icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jerat Pesona Ayah Anakku

Bab 3 Malaikat Kecil yang Sempat Tak Diharapkan

Jumlah Kata:1011    |    Dirilis Pada: 19/01/2024

yo, Bunda

i ini. Tak sabar ia langsung memeluk dan membubuhi beberapa kecupan singkat pada sosok kecil yang amat menggemaska

um cium Arka!" protes anak kecil itu deng

mandi, memangnya

dimandiin sama Bunda. Kata Bunda, Arka masih kecil. Na

a. Tak pernah ia sangka sosok yang sempat tiga tahun lalu dibencinya, kini malah membe

? Ayo, Bunda! Kita harus siap-sia

*

am berbelanja sekaligus mengurus anak memang patut diacungi jempol. Ia cukup handal mengurus semuanya sendiri karena memang inilah salah satu kegiat

hnya ke mana?" tanya seorang penjual yang mem

ntuk Arka sekolah nanti!" jawab anak kecil tersebut dengan polos, hingga mem

? Kok, kayaknya bibi enggak perna

a. Ia menatap bingung ke arah sang ibunda.

mua totalny

pakai stok yang lama," jawab sang pedagang yang

area pasar. Ia tentu tak ingin menciptakan kebohongan yang baru, karena hal ters

krim?" tawar Kara untuk

g? Memangnya kerjaan Ayah enggak pernah selesai ya, sam

gh

semakin lama Arka semakin beranjak besar dan pintar. Sehingga anak lelakinya itu semakin kriti

nda pernah bilang 'kan kalau tempat kerja ayah jauh?" tutur

! Arka enggak pernah lihat Ayah, sementara anak-anak yang lain sering main sama ayahnya." Sosok mungil itu kini menata

l anaknya. Entah sejak kapan semua hal tersebut telah dipendam oleh Arka akan tetapi yang jelas s

enggak bisa jawab semua pertanyaan Arka," kata Kar

ibunda. Kara dan Arka pun akhirnya saling memeluk satu sama lain, dengan emosi yang berkecamuk di dal

angis lagi ya? Arka selalu ada di sini kok sama Bunda! Arka masih mau nemenin d

ni, akan tetapi yang jelas hal tersebut malah semakin membuat hati Kara perih. Tak pernah terkira ol

sa menemuimu," lirih Kara dengan pelan sa

a tak dapat disaksikan oleh sang anak. Dirinya tentu tak akan tega memberi tahu Arka, jika sebenarnya soso

a ya? Maaf karena pertanyaan

yang sudah membasahi wajah sang ibunda. Bahkan dirinya sampai rela berjinjit,

ut Kara tersenyum sambil kem

kuat. Walau sekeras apa pun kejadian yang telah membuat dirinya hancur, Ark

you, B

too, Swe

ni semua kenyataan yang cukup berat ini. Hingga tiba-tiba saja telepon genggamnya berdering, dan lang

n waktunya. Iya, Bu. Pasti saya

erkali-kali dirinya menarik napas, agar pikiran kalutnya segera usai. Sampai akhirnya tiba-tiba saja de

