icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cabe-cabean Kekasih Vice President

Bab 3 Aku Bukan Lonte

Jumlah Kata:1604    |    Dirilis Pada: 17/01/2024

mana? Lo n

o gpp kan?

Ini rencana mau

liss bilan

mpat sunyi dan hanya berisi lima ora

aksi, saat sibuk menerima pang

uncul dan mengantarnya turun ke lobi. Pemuda yang mengaku asis

Asisten pribadi Alexander bahkan berwajah tampan, dengan tubuh ramping dan berpenampilan rapi. Tunggu. Pe

aya tidak percaya pagi ini ia terbangun di apartemen mewah, di kawasan paling strategis ibu kota. Bahkan saat ia menyem

i ia mengekor di belakang pemuda itu dan melihat beberapa pintu lain, lukisan besar, juga perabotan yang terlihat mahal. Segalanya tertata rapi namun Soraya tidak melihat satu o

di private lobby. Tidak banyak perabotan di private lobby itu. Hanya ada bufet, tempat payun

wab si asisten sembari m

arap ia tidak terbangun dari tidur d

e ceritain betapa gantengnya si om..." ucapan Soraya terhenti saat menyadari lirikan

malam nganterin klien ke apartemen tempat saya jemput Kakak tadi.

angi supir taksi yang sese

itu tadi. Kalau nggak salah lantai 12 katanya. E

angan-jangan si Bapak Su

a kali ke sana? Saya sering dapet orderan ke situ, tapi nggak

.. nggak gi

bapak supir terjulur mengambil selembar kartu dari dashboard. Kartu it

Soraya pada akhirnya mengambil kartu nam

melalui spion. "Dijamin aman. Bahkan kakak bisa bebas ganti baju, atau nitip make up di sini buat touch

ak gatal. Gara-gara ia bercerita tidak sempat mandi kepada teman-temannya

g dapet orderan k

may

apa Bapak pernah nganter cewek y

berapa Kak. Tapi kebetulan salah satu klien saya yang sering ke sana, p

agi pertanyaan lainnya. "Kalau asisten, eh maksud

erapa saat sebelum menjawab,

arusan. Berarti asisten pribadi Alexander menyimpan nomor bapak s

k supir taksi mengira dirinya seorang lonte. Sepertinya, beberapa

rikan satu alasan masuk akal yang mengharuskan Alexander tidak main perempuan. So

ang bawa amplopan yang isinya dollar. Dia nggak beli barang branded, atau coat seperti ya

taksi ini sungguh jeli dalam menilai barang. Tapi memang mantel yang ia kenakan terkesan sangat ele

taksi terlihat heran.

nte. Kenapa Bapak

yang tadi itu," jawabnya kemudian. "Beberapa kali d

iam seri

tel dan sarapannya, Om. Makasih juga buat tumpangann

ra

esannya di kolom chat. Mungkin vice president memang

atus Alexan

t menghubungi Alexander ? Soraya menimbang

ia sedikit

ghubungi Alexande

membuat lelaki

anjur tenggelam dalam pikirannya sendiri. Pertemuan singkat d

api juga beberapa kali menyewa pelacur. Bahkan asist

ander malaikat atau bajingan? Soraya teng

su para lelaki di kelab malam. Bahkan seseorang yang sinting nekat memasukka

lamnya tidak bergeser dan ia pulang dari temp

ki manapun hilang akal. Tapi Alexander , tidak hilang akal. Lelaki itu

n ia tidak ingin kehilangan kesemp

dengan mudah menyingkirkan para pemuda kandida

ng dengan celana jeans, bra, kaos, dan syal miliknya. Soraya tidak ingin mantel, ia ingin Alexan

kebebasan sebagai mahasiswi perantauan. Jauh dari orang tua dan ingin me

n dengan para pemuda tampan dan menjadikan salah satu dari mereka sebagai kekasihnya. Ia ba

opuler di fakultasnya, dan selalu menarik atensi setiap waktu. Soraya merasa berhasil mele

ncani deretan cowok tampan dan populer lalu bersenang-senang. Namun, ia tidak pernah bisa karena tidak memiliki keberanian untuk itu. Ayahnya selalu bersikap protektif dan selalu

gan gadis baik-baik, juga tumbuh di keluarga harmonis. Sebenarnya tidak ada

gadis lainnya. Ia ingin mengenakan bikini dan mengunggah foto seksinya di Instagram. Ia ingin bersenang-senang di kelab sepanjang malam dan bertingkah sedikit gila. Soraya hanya ingin menikmati dinami

gaimana reaksi teman-temannya nanti saat

ifikasi di layar dengan cepat. Jantungnya nyaris m

Soraya bersor

mu ketumpuk. Saya cek jadwal d

elnya. Kenapa Alexander bersikap se

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cabe-cabean Kekasih Vice President
Cabe-cabean Kekasih Vice President
“Alexander menemukan cintanya pada diri Soraya. Gadis remaja berusia 19 tahun dari kejadian yang tidak sengaja disebut bar. Cinta beda usia yang menggelitik. Alexander Richard tidak berniat terlibat terlalu jauh dengan Soraya gadis 19 tahun yang ia temukan di kelab malam. Namun gadis itu ceplas-ceplos, imut, dan mudah terjerat rayuan dari bajingan sepertinya.Mengira hubungan hanya sedangkal main-main, nyatanya Alexander jatuh terlalu dalam pada gadis yang usianya berjarak delapan belas tahun lebih muda itu. Siapa sangka, ternyata Soraya masih berkaitan dengan kisah cinta di masa lalunya. Alexander sekali lagi harus berhadapan dengan trauma besar dalam hidupnya.”