icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cabe-cabean Kekasih Vice President

Bab 2 Om Ganteng Itu VP

Jumlah Kata:1313    |    Dirilis Pada: 17/01/2024

Ngorok, dengan bibir terbuka lebar. Meski begitu, tidak mengurangi

takkan kaki Soraya di atas pangkuannya, melepas sepa

0

ga. Alexander t

k menyusuri keindahan sepasang tungkai Soraya. Dimulai dari pergelanga

entang nafsu bergejolak yang siap menuntun kedua tangannya mengoyak

karena diam-diam menikmati kulit kuning yang indah sambil memendam imajinasi. Atasan blink-blink, yang hanya menutup d

Alexander menggeleng prihatin. Selera berpakaian gadis ini buruk. Namun memang merangsang. Ditambah, gadis ini cantik. Berwajah lugu seperti baru pertama kali keluar dari

ari tatapan mesumnya sendiri. Mencoba bersikap gentlem

n dua pemuda di parkiran tadi, dan seorang lagi yang bernama Bra

harus tidur di sofa. Alexander juga heran, kenapa ia mau repot-repot begini? Ia bisa s

rena gadis

.. dan

uh ti

sesuatu yang buruk pada gadis i

ntah

emudian pelan-pelan mengatupkan bibir ranum kemerahan itu. Bibir yang tadi menciuminya dengan serampangan

dian berbalik dan mematikan lampu. S

________

saat merasakan lapar di per

engejan, dem

uuu

le

Aku d

memeluk guling mengangkat

kap tirai tipis yang menutupi jendela besar. Soraya dapat melihat g

t berukuran besar di atas bufet hitam, lampu dinding keemasan, dan ranjang deng

am, k

a tema

h jaga

lu

itam dengan poni membelah dahi, tatap tajam yang melun

i

a lega saat mendapati dirinya masih berpakaian lengkap, dengan

berakhir sendirian di kamar asing ini. Namun yang ia ingat hanyalah wajah tampan yang terse

diri. Berusaha membuat dirinya nyaman dalam situasi yang ser

g sama. Aroma har

t apa yang terjadi setelah perkenalan singkat sem

idak banyak perabotan di kamar ini. Kaki telanjangnya bersentuhan langsung deng

sandaran sofa. Terasa janggal, karena segala sesuatu di tempat ini terlihat begitu tertata rapi. Alih-alih seperti tempat tinggal, tempat ini begitu mirip se

ek Dolce&Gabbana pada bagian dalam mantel. Namun bukan merek branded itu yang membuatnya ter

mask

letakkan mantel i

gan. Soraya berjalan mendekati rak buku dan berdecak kagum, ketika ujung

putih tanpa noda. Bibirnya membentuk segaris senyuman kecil saat

ia. O

foto besar di dinding deng

nget. Om ini apa

oto om itu seorang diri. Tidak ada foto keluarga. Bahkan foto masa kecil juga tidak ada. Sangat berbeda dengan keadaan di rumahnya, di mana banyak ditemukan

Sungguh Soraya menyukai fakta yang ses

malis. Bahkan di sini tidak ada meja makan. Soraya menarik kesimpulan, sepertinya si om memang hidup sendiri dan mungkin jarang makan di rumah. Tunggu. Sepertinya ini lebih tepat disebut

a bar. Kartu nama juga.

saya mabuk. Terima

an kayak gitu. Ada mantel di sofa. Pake aj

motif marble hitam yang terasa dingin. Ia melihat nampan dengan sandwic

annya masih segelan? Soraya membuka cepat bungkusan sandwich di tanga

Terus lanju

ahnya. Namun lagi-lagi, ia tidak berhasil mengingat apapun setelah perk

nder

esident - PT Bank

ja saat membaca kartu nama yan

di si o

G

rnyata diletakkan di atas meja nakas samping tempat tidur. Kemudian dengan tergesa, memindai nomor Alexander ke dalam ponselny

!!! Gue di a

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cabe-cabean Kekasih Vice President
Cabe-cabean Kekasih Vice President
“Alexander menemukan cintanya pada diri Soraya. Gadis remaja berusia 19 tahun dari kejadian yang tidak sengaja disebut bar. Cinta beda usia yang menggelitik. Alexander Richard tidak berniat terlibat terlalu jauh dengan Soraya gadis 19 tahun yang ia temukan di kelab malam. Namun gadis itu ceplas-ceplos, imut, dan mudah terjerat rayuan dari bajingan sepertinya.Mengira hubungan hanya sedangkal main-main, nyatanya Alexander jatuh terlalu dalam pada gadis yang usianya berjarak delapan belas tahun lebih muda itu. Siapa sangka, ternyata Soraya masih berkaitan dengan kisah cinta di masa lalunya. Alexander sekali lagi harus berhadapan dengan trauma besar dalam hidupnya.”