icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Rahasia Gelap Istriku

Bab 5 Kamar Dekat Gudang

Jumlah Kata:1011    |    Dirilis Pada: 15/03/2024

Lurah, pagi-pagi sekali Satria sudah bersiap dan datang ke

, sebagian mencari kain kafan, sebagian lagi sibuk menyiapkan papan dan batu nis

emandian jenasah, lelaki itu dengan senang hat

selang?" tanya salah satu warga yang juga ikut meman

ucap Satria kemudian berlalu pergi dia

i mencari keberadaan Bu Lurah. Ternyata Bu Lurah sedang

uh selang untung memandikan jasad pak Lurah,"

eka pun bertemu, sejenak Satria terpana oleh wajah cantik bu Lur

ah Satria, dia lalu memberitahuk

ada selang yang lebih panjang," ucap Lastri memberi

ki itu masih menundukkan pandangannya. Dia

arahnya, kecantikan Bu Lurah membuat dia terpesona. Wa

ia menyusuri lorong ke arah gudang belakang, saat tepat berada di ruang makan, Satria menghentikan langkah

lihat ke arah pintu gudang, tangannya pun menunjuk ke arah kedua kama

n, berarti yang ini, nih. Gudangnya." Ucap Satr

itu berada di dekat ruang makan, Satria langsu

atupun jendela di ruangan itu dan ruangan itu pun begitu pengap. Sa

ar bu Lurah sambil memegang tangan Satria

ng di dekat ruang makan, jadi saya masuk aja," ucap Satria. Le

tapi yang satu lagi, yang di sebelahnya," jawab Bu Lurah. Wan

egan jantungnya seketika berdesir, ada kelenjar yang aneh saat Bu Lurah memegang

, Satria kemudian membuka ruangan yang satu lagi. Ternyata ruangan yang ada di sebelahnya itu masih terda

ambil pusing, itu buk

dia butuhkan, sementara Bu Lurah wanita itu langsung mengeluarkan kunci

asuk kedalam,' batin Bu Lurah, Last

asuk ke kamar untuk menghampiri Satria lelaki itu masi

dia hendak keluar dari kamar tersebut. Tiba-tiba Bu Lurah ada di hadapannya, b

g-orang sudah mulai bersiap untuk memandikan jenazah,

senyuman Bu Lurah, dia terus s

ria memang begitu grogi saat berhadapan dengan Bu Lurah, lelaki itu akan langsung gugup dan deg degan setiap ka

wanya ke depan rumah untuk diserahkan pada

hingga wanita itu hilang dari pandangannya.

at Satria membalikkan tubuhnya dia begitu terkejut sekalig

. Nenek itu ternyata juga ada di rumah Bu Lurah saat ini, entah untuk apa nenek itu datang,

i mengagetkanku, aku hampir sa

a nafas, saat melihat nenek itu yang tiba-tiba saja ada di hadapannya. Nene

isteri, sama seperti kamar itu," ucap sang nenek, nenek

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Rahasia Gelap Istriku
Rahasia Gelap Istriku
“Blurb "Satria, kapan kaut akan menikah? Sudah banyak gadis yang dikenalkan padamu, kau balas dengan gelengan kepala. Apa yang kamu mau sebenarnya?" Desakan dari sang Ibu membuat Satria tak enak hati. Pasalnya, Satri tak pernah tertarik dengan wanita muda. Dia jatuh cinta pada wanita yang lebih matang. "Pak Lurah meninggal tiba-tiba, tidak diketahui penyakitnya. Kemarin masih sehat, berkumpul dengan kami." Peristiwa meninggalnya pak lurah menjadi awal pertemuan Satria dengan jodohnya. Istri Almarhum pak lurah yang matang namun masih cantik mempesona menjadi pilihan Satria. "Mas, ada satu syarat. Setiap malam Jum'at Kliwon, aku harus tidur sendiri di kamar belakang." Begitulah syarat yang diajukan Kinanti saat Satria melamarnya. Satria menyetujui tanpa pertanyaan. Cinta telah memaksanya untuk menganggukkan kepala. Namun, apa yang terjadi ketika suatu saat Satria terdesak rasa penasaran? Apa yang sebenarnya dilakukan Kinanti di kamar belakang setiap malam Jum'at Kliwon? Akankah Satria bertahan dengan semua yang dilihatnya di depan mata kepala?”
1 Bab 1 Pak Lurah Pingsan2 Bab 2 Ke RS3 Bab 3 Berita Duka4 Bab 4 Nenek Misterius5 Bab 5 Kamar Dekat Gudang6 Bab 6 Mayatnya Tergores7 Bab 7 Pemakaman Pak Lurah8 Bab 8 Lelaki Serba Hitam9 Bab 9 Pesona Bu Lurah10 Bab 10 Bu Lurah Belanja11 Bab 11 Langkah Kaki siapa 12 Bab 12 Pertemuan Tak Diduga13 Bab 13 Makan Siang Bersama14 Bab 14 Mimpi Buruk15 Bab 15 Niat Hati Satria16 Bab 16 Tidak di Restui17 Bab 17 Niat18 Bab 18 Pandangan orang19 Bab 19 Memohon restu20 Bab 20 Kebingungan Bu Lilis21 Bab 21 Jadi Gunjingan22 Bab 22 Restu ibu23 Bab 23 Di teras saja24 Bab 24 Syarat Menikah25 Bab 25 Peringatan26 Bab 26 Peringatan selanjutnya27 Bab 27 Lamaran28 Bab 28 Persiapan Pernikahan29 Bab 29 Sebelum semua terlambat30 Bab 30 Kekesalan Satria31 Bab 31 Peninggalan Pak Lurah32 Bab 32 Sayang, Ayo Sholat33 Bab 33 Suara Aneh34 Bab 34 Kamar Belakang35 Bab 35 Mengantar sekolah