icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terima Kasih atas Luka yang Kau Berikan, Mas!

Bab 5 Tidak mungkin kebetulan

Jumlah Kata:923    |    Dirilis Pada: 13/01/2024

u? Apakah salah, jika batinku justru mengatakan bahwa kedatangan Yuni yang

tanpa disengaja. Tidak mungkin dia tidak mengetahui bahwa aku dan keluargaku saat ini sedang b

ang sama dimana lokasinya jauh dari tempat tingg

menjadi kacau dan hatiku terasa begitu resah, seolah sedang ada sesuatu y

s melihat ke belakangnya. Aku masih mencari-cari sosok teman yang dikatakan Yuni. Temannya yang ta

alau, Mbak Ainun memang merasa tidak enak karena aku ada di sini, nggak apa-apa, biar aku pergi saja. Lagipula, aku tadi cuma kebetulan lewat karena tadi aku mau ke toilet, eh ... tanpa sengaja lihat kayak Mbak Ainun, ya ... aku sap

a, kebetulan Mbak juga bawa banyak bekal. Kita makan sama-sama aja di sini." aj

ang memperhatikan ke arah aku dan Yuni yang sedang mengobrol, tetapi ketika ia melihat aku berpaling ke

i sama teman-teman dan berkumpul dengan mereka lagi di cafe sana," balas ini sembari

nnya, lalu mengapa ia justru harus mencari toilet jauh-jauh dari kafe tersebut? Bukank

suamiku, ampunilah aku ya Allah, tapi jika semua ini adalah pembenaran yang Kau-berikan untukku melalu

ram dan Karina sudah selesai bermain dan mereka s

h ... nggak tahunya ketemu sama kalian di sini," jawab Yuni menanggapi perta

" Karina be

kita. Kita pasti selalu akan dipertemukan di mana pun berada, iya 'kan M

njadi ketentuan Tuhan untuk mempertemukan kita lagi

ram tersebut, tetapi entah mengapa ha

tidak ada bukti kuat, aku juga tidak bisa untuk mencecar mereka. Karena aku yakin, setelah kejadian itu, mereka pasti akan bermain secara cantik

karena memang bekal yang kubawa saat ini berjumlah banyak jadi pasti tidak akan

an. Aku ingin melihat, apakah mereka benar-benar sudah mengakhi

aran dan ingin melihat dengan siapa yang sedang berkirim pesan, tetapi aku tidak mungkin bertanya karena aku tak

embali dari toilet dan sesuai permint

g ku-sediakan dari rumah sembari menikmati makanan dan

an semakin ke sini pada akhirnya mereka pun terlihat mulai sema

mereka. Yuni dan Mas Bram pun tak segan-segan melakukan kontak fisik seperti sling dorong dan p

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terima Kasih atas Luka yang Kau Berikan, Mas!
Terima Kasih atas Luka yang Kau Berikan, Mas!
“Awalnya ia adalah orang yang sangat mencintaiku sepenuh hatinya. Namun, seiring berjalannya waktu, perubahan demi perubahan semakin kentara terlihat, dan dapat kurasakan. Hingga suatu hari, aku menjumpai suamiku yang katanya pamit untuk memancing ternyata ada di rumah ibuku. Ia sedang bersama dengan adik kandungku. Kejadian itu sudah sangat menggores luka di hatiku. Akan tetapi, Mas Bram telah berjanji untuk tak lagi mengulanginya. Aku ikhlas, dan menganggap kekhilafan suamiku itu karena keteledoranku sebagai seorang istri yang, 'mungkin' tidak bisa menyenangkan hatinya. Beberapa bulan berjalan,hubungan rumah tangga kami berjalan seperti biasanya. Meskipun, terasa hambar, tetapi aku tetap menjalani kewajibanku sebagai istri untuk dirinya, semua kupasrahkan juga karena ada anak yang membutuhkan perhatian kami saat itu. Hingga satu tahun berjalan, ternyata untuk kedua kalinya ia melukaiku dengan cara yang sama. Mas Bram dan adikku masih berhubungan. Semua itu terbongkar saat aku menemukan chat di handphone pribadi milik Mas Bram bersama adikku dengan kata-kata mesra dan terkesan jorok. Sudah dua kali hati terluka dengan luka yang sama. Apakah harus aku bertahan dalam rumah tangga penuh duri ini?”