icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terima Kasih atas Luka yang Kau Berikan, Mas!

Bab 4 Berlibur

Jumlah Kata:1051    |    Dirilis Pada: 13/01/2024

perbuatan asusila di rumah ibuku. Karena tak ingin mengecewakan putriku akhirnya aku pun menga

embali seperti saat awal masa pernikahan kami, di mana dia masih penu

lankan tanggung jawabnya terhadap kami. Ia bahkan sel

kan untuk tidak ikut karena ia beralasan tak mau lagi berurusan dengan Yuni se

tusan terbaik baginya untuk keutuhan rumah tangga ini, maka tak menyapa. As

n Karin, untuk berlibur ke Kota Singkawang. Meskipun jaraknya begitu jauh dari kota yang kami tempati saat i

n ia berjanji juga akan membawa kami untuk berlibur ke pantai karena di Kota Singkawang terkenal den

angkat?" tanya Karina Yang sepertinya su

isa sambil beristirahat. Maka dari itu, mama mempersiapkan semua ini," ujarku sembari menunjukkan beberapa bekal yang

ar dari kamar mandi lalu menghampiri putrinya yang saat itu sedang duduk menungguku. Ia

sih," balas Karina merajuk dengan melipat kedua

njang?" Mas Bram mencubit ujung bibir

setelah semua siap, barulah aku meminta Mas Bram unt

juga ikut membantu dan membawa baran

g lebih sekitar empat jaman. Dan tempat pertama yang kami kunjungi ia

pandangan mata kami pertama kali di sini. Dengan keharuman semerbak dari bun

ang ada di taman ini. Bahkan beberapa kali ia hampir memetik bunga yang menurutnya sangat indah

ar dan mencari masjid untuk melakukan salat. Dan dilanjutkan untuk makan si

sang pramusaji meletakkan sebuah nampan yang beri

a isian di dalamnya. Tapi, sebelum makan itu, kita makan

bengkuang serut, talas, atau kucai yang dimasak bersama ebi. Setelah itu dikukus

ngat banyak peminatnya. Choipan adalah camilan yang re

an Karina langsung berlarian ke tepi pantai, dan bermain air. Sedangkan Mas Bram sepertinya sedang s

!" teriak Karin

dalam saku celananya, lalu ikut bergabung bersama kami

tuskan untuk duduk di sebuah kursi yang ada

ini ada di Pant

k di Kecamatan Tujuh Belas, Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Pantai ini membentang sepanjang 3 kilometer,

yang tadi sengaja kubawa untuk dinikmati saat di pantai seperti sekarang ini. Aku mengeluarkan tikar dari bagasi mobil,

akanan dan juga tempat untuk kami sekedar beristirahat sekeluarga,

kepalaku untuk melihat ke arah sumber suara dan alangkah terkejutnya aku

sa ada di sini?"

, mbak. Tapi kok bisa kebetulan ya, kita ketem

jauh mata aku memandang dan memperhatikan di sekitar pantai ini, tetapi aku sama sekali tidak bisa melihat seseorang pun temannya ya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terima Kasih atas Luka yang Kau Berikan, Mas!
Terima Kasih atas Luka yang Kau Berikan, Mas!
“Awalnya ia adalah orang yang sangat mencintaiku sepenuh hatinya. Namun, seiring berjalannya waktu, perubahan demi perubahan semakin kentara terlihat, dan dapat kurasakan. Hingga suatu hari, aku menjumpai suamiku yang katanya pamit untuk memancing ternyata ada di rumah ibuku. Ia sedang bersama dengan adik kandungku. Kejadian itu sudah sangat menggores luka di hatiku. Akan tetapi, Mas Bram telah berjanji untuk tak lagi mengulanginya. Aku ikhlas, dan menganggap kekhilafan suamiku itu karena keteledoranku sebagai seorang istri yang, 'mungkin' tidak bisa menyenangkan hatinya. Beberapa bulan berjalan,hubungan rumah tangga kami berjalan seperti biasanya. Meskipun, terasa hambar, tetapi aku tetap menjalani kewajibanku sebagai istri untuk dirinya, semua kupasrahkan juga karena ada anak yang membutuhkan perhatian kami saat itu. Hingga satu tahun berjalan, ternyata untuk kedua kalinya ia melukaiku dengan cara yang sama. Mas Bram dan adikku masih berhubungan. Semua itu terbongkar saat aku menemukan chat di handphone pribadi milik Mas Bram bersama adikku dengan kata-kata mesra dan terkesan jorok. Sudah dua kali hati terluka dengan luka yang sama. Apakah harus aku bertahan dalam rumah tangga penuh duri ini?”
1 Bab 1 Memancing di kamar adikku2 Bab 2 Hatiku telah mati rasa3 Bab 3 Hambar4 Bab 4 Berlibur5 Bab 5 Tidak mungkin kebetulan6 Bab 6 Diam-diam memperhatikan7 Bab 7 Mengecek handphone8 Bab 8 Diam seribu bahasa9 Bab 9 Pak Arsyad dan Kak Rahman10 Bab 10 Kepergok kedua kalinya. 11 Bab 11 Aku Benci Ayah! 12 Bab 12 Bertemu Penyelamat. 13 Bab 13 Belanja kebutuhan14 Bab 14 Mereka memutar balikkan fakta. 15 Bab 15 Aku pasti bisa! 16 Bab 16 Berebut17 Bab 17 POV RAHMAN18 Bab 18 Apakah ini cinta 19 Bab 19 Mati kutu20 Bab 20 Bertemu pengacara21 Bab 21 Duda Populer22 Bab 22 SUDAH YAKIN AKAN BERCERAI23 Bab 23 Video Viral24 Bab 24 Aku Pasti Bisa! 25 Bab 25 Kembali ke Rumah. 26 Bab 26 Dihujat. 27 Bab 27 Meminta Klarifikasi28 Bab 28 Merasa Dilindungi29 Bab 29 Status Baru. 30 Bab 30 Tiba-tiba Datang. 31 Bab 31 Lamaran Dadakan32 Bab 32 Menemui Wak Ahmad33 Bab 33 Hari Pernikahan34 Bab 34 Malam Pertama di Hotel. 35 Bab 35 Buah dari keikhlasan. (Tamat)