icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ritual Birahi Digunung Keramat

Bab 3 Part 3. RITUAL LENDIR

Jumlah Kata:2189    |    Dirilis Pada: 05/12/2023

payudaranya dari sela sela BH, sehingga kembali aku melihat p

susu ibuku sampai umur dua tahun, hingga akhirnya Ibuku berhenti memberikan aku susu karen

ama PSK yang biasa mangkal di stasiun, ya?" tanya Mbak Wati terdengar kecew

unya." jawabku jujur. Aku agak kecewa saat M

u membuatku tertawa geli karena berhasil membalas perbuatannya. Aku menciumi baju Mbak Wati, me

nyiumin orangnya." kata Mbak Wati yang terlih

mengeluarkan unek unek, tidak tahukah dia aku sudah sangat tidak sabar untuk m

.!" kata Mbak Wati mulai menurunkan roknya perlahan lahan

membuka seluruh pakaianku secepat yang aku bisa, sehar

ya?" tanya Mbak Wati kembali mel

umi rok Mbak Wati berusaha mencari bau memek

annya. Aku mengambil CD dari tangan Mbak Wati dan menciumnya dengan bernafsu. Beginikah bau memek? Aku semak

sedang kuciumi membuatku tertawa geli melihat wajah Mbak Wati yang terlihat jengkel melihatku mengabaikan tubuhnya. Godaanku berh

a berhadapan dengannya dengan dengkul yang saling bersentuhan. Mataku tidak mampu b

anggukan kepala tanda mengerti apa yang dikatakannya, walau aku sedikit kecewa karena harus melewati proses yang sepertinya tidak berakhir. Tidak masalah buatku yang sudah t

sentrasiku terpecah antara mantra dan tubuh bugil Mbak Wati yang terlihat di depan mataku.. Beberapa kali mataku terbuka menatap tubuh polos Mbak Wati, tidak ada yang terlewat olehku. Sementara bibirku mengikuti apa y

ku yang tidak berkedip. Mbak Wati tiba tiba mendorongku jatuh terlentang. Jantungku berdegup sangat ke

usesali. Tumbal kenikmatan yang

nya terasa sangat halus. Mbak Wati kembali tersenyum sebelum mulai mencium bibirku dengan bernafsu, lidahnya masuk ke dalam mulutku sehingga air liurnya masuk tertelan olehku. Inilah ciuman pertamaku, Mbak Wati tidak hanya mengulum bibirku dengan bernafsu, tangannya pun aktif memelintir p

n cewek, y?" bisik Mbak Wati, lidahnya menjilat

meraba payudaranya yang menempel di dadaku, tanganku

pada telinga membuatku semakin blingsatan oleh rangsangan, tidak bisakah Mbak Wati

Aku sudah menanti momen ngentot sejak pertama kali menginjakkan kaki di tempat ini,

." jawab Mbak Wati membuatku terdiam, Mbak Wati tentu lebih tahu apa yang harus dilak

nentu saat Mbak Wati menjilati puting dad

gannya terus membelai kontolku yang sudah sangat tegang. Seperti penasaran dengan panjang konto

enuntun tanganku agar menyentuh memeknya yang terasa basah. Akhirnya aku bisa memegang memek Mbak Wati, jari

dia tidak merasa jijik saat lidahnya menjilat kepala kontolku, tanpa sadar tubuhku mengejang.

eenak ini, jauh lebih nikmat dibandingkan saat aku beronani, jariku semakin masuk ke dalam memeknya yang basah.. Mba

rus datang. Magma yang terpendam sudah sampai puncaknya Ini

tanpa sadar aku menjambak rambut Mbak Wati, kepalanya aku tekan ke bawah sehingga kontolku

ijik sedikitpun, seolah pejuhku makanan berprotein yang nikmat. Aku terhempas lemas setelah semua pejuku ditelan habis oleh Mbak Wati, mataku menatap sayu melihat m

, lidahnya menjulur memperlihatkan pejuh yang tersisa di mulutnya lal

gka, ternyata Mbak Wati sangat binal melebihi perkiraanku. P

encium bau pejuh yang membaur dengan air liur Mbak Wati, saat dia akan mencium bibirku, reflek aku b

" bisik Mbak Wati. Suaranya terdengar samar, tubuhku sudah terlalu lelah, hanya tidur 1 jam

***

t Mbak Wati mengulum kontolku, perlahan aku membuka mata dan melihat Mbak Wati berjongkok di atas tubuhku dengan kedua tangannya memegang dadaku yang bi

tku langsung sadar sepenuhnya, ternyata yang kurasakan nyata. Mbak Wati sedang mengentotku. Aku bukan lagi seorang perjaka ting ting

yang pernah aku lihat. Perjakaku hilang tanpa aku rasakan, momen yang seharusnya menjadi kenangan terindah, berlalu begitu saja tapi aku sekali tidak menyesalinya, momen

Mbak Wati tersenyum, bergerak liar terus memacu kontolku. Terlihat dia sangat menikmati memperkosaku yang sedang tidur. Pe

ku dengan mata terpejam menikmati se

a memacu kontolku. Rambutnya yang panjang menjadi kusut, tubuhnya basah oleh keringat, membuatnya terlihat semakin cantik dengan dengan penerangan lam

tolku dengan dinding memek Mbak Wati yang lembut dan lunak

ak Wati berkedut kedut meremas kontolku. Kedutannya

rnya tersenyum menatapku sayu, kontolku masih tertanam di dalam memeknya. Mbak Wati menciu

atan dan kenikmatan memeknya, aku baru memulainya. Aku ingin menumpah

hanya mengangkang lebar menyuruhku segera naik ke atas tubuhnya yang montok. Tidak perlu mengulang perintah, Aku segera menindih tubuh Mbak Wati yang refleks m

alam jepitan memeknya, benar benar nikmat, pantas saja

ang.!" Kata Mbak Wati menyambut hujaman kontolku dengan mengangkat pinggulnya, untung saja kasur tempat kami ngentot terletak di lantai

berusaha membalas perbuatannya yang sudah memperkosaku. Perbuatan yang seharusnya dilakukan sa

u lagi menahan pejuku yang memancar deras membasah

eng, Jang....." jerit Mbak Wati semakin mempercepat ge

olku tanpa perlawanan dariku, dia harus merasakan kontolku yang per

k tubuhku dengan erat, tanpa sadar dia mengg

ukah rasa nikmat yang diperoleh Mbak Wati se

Mbak masih pengen kontol kamu di memek." bisik Mbak Wati di telingaku tanpa merasa bersalah s

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ritual Birahi Digunung Keramat
Ritual Birahi Digunung Keramat
“"Jang, kamu sudah gak sabar ya?." tanya Mbak Wati setelah mantra selesai kami ucapkan dan melihat mataku yang tidak berkedip. Mbak Wati tiba tiba mendorongku jatuh terlentang. Jantungku berdegup sangat kencang, inilah saat yang aku tunggu, detik detik keperjakaanku menjadi tumbal Ritual di Gunung Keramat. Tumbal yang tidak akan pernah kusesali. Tumbal kenikmatan yang akan membuka pintu surga dunia. Mbak Wati tersenyum menggodaku yang sangat tegang menanti apa yang akan dilakukannya. Seperti seorang wanita nakal, Mbak Wati merangkak di atas tubuhku...”