icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hasrat Liar Sang Ustadzah

Bab 4 Part 4

Jumlah Kata:2269    |    Dirilis Pada: 21/11/2023

mah sehabis kejadian yang kualami barusan. sisa sisa tenaga kugunaka

esahan,, serta raut wajah yang kau suguhkan sungguh seperti engkau membutuhkan seseorang yang mengerti keinginanmu. dan suamimu, suami lemahmu itu tak tau apa yang sesungguhnya engkau butuhkan ustadzah. tinggalkanlah.. dan dekaplah aku.. biarkan mimpi mimpi sang pemujamu ini terwujud bersamamu ustadzah. aku masih tertahan, karena aku anggap engkau adalah wanita baik yang terlalu kejam jika ku nodai. bibir tebal dilapis warna lipstick merah meronamu, selalu tercetak je

kkkkk..

bawah. segera ku langkahkan kaki menuju dapur. didapur kulih

enapa u

bawa gelas tersenggol ujung l

ni bu ba

han beling dilantai , tiba2 tangan

: aww.. a

dzah dan kuhisap dengan mulutuku. ustadzah menatapku,

maaf ustadzah

: ia ba

eflek banget baim.. b

setelah itu aku segera menuju meja makan dan menghamppiri ustadzah yang sedang memberikan makanan pada anak anaknya.. sedangkan haisya seda

zah, nanti

, badan ibu masih capek, mungk

h ibu istir

kmati kemolekan dibalik gamis ustadzah ika. Selesai makan segera ku kembali ke toko dan bekerja.

adannya udah baikan

r 20 menit kemudian hp ku berbunyi. Ku b

amu masih kerja iim.. jam bera

mungkin nanti j

a iim, temenin ibu, ibu

zah, nanti

, ibu mau m

selesai mandi kir

pa foto ibu, oangn

ekarang pengen liat i

ah na

ng 30 menit kemudian wa ku bordering. Ternyata ada panggilan video dari ustadzah ika. Ku jawab panggilan tersebut terpampanglah ustadzah ika

masih kerja

tik, masih dong.

angnya orang udah anak 3

u anak 3 4 5 ibu masih

n ustadzah sih.. pacar kamu s

ik sih, udah cantik, baik, s

-

a dibalik bantal tempat ustadzah bersandar.. aku

kamu sen

ias vc sama ustadzah. Penge

ri ini selsaikan. Lagian disana malam ka

dulu ya ustadzah, eet m

ibu kirim deh

-

u pergi ke rumah ustadzah. sesampainya disana ku ketuk pintu. dan ustadzah membukanya sambil menggendong haisya. Haisya girang dengan ke datanganku lagsung bergoyanggoyang di pelukan sang ibu. Kemudian ku ambil haisya dari gendongan ustadzah sambil tangan ku mencoba merasakan buah dada ustadah.. benar syekali.. dia tak memakai bH di balik gamis nya. Sambil masuk sambil be

enapa u

ibu iim, ga tau kenapa

ijitin bu, baim sering

mu kan capek

k kok.. sini ibu duduk aja

deh iim. Pega

belakang ustadzah.. ustadzah seperti menikmati urutanku. Lama aku berada dalam posisi itu. Terkadang ustadzah menghembuskan nafas menahan geli keti

iar merata sampai bawah . karena pangkalnya ad

. emang kamu ga capek

. ibu tengkur

ustadzah yang membusung dibalik gamis.. aku sedikit takut khawatir dia merasakan perbuatanku.. semula aku hanya mengelu elus pantat ustadzah.. karena tak ada respond an gerakan ustadzah.. ku ganti elusan ku dengan lebih menekan pantat ustadzah. kenyal, lembut, besar, dan menggairahakan. Lama aku memeras bokong ustadzah .. sejenak ada gerakan padanya . aku terkejut dan menghentikan aksiku. Dan kembali mengubah pijatanku kearah punggung. Setalah lama.. dan jantungku berdebar kencang.. kusudahi aksiku dan pergi berlalu meninggalkan ustadzah. aku kembali kekamar dan melepas pakaianku dan hanya menggunakan boxer. Berharap esok pagi ustadzah menghampiri kamarku dan melihat kontolku menyembul dibalik boxer. Keesokan