! Kamu di m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Membangunkan Singa Buas2 Bab 2 Derita3 Bab 3 Malaikat Kecil yang Sempat Tak Diharapkan4 Bab 4 Pertemuan yang Tak Disangka5 Bab 5 Apa Alasanmu 6 Bab 6 Takut Dilupakan7 Bab 7 Perdebatan dan Tawaran8 Bab 8 Kesempatan Dalam Kesempitan9 Bab 9 Selangkah Lebih Maju10 Bab 10 Surat Cinta11 Bab 11 Larangan dan Rindu 12 Bab 12 Dekapan Hangat di Malam Hari 13 Bab 13 Ikatan Batin14 Bab 14 Siapa yang Paling Tampan 15 Bab 15 Tak Sesuai Rencana16 Bab 16 Ketakutan Kara17 Bab 17 Haruskah Aku Mundur 18 Bab 18 Permohonan Barra19 Bab 19 Saling Memantapkan Hati20 Bab 20 Pemotretan Pertama21 Bab 21 Hari Sial Clarissa22 Bab 22 Permintaan Arka23 Bab 23 Seperti Keluarga Bahagia24 Bab 24 Harapan dan Kenyataan25 Bab 25 Janji Untuk Berjuang26 Bab 26 Pertemuan Pertama27 Bab 27 Penolakan Keras28 Bab 28 Teman Lama29 Bab 29 Kecurigaan Avaline30 Bab 30 Sebuah Ultimatum Keras31 Bab 31 Siapa yang Akan Menyerah 32 Bab 32 Bukan yang Diharapkan33 Bab 33 Mana Janjimu yang Dulu 34 Bab 34 Kunci Sebuah Hubungan35 Bab 35 Cemburunya Arka36 Bab 36 Menuntut Penjelasan37 Bab 37 Ungkapan Cinta38 Bab 38 Salah Tingkah 39 Bab 39 Saling Terbuai40 Bab 40 Dongeng Pengantar Tidur41 Bab 41 Bekas Orang Lain42 Bab 42 Perdebatan yang Tak Kunjung Usai43 Bab 43 Dunia yang Sempit44 Bab 44 Seperti Rumah45 Bab 45 Ikuti Mereka Terus!46 Bab 46 Aku Bukan Wanita Jalang, Bu!47 Bab 47 Rencana Cadangan48 Bab 48 Kekhawatiran Kara49 Bab 49 Keputusan Jack50 Bab 50 Cemburu51 Bab 51 Pilihan 52 Bab 52 Dia Bahagia Bersamaku!53 Bab 53 Gagal!54 Bab 54 Mengusut Tuntas55 Bab 55 Merasa Tersentuh 56 Bab 56 Melerai Keributan57 Bab 57 Perubahan Sikap Avaline 58 Bab 58 Ketakutan Clarissa 59 Bab 59 Tidak Becus!60 Bab 60 Sebuah Tamparan Keras 61 Bab 61 Mengorbankan Semuanya 62 Bab 62 Hilang Tanpa Kabar 63 Bab 63 Serahkan Padaku Sebuah Bukti 64 Bab 64 Sakit Ditinggalkan65 Bab 65 Masih Tak Percaya 66 Bab 66 Tuduhan Tak Berdasar 67 Bab 67 Pusingnya Avaline68 Bab 68 Permainan Drama69 Bab 69 Terkecoh70 Bab 70 Melewatkan yang Berharga 71 Bab 71 Terpaksa Menerima72 Bab 72 Kehilangan Jejak73 Bab 73 Nomor Tidak Dikenal74 Bab 74 Semakin Mengerucut 75 Bab 75 Mempercepat Semuanya 76 Bab 76 Ini Semua Demi Kebaikan Anakku!77 Bab 77 Berpaling 78 Bab 78 Meminta Jawaban Kembali 79 Bab 79 Aku Masih Belum Percaya!80 Bab 80 Tak Mudah81 Bab 81 Sambutan Hangat 82 Bab 82 Berbeda 83 Bab 83 Merasa Asing 84 Bab 84 Om Baik yang Jahat 85 Bab 85 Jangan Coba-coba Menghasut Anakku, Barra!86 Bab 86 Dia Bukan Suami Saya, Pak!87 Bab 87 Minta Maaf yang Mudah88 Bab 88 Dalang Sebenarnya 89 Bab 89 Tidak Sepenuhnya Selesai 90 Bab 90 Hak Arka91 Bab 91 Biar Aku yang Mengurusnya!92 Bab 92 Cukup Buktikan Saja!93 Bab 93 Balasan Atas Keegoisan 94 Bab 94 Mengawasi Secara Langsung 95 Bab 95 Bukan Itu Tujuanku Sekarang!96 Bab 96 Berbicara Baik-baik 97 Bab 97 Kebenaran yang Ditakutkan 98 Bab 98 Siapa yang Memutarbalikkan Fakta 99 Bab 99 Kesepakatan Awal100 Bab 100 Keresahan Kara