihatin dengan nasi

suaminya hingga seperti itu," ucap Satria dalam hatinya sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Rahasia Gelap Istriku
Rahasia Gelap Istriku
“Blurb "Satria, kapan kaut akan menikah? Sudah banyak gadis yang dikenalkan padamu, kau balas dengan gelengan kepala. Apa yang kamu mau sebenarnya?" Desakan dari sang Ibu membuat Satria tak enak hati. Pasalnya, Satri tak pernah tertarik dengan wanita muda. Dia jatuh cinta pada wanita yang lebih matang. "Pak Lurah meninggal tiba-tiba, tidak diketahui penyakitnya. Kemarin masih sehat, berkumpul dengan kami." Peristiwa meninggalnya pak lurah menjadi awal pertemuan Satria dengan jodohnya. Istri Almarhum pak lurah yang matang namun masih cantik mempesona menjadi pilihan Satria. "Mas, ada satu syarat. Setiap malam Jum'at Kliwon, aku harus tidur sendiri di kamar belakang." Begitulah syarat yang diajukan Kinanti saat Satria melamarnya. Satria menyetujui tanpa pertanyaan. Cinta telah memaksanya untuk menganggukkan kepala. Namun, apa yang terjadi ketika suatu saat Satria terdesak rasa penasaran? Apa yang sebenarnya dilakukan Kinanti di kamar belakang setiap malam Jum'at Kliwon? Akankah Satria bertahan dengan semua yang dilihatnya di depan mata kepala?”
1 Bab 1 Pak Lurah Pingsan2 Bab 2 Ke RS3 Bab 3 Berita Duka4 Bab 4 Nenek Misterius5 Bab 5 Kamar Dekat Gudang6 Bab 6 Mayatnya Tergores7 Bab 7 Pemakaman Pak Lurah8 Bab 8 Lelaki Serba Hitam9 Bab 9 Pesona Bu Lurah10 Bab 10 Bu Lurah Belanja11 Bab 11 Langkah Kaki siapa 12 Bab 12 Pertemuan Tak Diduga13 Bab 13 Makan Siang Bersama14 Bab 14 Mimpi Buruk15 Bab 15 Niat Hati Satria16 Bab 16 Tidak di Restui17 Bab 17 Niat18 Bab 18 Pandangan orang19 Bab 19 Memohon restu20 Bab 20 Kebingungan Bu Lilis21 Bab 21 Jadi Gunjingan22 Bab 22 Restu ibu23 Bab 23 Di teras saja24 Bab 24 Syarat Menikah25 Bab 25 Peringatan26 Bab 26 Peringatan selanjutnya27 Bab 27 Lamaran28 Bab 28 Persiapan Pernikahan29 Bab 29 Sebelum semua terlambat30 Bab 30 Kekesalan Satria31 Bab 31 Peninggalan Pak Lurah32 Bab 32 Sayang, Ayo Sholat33 Bab 33 Suara Aneh34 Bab 34 Kamar Belakang35 Bab 35 Mengantar sekolah