icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Derita Gadis Ternoda

Bab 2 Tragedi di kebun tebu

Jumlah Kata:1274    |    Dirilis Pada: 18/02/2024

lepon Ardi dibuangnya. Ia bertekad tak akan menyusahkan sanak keluarga. Ia t

us lintas pulau yang lewat tanpa ia

Lampung. Ada banyak bus yang biasanya lewat dan bisa dihentikan tanpa harus ke terminal terlebih dahul

tak banyak. Bahkan bisa dihitung jumlahnya. Ana memejamkan

*

a dan Hesti di sawah, ia berniat langsung kembali ke rumah ka

ung yang sunyi. Para pemuda memilih untuk merantau ke kota. Ada yang mel

indah dan menetap bersama dengan anak-ana

sa curiga atau firasat apa pun. Ia bahkan bersenandung

wajah serba hitam tiba-tiba menarik lengannya dengan

yang mau kamu lak

ak bersuara, ia terus saja meny

g ...

udian pria itu menyumpal mulut Ana dengan kain

mburan membanjiri pipinya. Namun percuma, sekuat apa pun suara yang d

enaga ketika pria itu mendekap tubuh mungil

Pria itu sama sekali tak peduli karena ucapan Ana terdeng

ngannya dicengkram dengan erat. Ditendangnya b

fleks ia melepaskan tangan Ana karena

kembali berteriak. Ia berlari sejauh mungkin menghindari pria breng-s3k itu. Tapi langkahnya bukan tandingan si p

an itu padaku. Kumohon

tangis Ana. Yang ada dalam benaknya ha

nya tertahan. Jeritan dalam hatinya bagai sayat

tubuh Ana hingga bergetar. Ia meracau me

, Ibu ... t

yang men

inggalkan Ana sendiri di kebun tebu. Ana menangis t

kit. Langkahnya diseret sekuat tenaga hingga samp

angis di bawah siraman air mengali

ngin ia mengadu, tapi entah kenapa ia tak sanggup. Bibirnya kelu. Tak ada satu ucapan pun yang ma

*

ia kini berpijak. Tapi dari suasana tempat

a tidur hingga ia tak tahu d

dah sampai. Mau tak mau Ana ikut turun be

i, ia melihat sebuah warung makan. Tanpa pik

a mengetahui bahwa dirinya hamil, naf

a?" tanya Ana saat pemilik wa

ongsor itu memandang Ana

n ke kota mana? Kok bisa-bisan

ak me

ar?" selidi

awab apa, akhirnya ia

uat Ana mengangguk-angguk. Walaupun selanjutnya ia ta

ada bus ke Jakarta?"

isa pesan di

ng warung makan itu, tepat di sebelah musho

cari kerja. Ana mempercayainya karena penampilan sahabat masa kecilnya itu berubah jadi lebih modis sej

andangnya. Ia ingin menghubungi Rida, tapi t

rta," gumamnya. Ia pun menyantap makanannya, se

*

, tapi tak tersambung. Hati Hesti berkecamuk, ia hanya bisa menan

adang, tapi Ardi bilang Ana belum tiba di

telah mengusir Ana, tapi di sisi lain ia juga tak mau diamu

u mengadakan syukuran dan doa bersama untuk memberangka

pendidikan pasca sarjana di sebuah universitas ternama di Jakarta. Ia

tuanya. Sekaligus memohon doa restu agar pekerjaannya bisa berjalan lancar dan

nginkan agar Gani menjadi menantu

atan?" tanya beberapa warga ketika Put

i sana," jawab Putra sambil tersenyum. Sekuat tenaga dicobanya

, murung terus dari tad

rantau sama anak kesayangann

ng dilontarkan warga, sementara Hesti le

mpat curi-curi dengar obrolan itu. Ses

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Derita Gadis Ternoda
Derita Gadis Ternoda
“Namanya Ana. Ia perempuan muda yang cantik, pendiam dan sangat lugu. Tak pernah terlintas sedikitpun dalam benaknya kalau ia akan menjadi korban pemerkosaan. Ana hamil dan diusir oleh ayahnya. Ia berangkat ke Jakarta dan membawa janin dalam perutnya. Di Jakarta pahitnya kehidupan Ana dimulai. Ia bertemu dengan Lukman yang banyak membantunya. Akan tetapi istri Lukman yang bernama Juju sangat jahat. Ana mengalami penindasan dan siksaan selama tinggal bersama Juju. Sementara Lukman bertolak belakang dengan istrinya, ia sangat prihatin dan selalu membantu Ana karena ia merasakan getaran di hatinya ketika melihat Ana. Dan Di Jakarta juga akhirnya Ayu bertemu dengan sosok yang telah memperkosanya dulu”
1 Bab 1 Diusir2 Bab 2 Tragedi di kebun tebu3 Bab 3 Bang Lukman4 Bab 4 Ana baik-baik saja5 Bab 5 Nyonya dan babu6 Bab 6 Tuan Lukman 7 Bab 7 Hati Lukman 8 Bab 8 Kompor ibu-ibu komplek 9 Bab 9 Pingsan10 Bab 10 Bedrest 11 Bab 11 Boss Alan12 Bab 12 Telpon dari Ana13 Bab 13 Juju kabur14 Bab 14 Pendarahan15 Bab 15 Juju pulang16 Bab 16 Lima belas juta17 Bab 17 Syarat18 Bab 18 Kembali pulang