icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hasrat Liar Sang Ustadzah

Bab 2 Part 2

Jumlah Kata:1541    |    Dirilis Pada: 21/11/2023

enahan nafas. Bagaimana tidak sang ustadzah cantik alim dan sholehah. Bidadari cantik di alam mimpiku kini tubuhnya sedikit terbuka dalam layar hapeku.. Payudara yang menyembul keluar ser

tu. Bisa saja dia balik mengadu ke polisi dan melaporkan tindakanku. Ku urungkan niatku untuk melak

lain dari sang ustadzah hanyalah manusia yang dibalut jilbab lebar serta gamis panjang yang menutupi aib dan sisi binal Hu manisnya. Namun dia tetaplah seorang ibu yang baik bagi anak2 nya dan istri yang setia, s

h dalam mengenal watak seorang ustadzah dr cara dia membalas chat. aku berfikir sejenak.. Bisa saja aku meminta nmr hpnya ustadzah dengan mudah. Tapi bagaimana caranya agar seakan2 dia yg membutuhkan aku. Bukan aku yang membutuhkan dia. Tetap bersabar kulewati hari2 ku. Hingga akhirnya keberuntungan datang padaku. Saat itu kelu

bang acara

mw liburan ke sungai hijau. Sekalian an

etulan kerjaan juga lg ko

k ika aja iim, skalian

oke ba

mbil haisya dari pangkuannya. Entah sengaja atau tidak yang rencana aku hanya ingin menyentuh sedikit gundukan tetek ustadzah, yang terjadi aku sedikit menggenggam tetek ustadzah sebelah kanan. Ustadzah sedikit kaget. Namu

m kamu udah p

ustadzah, belum pu

iim, punya usaha sendiri, biaya kuliah sendiri, mandiri banget.. Ti

r sibuk kaya aku bu ustadzah.. Cewek jaman sekarang kan maunya

ang tipe cewe idaman kamu ky apa sih.. Ma

alu lah nyebutnya.. Mas

.. Anggap aja ibu ni ibu kamu sendiri atau kk kamu. Jd santai aja

dia setia, baik, ramah, rajin sholat dan ngajar ngaji tiap sore.. H

piku) huh.. Itumah ibu ngajar ngaji ti

ibuan.. Rata2 HP HP HP HP aja diurusin.. Ya aku akuin kan aku kagum sama

dan jilbabnya.. Ternyata beliau memakai pakaian ketan yg menutupi seluruh tubuhnya dan jilbab kurung yang hanya sebahu.. Aku terperana. Apa yang ada di hadapanku. Seorang ustadzah yang biasa memakai jilbab lebar sampai lengan dan gamis lebar panjang kini berganti hanya jilbab sebahu yang tidak menutupi besar buah dadanya

. Kamu ga ikut.

m pegang haisya dlu.. Segan juga

Makasih ya iim..

NIKMAT MANA LAGI YANG KU DUSTAKAN.. itulah kata2 hatiku yang terucap melihat keindahan

r..rr

. Bahkan ada sedikit rasa cemburuku ketika bang Ardi suaminya memeluknya dari belakang.. ""Damn, its mine bang ardi"" batinku berkata. padahal jelas aku bukanlah siapa2 dan mereka adalah sosok suam

jengkel 2 anak ustadzah slalu bersamamu mengajak bermain. Lagi asik bermain aku slalu berjalan mundur di sungai, kemudian berlari lari dikejar anak2 nya ustadzah..tiba2 aku menabrak ustadzah tak sengaja aku menabrak ustadzah sangat kencang.. Bruuaaghhh... Byuurrr... Ka

ah.. G lihat baim..

h : ia

tau apakah ustadzah sadar bahwa badan ku dan badanya sangat erat dan

suk di ruang ganti yang hanya bertutup kan papan2 kotak.. Aku berniat untuk mengintip.. Tapi urung kulakuk

tercetak disana.. Aku yakin dia menanggalkan bh dan c-d nya di ruang ganti. Sambil mengambil gami

dah siap. Kamu

balik gamisnya. Dengan gugup ku coba menyentuh sedikit dengan jariku gundukan buah dadanya.. Dengan beranikan diri. Aku menyentuh tetek ustadzah yang masih dibalut gamis.. Dan what.. Aku terkejut.. tidak ada kurasakan bH didalamnya.. Jemariku lansung menyentuh empuknya payudara ustad

BU UST

hentikan permainanku dan menutupinya dengan jilbab ustadzah.. Kemudian melanjutkan perjalanan

******

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hasrat Liar Sang Ustadzah
Hasrat Liar Sang Ustadzah
“Sayup-sayup terdengar suara bu ustadzah, aku terkaget bu ustazah langsung membuka gamisnya terlihat beha dan cd hitam yang ia kenakan.. Aku benar-benar terpana seorang ustazah membuka gamisnya dihadapanku, aku tak bisa berkata-kata, kemudian beliau membuka kaitan behanya lepas lah gundukan gunung kemabr yang kira-kira ku taksir berukuran 36B nan indah.. Meski sudah menyusui anak tetap saja kencang dan tidak kendur gunung kemabar ustazah. Ketika ustadzah ingin membuka celana dalam yg ia gunakan..... Hari smakin hari aku semakin mengagumi sosok ustadzah ika.. Entah apa yang merasuki jiwaku, ustadzah ika semakin terlihat cantik dan menarik. Sering aku berhayal membayangkan tubuh molek dibalik gamis panjang hijab syar'i nan lebar ustadzah ika. Terkadang itu slalu mengganggu tidur malamku. Disaat aku tertidur.....”