long pijitin ibu iim,, bdan i

. langsung ba

iap inci tubuhnya ku sentuh. ingin rasanya segera ku jinakan binalnya ustdazah ini. puas dengan bokong nya aku meminta ustadzah berbaring. ustadzah mengikuti instruksiku tanpa perlawanan. mata ustadzah sengaja di pejamkan, mungkin malu dengan aku. ku pijit bagian tangan dan kutarik perlahan.. ustadzah mendesis agak kesakitan. kemudian bagian samping leher ku elus2 alus bersamaan dengan desahaan kecil ustadzah ika. tak ingin aksiku dicurigai. kun pindah kebaian samping kepala dan mengurutnya perlahan. tak ku hiraukan bagian kepala itu . sibukanya jemariku memijat kepala ustadzah mataku tak henti melihat busungnya tetek ustadzah yang tak dibalut bh dengan pentil yang tercetak jelas dibalik gamisnya. nafsuku semakin diujung. melihat getaraan tetek ustadzah ika seiring dengan nafas ustadzah .. kontol dibalik celanaku semakin menyesak.. ku pindahkan

pain kamu,

ali, baim udah lama menginginkan ustadzah, d

epaskanya dari jeratanku.. kucium dan ku rasakan leher

sa baimm.. lepaskan ibu.. kamu ma

uat tenaga resleting gamis ustadzah sehingga menyembulah keluar tetek bulat padat usta

jangan.. jangan disitu

enarik kaki dan gamisnya hingga dia terjatuh.. gamisnya pun robek hingga melebar keatas . aku dpaat melihat cd y

jangan kurang ajar kamu bai

dan meandang kontolku. terperana ustadzah melihat kejantanku yang sudah tegang mengacung dan siap untuk menikmati lubang surga miliknya. ku jambak jilbab dan rambut ustadzah . kudekatkan kontolku kedalam mulutnya namun dia

kk...cloooggg... ahhhh..

lama lama disana.. segera ku dorong tubuh ustadzah dan ku robek sleuruh gamis yang tersisa.. kini dihadapanku us

ja,..ngaaaaggghhhhh... janga

.. sekaan menyuruhku untuk tetap menilati memeknya. kujilat itil ustadzah seccepat mungkin.. desahan dan jeritan s

grrhhh.. please.. baa..iimm.. arghh jan

.......... aarghh,,,, baimmm.

kini ustadzah ika sedikit menikmati jl

....jannnngggaaaaann....... a

aaaaaaa...aaaannn .. baiiii

arrrghhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

dzah mengalami oragsmenya.. dengan nafas tersenggal

ng ngos ngosan. dan juga derai air mata yang sedikit mengering

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hasrat Liar Sang Ustadzah
Hasrat Liar Sang Ustadzah
“Sayup-sayup terdengar suara bu ustadzah, aku terkaget bu ustazah langsung membuka gamisnya terlihat beha dan cd hitam yang ia kenakan.. Aku benar-benar terpana seorang ustazah membuka gamisnya dihadapanku, aku tak bisa berkata-kata, kemudian beliau membuka kaitan behanya lepas lah gundukan gunung kemabr yang kira-kira ku taksir berukuran 36B nan indah.. Meski sudah menyusui anak tetap saja kencang dan tidak kendur gunung kemabar ustazah. Ketika ustadzah ingin membuka celana dalam yg ia gunakan..... Hari smakin hari aku semakin mengagumi sosok ustadzah ika.. Entah apa yang merasuki jiwaku, ustadzah ika semakin terlihat cantik dan menarik. Sering aku berhayal membayangkan tubuh molek dibalik gamis panjang hijab syar'i nan lebar ustadzah ika. Terkadang itu slalu mengganggu tidur malamku. Disaat aku tertidur.....”